Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Roadshow ke Pemerintah Daerah, PUKAT Malut Perkuat Dukungan untuk Pendampingan Tiga Desa di Morotai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MOROTAI – Pendampingan masyarakat pesisir tidak cukup hanya dikerjakan di desa. PUKAT Maluku Utara memahami hal itu, sehingga di sela kegiatan sepekan di Kecamatan Morotai Selatan Barat (25 September hingga 2 Oktober 2026), tim mendatangi sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Pulau Morotai. Kunjungan berantai atau roadshow ini menjadi bagian dari kegiatan penjangkauan pemangku kepentingan pemerintah yang relevan.

Kegiatan tersebut termasuk dalam pilar pengamanan hak, relasi pemangku kepentingan dan tata kelola (SR). Pilar ini berjalan bersama tiga pilar lain dalam program yang dijalankan PUKAT Maluku Utara dan Blue Ventures di Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai, yaitu pengelolaan perikanan berbasis masyarakat (CBFM), inklusi keuangan (FI), dan ketahanan pangan (FS).

Mengetuk pintu satu per satu

Tim memulai roadshow dari Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPERIDA). Setelah itu, tim bertemu organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang bersinggungan dengan program, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP).

Pemilihan instansi ini tidak acak. Perencanaan daerah, urusan kelautan dan perikanan, pemberdayaan desa, hubungan dengan lembaga kemasyarakatan, serta perizinan, semuanya bisa bersentuhan dengan kegiatan di desa pesisir. Dengan bertemu langsung, tim ingin pemerintah daerah mengetahui apa yang akan dikerjakan, di mana, dan sampai kapan.

Pendekatan ini juga bertujuan menghindari tumpang tindih. Bila program berjalan tanpa sepengetahuan instansi terkait, peluang untuk saling melengkapi akan hilang. Sebaliknya, pertemuan sejak awal membuka ruang koordinasi yang bisa dimanfaatkan selama masa pendampingan hingga Juni 2028.

Audiensi dengan Wakil Bupati

Persinggahan terakhir roadshow adalah audiensi dengan Wakil Bupati Pulau Morotai. Dalam pertemuan itu, tim PUKAT Maluku Utara didampingi Kepala Desa Waringin dan Kepala Desa Usbar Pantai. Kehadiran dua kepala desa tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak dibawa sendirian oleh lembaga pendamping, tetapi juga didukung pemerintah desa sebagai pihak yang paling dekat dengan warga.

Dalam audiensi itu, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada PUKAT Maluku Utara atas kegiatan yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan di Desa Waringin, Usbar Pantai, dan Tiley Pantai. Apresiasi tersebut mencerminkan sambutan baik pemerintah kabupaten terhadap upaya pendampingan masyarakat pesisir.

Wakil Bupati juga mengingatkan para kepala desa. Ia meminta mereka bersungguh-sungguh memanfaatkan kehadiran PUKAT Maluku Utara. Menurutnya, pendampingan hanya akan memberi hasil bila pemerintah desa aktif mengambil peran. Ia juga mendorong para kepala desa agar mengajak warga berpartisipasi penuh demi kemajuan desa masing-masing.

Mengapa dukungan pemerintah penting

Pesan Wakil Bupati sejalan dengan prinsip pengelolaan perikanan berbasis masyarakat. Warga memegang peran utama, tetapi kesepakatan di tingkat desa membutuhkan dukungan dari pemerintah yang lebih tinggi agar dapat bertahan dan dijalankan. Tanpa dukungan itu, kesepakatan warga bisa kehilangan pijakan ketika menghadapi persoalan yang melampaui batas desa.

Karena itu, penjangkauan pemangku kepentingan pemerintah menjadi investasi awal yang penting. Hubungan yang terbangun pada pekan pertama dapat dipakai kembali ketika program memasuki kegiatan yang membutuhkan izin, data, atau dukungan kebijakan.

