Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate Gelar Dialog Publik tentang Ekologi Kampung di Desa Payo
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama usai kegiatan. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HALBAR – linidaily.id, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar dialog publik bersama pemuda dan masyarakat Desa Payo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kamis (17/9/2026) malam.
Kegiatan yang mengangkat tema “Ekologi Kampung: Menjaga Keseimbangan Alam dalam Kehidupan Sehari-hari” tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKN Mandiri di Desa Payo.
Dialog publik ini menjadi ruang diskusi antara mahasiswa, pemuda, masyarakat, serta sejumlah narasumber untuk membahas pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola potensi alam secara bijaksana. Meskipun tidak seluruh masyarakat dapat menghadiri kegiatan tersebut, antusiasme pemuda dan warga yang hadir terlihat cukup tinggi.
Sejumlah persoalan lingkungan menjadi topik utama dalam diskusi, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, perizinan pemanfaatan lingkungan, hingga persoalan persampahan dan upaya menjaga keseimbangan ekosistem di Desa Payo.
Salah satu narasumber, Rivan Basis, Ketua SEMA Halbar, menyampaikan bahwa ekologi merupakan isu penting yang perlu dibahas secara lebih kontekstual dengan kondisi masyarakat. Menurutnya, pembahasan mengenai ekologi akan lebih bermakna apabila dikaitkan langsung dengan persoalan dan pertanyaan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Alexander dalam pemaparannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan dialog tersebut sebagai ruang belajar bersama. Ia menjelaskan bahwa ekologi berkaitan dengan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungan.
Menurutnya, alam memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia sehingga keseimbangan lingkungan perlu dijaga. Ia juga menyoroti aspek perizinan dalam pemanfaatan lingkungan.
“Perizinan adalah alat untuk memanfaatkan lingkungan. Kita bisa mengizinkan, tetapi harus melihat terlebih dahulu manfaatnya,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Adrisal Hena, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyoroti sejumlah potensi yang dimiliki Desa Payo. Menurutnya, salah satu hal yang menjadi kekuatan masyarakat Payo adalah semangat mabari atau gotong royong, selain potensi alam seperti air panas dan panas bumi.
Dalam kesempatan tersebut, Adrisal juga menyoroti persoalan persampahan yang dinilai menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Ia menyampaikan perlunya solusi bersama melalui pengelolaan dan pengangkutan sampah, termasuk pengelolaan sampah organik serta peningkatan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Selain membahas persampahan, ia juga menyinggung pentingnya menjaga kawasan pesisir dan teluk serta mendorong masyarakat untuk bersama-sama mencegah kerusakan lingkungan.
Sementara itu, Saiful Albart menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari nilai keagamaan. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap ekologi bukan hanya muncul dalam konteks krisis lingkungan saat ini, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak lama.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Mandiri IAIN Ternate, Ikhlas Munawar, mengatakan bahwa dialog publik tersebut berangkat dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan di Desa Payo.
Menurut Ikhlas, gagasan pelaksanaan dialog muncul setelah mahasiswa melakukan survei dan berdiskusi dengan para pemuda serta masyarakat setempat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi desa.
“Kegiatan dialog publik ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan di Desa Payo. Sesuai dengan survei yang telah kami lakukan dan diskusi dengan pemuda-pemuda, kemudian timbul ide untuk membuat dialog publik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya mahasiswa untuk mempererat hubungan dan membangun kebersamaan dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN Mandiri.
Selain dialog publik, mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate juga membuka ruang diskusi bersama para narasumber dan masyarakat untuk mendengarkan berbagai persoalan, keluhan, maupun aspirasi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan kondisi lingkungan di Desa Payo.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate berharap keberadaan mereka selama berada di Desa Payo tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan program akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dialog publik ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun solidaritas, memperkuat komunikasi, serta mempererat hubungan antara mahasiswa KKN Mandiri dengan masyarakat Desa Payo selama masa pengabdian.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar