Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Akad Kredit Massal Lelilef Dagymoi Residence, Sinergi Pemda, BTN dan BPJS Hadirkan Hunian bagi Pekerja

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 133
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HALMAHERA TENGAH — Linidaily.id PT Dagymoi Propertindo bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, Bank BTN Cabang Ternate dan BPJS Ketenagakerjaan cabang Ternate maluku utara memperkuat sinergi dalam menghadirkan hunian bagi pekerja di kawasan industri melalui akad kredit massal Perumahan Lelilef Dagymoi Residence (LDR), Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Setda Halmahera Tengah, Ridwan, yang mewakili Bupati Halmahera Tengah, Direktur Utama PT Dagymoi Propertindo Halim Ambrudani, S.E., Kepala Bank BTN Kota Ternate Okky Setiawan, serta Perwakilan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Ternate Michel John Alauw, S.Kom., M.E.

Direktur Utama PT Dagymoi Propertindo, Halim Ambrudani, mengatakan Perumahan Lelilef Dagymoi Residence disiapkan untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat dan pekerja yang terus meningkat seiring perkembangan kawasan industri Halmahera Tengah.

“Totalnya ada sekitar 572 unit. Untuk tahap pertama kita bangun sekitar 150 unit. Nanti bertahap, targetnya insyaallah sekitar dua tahun sudah selesai,” ujar Halim.

Selain unit rumah, PT Dagymoi juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa masjid dan PAUD. Fasilitas tersebut akan dibangun secara bertahap mengikuti perkembangan pembangunan kawasan.

Halim mengatakan perusahaan memiliki target pengembangan lebih besar hingga 2.000 unit rumah di sejumlah titik. Ia berharap hunian tersebut dapat memberikan kesempatan bagi pekerja kawasan industri untuk memiliki rumah sendiri.

“Harapannya agar semua pekerja yang ada di kawasan industri ini bisa punya rumah sendiri,” katanya.

Sementara itu, Asisten III Setda Halmahera Tengah, Ridwan, menyampaikan apresiasi terhadap langkah PT Dagymoi yang telah merealisasikan pembangunan hunian bagi pekerja.

Menurutnya, pemerintah daerah sebelumnya telah menerima berbagai rencana investasi perumahan dari sejumlah perusahaan, namun tidak semuanya berujung pada realisasi.

“Sudah banyak PT yang datang ke Pemda mempresentasikan, tapi nol besar. Ini yang buat saya kagum pada Pak Halim, Direktur Utama PT Dagymoi,” ujar Ridwan.

Mewakili Bupati Halmahera Tengah, Ridwan menegaskan pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi dengan pengembang untuk memastikan pembangunan perumahan berjalan sesuai kebutuhan daerah.

“Kami sangat mendukung. Kami membuka karpet merah dan kami siap berkolaborasi untuk menata perumahan yang layak huni, nyaman dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan debitur melakukan akad kredit kepemilikan rumah melalui Bank BTN. Pembiayaan menggunakan skema KPR yang didukung Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Bank BTN Kota Ternate, Okky Setiawan, mengatakan skema tersebut memberikan manfaat bagi pekerja karena membantu menyediakan pembiayaan dengan angsuran yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Michel John Alauw menjelaskan MLT merupakan salah satu manfaat tambahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, termasuk fasilitas pembiayaan perumahan melalui kerja sama dengan BTN dan pengembang.

Akad kredit massal ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjawab kebutuhan hunian pekerja sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan permukiman yang layak dan berkelanjutan di tengah perkembangan industri Halmahera Tengah.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERJALANAN MENCARI KEADILAN: KETIKA HIDUP TIDAK BERJALAN SEPERTI YANG DIHARAPKAN

    PERJALANAN MENCARI KEADILAN: KETIKA HIDUP TIDAK BERJALAN SEPERTI YANG DIHARAPKAN

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • 0Komentar

    Ada masa dalam kehidupan ketika seseorang tidak lagi bertanya mengapa hidup begitu sulit, tetapi mulai bertanya sesuatu yang lebih dalam: mengapa saya harus mengalami semua ini? Pertanyaan itu mungkin tidak mudah dijawab. Sebab ada pengalaman dalam hidup yang tidak cukup dijelaskan hanya dengan kata-kata. Ada keadaan ketika seseorang sudah berusaha, tetapi hasil yang diperoleh tidak […]

  • Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    Hukum pidana dibangun di atas satu fondasi yang tidak dapat ditawar: negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terlebih kepada anak yang menjadi korban tindak pidana. Ketika perlindungan itu tertunda, yang sesungguhnya sedang mengalami kemunduran bukan hanya nasib satu perkara, melainkan wibawa negara sebagai penjamin keadilan. Dalam konteks inilah penanganan dugaan tindak pidana […]

  • Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Krisis ekologis di wilayah kepulauan kini tidak lagi sekadar dipahami sebagai isu kerusakan lingkungan, melainkan telah menjadi tantangan serius yang berdampak langsung pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah situasi ini, perspektif perempuan dinilai sangat penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu […]

  • Ketika Angka Berbicara: Maluku Utara dan Luka Lama Pendidikan yang Belum Sembuh

    Ketika Angka Berbicara: Maluku Utara dan Luka Lama Pendidikan yang Belum Sembuh

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • 0Komentar

    Saya tidak tahu persis seperti apa rasanya menjadi seorang guru di sebuah pulau kecil di Maluku Utara yang menyeberang laut setiap pagi, mengajar dengan kapur yang hampir habis, lalu pulang dengan gaji yang jauh dari kata cukup. Tapi saya tahu satu hal: ketika data TKA 2026 keluar dan nama Maluku Utara terpampang di baris paling […]

  • Tobo-Tobo Safar: Menjadi Kenangan

    Tobo-Tobo Safar: Menjadi Kenangan

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • 0Komentar

    Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Keberagaman tersebut dapat dilihat dari banyaknya suku, agama, adat istiadat, serta bahasa yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Meskipun memiliki perbedaan dalam bahasa dan kebudayaan, masyarakat Maluku Utara tetap memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Melayu […]

  • Aksi Buruh Weda Bay Menguat, Tolak PHK Massal dan Tuntut Transparansi Perusahaan

    Aksi Buruh Weda Bay Menguat, Tolak PHK Massal dan Tuntut Transparansi Perusahaan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    Tekanan terhadap rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di kawasan industri Weda Bay terus meningkat. Ratusan pekerja yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI Weda Bay Project turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Halmahera Tengah, Selasa (21/7/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan tenaga kerja lokal. Aksi tersebut […]

expand_less