Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pendidikan yang Berevolusi: Dari Pengembangan Diri Menuju Pencapaian Akademik

  • account_circle M. Kadifi Munir
  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sejak Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0, kita dapat menyaksikan secara nyata bahwa di samping perkembangan dan perubahan teknologi yang begitu cepat, pendidikan pun mengalami perubahan yang berjalan beriringan.

Dahulu, proses belajar-mengajar berfokus pada pengembangan karakter, keterampilan, serta kreativitas. Namun kini, fokus tersebut perlahan mulai bergeser semata-mata ke arah pencapaian prestasi akademik yang dijadikan satu-satunya ukuran kesuksesan. Padahal, pendekatan ini mengabaikan pengembangan potensi setiap peserta didik secara utuh.

Sesungguhnya, tujuan pendidikan nasional telah ditegaskan secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.”

Jika kita amati dengan saksama, pendidikan seharusnya tidak hanya memprioritaskan nilai atau prestasi akademik semata. Nilai memang penting sebagai salah satu ukuran keberhasilan pembelajaran dan alat evaluasi proses pendidikan. Akan tetapi, nilai bukanlah satu-satunya hal yang menentukan kemampuan dan masa depan seorang peserta didik. Pendidikan sejatinya juga membentuk karakter, keterampilan, kreativitas, rasa tanggung jawab, dan kemanusiaan secara utuh.

Saat ini, banyak siswa merasa tertekan untuk sekadar memperoleh nilai tinggi. Mereka lebih memusatkan perhatian pada hasil ujian dan mengabaikan proses pembelajaran itu sendiri. Tumbuh pandangan yang keliru: bahwa siswa berprestasi tinggi pasti lebih cerdas dan lebih sukses dibandingkan mereka yang berprestasi biasa. Padahal, setiap peserta didik memiliki kemampuan dan keunggulan yang berbeda-beda.

Sejarah mencatat hal tersebut. Thomas Alva Edison, sosok yang dikenal pendiam dan bahkan dinilai kurang baik oleh lingkungannya, mampu membuktikan kemampuannya melampaui pandangan orang-orang yang meremehkannya. Kisah ini menjadi bukti bahwa nilai di atas kertas belum tentu mencerminkan potensi sesungguhnya.

Prestasi akademik memang tetap diperlukan karena menunjukkan sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Namun, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta memiliki kedisiplinan dan integritas juga sangat menentukan keberhasilan dalam kehidupan nyata. Seseorang dengan nilai tinggi belum tentu mampu berdiri kokoh menghadapi berbagai persoalan sosial, pengaruh lingkungan, maupun tekanan zaman yang kerap berujung pada hal-hal negatif—jika ia tidak dibekali keterampilan dan karakter yang kuat.

Dalam praktik pendidikan saat ini, siswa sering kali hanya diminta menyelesaikan tugas tanpa memahami tujuan, manfaat, dan makna dari apa yang dikerjakannya. Pendalaman materi pun semakin jarang dilakukan, padahal kita hidup di tengah derasnya arus teknologi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pencapaian nilai belum tentu membentuk pola pikir atau paradigma seseorang dalam memahami realitas yang sesungguhnya.

Pendidikan seharusnya menyeimbangkan prestasi akademik dengan pengembangan karakter dan keterampilan. Seperti dikatakan tokoh pendidikan asal Brasil, Paulo Freire (1960): pendidikan bukan sekadar soal pencapaian nilai, melainkan melahirkan dan mengembangkan daya cipta yang melekat pada setiap individu, serta membentuk manusia yang sadar, kritis, dan mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Pandangan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa—bukan sekadar mencetak generasi yang patuh, bimbang, atau pesimis menghadapi kenyataan.

Karena itu, seorang pendidik tidak hanya perlu membantu siswa meraih nilai yang baik, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis, peka terhadap lingkungan, berkreasi, berani menyampaikan pendapat, dan belajar dari kesalahan.

Pada akhirnya, kita perlu menyadari bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar melahirkan lulusan dengan nilai tinggi, melainkan membentuk manusia yang mampu menerapkan ilmunya untuk kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai memang merupakan bagian dari pendidikan, tetapi bukanlah satu-satunya tujuan pendidikan itu sendiri.