Satu dari lima kegiatan

Roadshow ini hanyalah satu dari lima kegiatan yang dijalankan tim selama sepekan. Empat kegiatan lainnya adalah peningkatan kesadaran dan sosialisasi, pemetaan pemangku kepentingan, perkenalan awal ke komunitas disertai sosialisasi ketahanan pangan, dan survei profil komunitas di tiga desa. Kelima kegiatan itu menjadi pembuka dari rangkaian pendampingan yang direncanakan berlangsung hingga Juni 2028.

Bagi desa-desa yang didampingi, kehadiran pemerintah daerah dalam pembicaraan sejak awal memberi tambahan semangat. Bagi tim pendamping, dukungan itu menjadi modal untuk melangkah ke tahap berikutnya dengan lebih yakin. Tantangan sesungguhnya kini ada pada pelaksanaan: menjaga komunikasi dengan pemerintah, memastikan warga terlibat, dan mewujudkan manfaat nyata bagi keluarga pesisir di Morotai Selatan Barat.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA — Linidaily.id Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada pelayanan penerbangan di wilayah sekitar. Pada Minggu (6/9/2026), empat bandara utama ditutup sementara sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan penerbangan dari potensi gangguan abu vulkanik di ruang udara. Keempat bandara yang terdampak adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, […]

  • Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id— Rencana operasi tambang nikel milik PT Priven Lestari di kawasan Pegunungan Wato-wato, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, memicu kekhawatiran serius masyarakat. Kawasan yang selama ini menjadi sumber utama air bersih bagi warga Teluk Buli itu dinilai terancam rusak apabila aktivitas pertambangan tetap dijalankan. Warga bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah pusat maupun daerah […]

  • Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate Gelar Dialog Publik tentang Ekologi Kampung di Desa Payo

    Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate Gelar Dialog Publik tentang Ekologi Kampung di Desa Payo

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • 0Komentar

    HALBAR – linidaily.id, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar dialog publik bersama pemuda dan masyarakat Desa Payo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan yang mengangkat tema “Ekologi Kampung: Menjaga Keseimbangan Alam dalam Kehidupan Sehari-hari” tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian mahasiswa selama melaksanakan […]

  • Maluku Utara Darurat Kekerasan Perempuan: Di Mana Komitmen Pemimpin Perempuan?

    Maluku Utara Darurat Kekerasan Perempuan: Di Mana Komitmen Pemimpin Perempuan?

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id – Di tengah sorotan nasional sebagai provinsi paling berbahagia dan paling taat beragama, Maluku Utara menyimpan luka yang tak kunjung kering: krisis kekerasan terhadap perempuan yang makin parah dari tahun ke tahun. Angka-angkanya bukan sekadar statistik — ini adalah nama-nama, wajah-wajah, dan nyawa yang direnggut. Data Berbicara Sendiri Berdasarkan catatan resmi Dinas Pemberdayaan […]

  • BPL HMI Cabang Ternate 2026–2027 Resmi Dilantik, Teguhkan Kualitas Instruktur dan Perkaderan

    BPL HMI Cabang Ternate 2026–2027 Resmi Dilantik, Teguhkan Kualitas Instruktur dan Perkaderan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate periode 2026–2027 resmi dilantik pada Selasa, 1 September 2026. Pelantikan yang berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun Ternate tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pengurus. Kegiatan mengusung tema “BPL HMI Cabang Ternate: Meneguhkan Kualitas Instruktur, Mengawal Masa Depan Perkaderan.” Agenda tersebut […]

  • Krisis Gelombang Panas Global: Pelajaran Penting dari Eropa serta Dampak dan Kesiapan Indonesia di Wilayah Tropis

    Krisis Gelombang Panas Global: Pelajaran Penting dari Eropa serta Dampak dan Kesiapan Indonesia di Wilayah Tropis

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    Di tengah meluasnya krisis suhu ekstrem yang melanda berbagai benua, pengalaman pahit yang dialami Eropa menjadi cermin penting bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia yang berada di kawasan iklim tropis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara khusus mengeluarkan peringatan dan panduan terkait situasi ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan untuk mulai […]

expand_less