Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Di Mana Gubernur saat Hutan Maluku Utara Membara?

  • account_circle Yusril J. Todoku
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan perbatasan Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, hingga Halmahera Selatan bukan sekadar bencana alam biasa. Ini adalah jeritan ekologis sekaligus potret kelam penderitaan masyarakat Maluku Utara yang harus menghirup asap pekat dan menyaksikan ruang hidup mereka perlahan musnah dilahap api.

Namun, di tengah situasi kritis yang merenggut ketenangan warga ini, sebuah pertanyaan mendasar dan menohok mengemuka di tengah publik: Di manakah Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara?

Sangat tragis ketika masyarakat di beberapa wilayah Halmahera berjuang secara mandiri dan terbatas melawan kobaran api, pemerintah daerah justru terkesan absen. Kehadiran negara yang seharusnya menjadi benteng terdepan dalam penanganan bencana terasa hampa. Langkah cepat, terpadu, dan tanggap darurat untuk meredam kebakaran tak kunjung terlihat digerakkan secara masif oleh pucuk pimpinan Maluku Utara.

Tragedi Ekologis dan Kepemimpinan yang Pasif

Hutan Halmahera bukan sekadar hamparan pepohonan; ia adalah jantung kehidupan, penyangga ekosistem, serta sumber penghidupan bagi ribuan kepala keluarga. Ketika kebakaran meluas melintasi empat kabupaten sekaligus, dampak meluasnya tidak hanya merusak keanekaragaman hayati, tetapi juga mengancam kesehatan serta perekonomian warga lokal.

HMI Cabang Ternate menilai, sikap pasif dan minimnya tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menangani krisis ini adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan rakyat. Kepemimpinan daerah seharusnya diuji saat krisis datang, bukan justru menghilang atau melemparkan tanggung jawab ketika rakyat paling membutuhkan kehadiran figur pemimpin.

Desakan dan Sikap HMI Cabang Ternate

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, HMI Cabang Ternate secara tegas menuntut:

Kejelasan Kehadiran dan Tindakan Pemprov: Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara harus segera turun ke lokasi, memimpin langsung koordinasi penanganan kebakaran, serta membuka transparansi mengenai langkah konkret yang telah dan akan dilakukan.

Pengerahan Sumber Daya Maksimal: Segera koordinasikan penanganan darurat bersama BNPB, TNI/Polri, dan pemerintah kabupaten terkait untuk menerjunkan armada serta teknologi pemadam kebakaran yang memadai ke titik-titik api.

Evaluasi dan Investigasi Penyebab Kebakaran: Pemerintah daerah tidak boleh hanya diam. Harus ada investigasi mendalam mengenai penyebab kebakaran di kawasan Halmahera ini—apakah murni faktor iklim atau ada keterlibatan kelalaian aktivitas industri dan alih fungsi lahan.

Keselamatan dan ruang hidup masyarakat Maluku Utara bukanlah komoditas yang bisa diabaikan. HMI Cabang Ternate akan terus mengawal krisis ekologis ini dan menuntut pertanggungjawaban moral serta konkrit dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara demi keadilan bagi masyarakat terdampak.

  • Penulis: Yusril J. Todoku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akad Kredit Massal Lelilef Dagymoi Residence, Sinergi Pemda, BTN dan BPJS Hadirkan Hunian bagi Pekerja

    Akad Kredit Massal Lelilef Dagymoi Residence, Sinergi Pemda, BTN dan BPJS Hadirkan Hunian bagi Pekerja

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TENGAH — Linidaily.id PT Dagymoi Propertindo bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Bank BTN Cabang Ternate dan BPJS Ketenagakerjaan cabang Ternate maluku utara memperkuat sinergi dalam menghadirkan hunian bagi pekerja di kawasan industri melalui akad kredit massal Perumahan Lelilef Dagymoi Residence (LDR), Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Setda Halmahera Tengah, Ridwan, yang mewakili […]

  • Hendra Karianga Desak Kejari Halsel Audit Dana Hibah Pilkada Rp52,6 Miliar

    Hendra Karianga Desak Kejari Halsel Audit Dana Hibah Pilkada Rp52,6 Miliar

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Penggunaan dana hibah Pilkada 2024 yang disalurkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Halmahera Selatan senilai Rp52,6 miliar diminta diperiksa secara menyeluruh. Desakan itu disampaikan praktisi hukum Hendra Karianga kepada Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan. Hendra menilai nominal anggaran tersebut cukup besar sehingga pengelolaannya harus dapat diuji secara terbuka. Menurut dia, masyarakat berhak mengetahui apakah dana hibah […]

  • OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id – Platform kecerdasan buatan sumber terbuka OpenClaw kini resmi hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh untuk perangkat Android maupun iOS. Peluncuran ini memungkinkan pengguna menjalankan agen AI secara langsung melalui ponsel pintar, sehingga beragam tugas otomatis dapat diselesaikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada komputer. Informasi ini disampaikan […]

  • Sepekan di Tiga Desa Morotai Selatan Barat, PUKAT Malut dan Blue Ventures Buka Jalan Pendampingan Perikanan Berbasis Masyarakat

    Sepekan di Tiga Desa Morotai Selatan Barat, PUKAT Malut dan Blue Ventures Buka Jalan Pendampingan Perikanan Berbasis Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    MOROTAI – Pendampingan masyarakat pesisir di Kabupaten Pulau Morotai resmi dimulai. Tim PUKAT Maluku Utara bersama Blue Ventures berada di tiga desa Kecamatan Morotai Selatan Barat, yaitu Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai, pada 25 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah pertama dari pendampingan pengelolaan perikanan berbasis masyarakat yang direncanakan berlangsung hingga […]

  • Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Di Balik Gemerlap Industri Nikel, Ada Ancaman Sosial yang Mengintai Provinsi Maluku Utara dalam satu dekade terakhir menjelma menjadi salah satu pusat industri tambang nikel terbesar di Indonesia. Kehadiran kawasan industri seperti IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah hingga aktivitas pertambangan di Halmahera Timur membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik geliat investasi […]

  • GALAK Adukan Gubernur Maluku Utara ke KPK, Proyek Rumah Dinas Jadi Sorotan

    GALAK Adukan Gubernur Maluku Utara ke KPK, Proyek Rumah Dinas Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Gerakan Laskar Anti Korupsi (GALAK) membawa dugaan penyimpangan dalam pengelolaan proyek Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut menyebut nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dan berkaitan dengan dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam sejumlah proyek pembangunan. Direktur GALAK, Muslim Arbi, menyerahkan laporan pengaduan masyarakat itu ke Gedung Merah Putih […]

expand_less