  • Penulis: M. Kadifi Munir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepekan di Tiga Desa Morotai Selatan Barat, PUKAT Malut dan Blue Ventures Buka Jalan Pendampingan Perikanan Berbasis Masyarakat

    Sepekan di Tiga Desa Morotai Selatan Barat, PUKAT Malut dan Blue Ventures Buka Jalan Pendampingan Perikanan Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    MOROTAI – Pendampingan masyarakat pesisir di Kabupaten Pulau Morotai resmi dimulai. Tim PUKAT Maluku Utara bersama Blue Ventures berada di tiga desa Kecamatan Morotai Selatan Barat, yaitu Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai, pada 25 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah pertama dari pendampingan pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang direncanakan berlangsung hingga […]

  • Akad Kredit Massal Lelilef Dagymoi Residence, Sinergi Pemda, BTN dan BPJS Hadirkan Hunian bagi Pekerja

    Akad Kredit Massal Lelilef Dagymoi Residence, Sinergi Pemda, BTN dan BPJS Hadirkan Hunian bagi Pekerja

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TENGAH — Linidaily.id PT Dagymoi Propertindo bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Bank BTN Cabang Ternate dan BPJS Ketenagakerjaan cabang Ternate maluku utara memperkuat sinergi dalam menghadirkan hunian bagi pekerja di kawasan industri melalui akad kredit massal Perumahan Lelilef Dagymoi Residence (LDR), Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Setda Halmahera Tengah, Ridwan, yang mewakili […]

  • BUNDA LITERASI MALUKU UTARA DUKUNG PENUH PENYELENGGARAAN BOOKFEST 2026

    BUNDA LITERASI MALUKU UTARA DUKUNG PENUH PENYELENGGARAAN BOOKFEST 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    Siap Berkolaborasi, Fasilitasi Stan UMKM, hingga Penuhi Kebutuhan Konsumsi Kegiatan TERNATE,  Linidaily.id  Upaya menggalakkan budaya literasi di Provinsi Maluku Utara mendapatkan dukungan yang sangat berarti. Hari ini,30 Juni 2026 Panitia Penyelenggara Festival Buku Maluku Utara atau yang dikenal dengan sebutan BookFest 2026 melakukan audiensi dengan Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK […]

  • Trash Hero Chapter Ternate Hadiri Pentas Seni SD Alkhairaat 05 Falajawa 2, Bawa Pesan Peduli Lingkungan

    Trash Hero Chapter Ternate Hadiri Pentas Seni SD Alkhairaat 05 Falajawa 2, Bawa Pesan Peduli Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • 0Komentar

    Ternate, 20 Juni 2026 — Suasana pagi di Asrama Haji terasa semarak saat SD Alkhairaat 05 Falajawa 2 menggelar acara Pentas Seni pada Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Trash Hero Chapter Ternate hadir sebagai pihak yang diundang, menambah warna pada pelaksanaan acara yang diikuti sekitar 150 anak dari kelas 1 sampai 5, orang […]

  • Halmahera Utara: Jadilah Tuan Rumah Porprov Berkelas

    Halmahera Utara: Jadilah Tuan Rumah Porprov Berkelas

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    Ketika bendera Porprov Maluku Utara ke-V dikibarkan dan obor semangat dinyalakan di tanah Halmahera Utara, bukan hanya ajang olahraga yang berlangsung. Di balik setiap pertandingan, setiap senyum penyambut, dan setiap fasilitas yang siap pakai, tersimpan sebuah pesan kuat: Halmahera Utara hadir bukan sekadar menjadi tuan rumah, melainkan menjadi sahabat terbaik bagi seluruh putra-putri Maluku Utara […]

  • Ternate Mengering di Bawah Bayang-Bayang El Niño: Jangan Tunggu Krisis Air

    Ternate Mengering di Bawah Bayang-Bayang El Niño: Jangan Tunggu Krisis Air

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • 0Komentar

    Hampir sebulan tanpa hujan, siang yang terasa menyengat, dan angin kencang yang bertiup berjam-jam mulai menjadi pengalaman sehari-hari warga Ternate. Situasi ini tidak layak dibaca sebagai panas musiman biasa. Pada pertengahan Agustus 2026, Indonesia memang sedang menghadapi El Niño yang kuat. BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 pada Dasarian I Agustus […]

expand_less