Erupsi Anak Krakatau, Banyak Bandara Ditutup Sementara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA — Linidaily.id Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada pelayanan penerbangan di wilayah sekitar. Pada Minggu (6/9/2026), empat bandara utama ditutup sementara sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan penerbangan dari potensi gangguan abu vulkanik di ruang udara.
Keempat bandara yang terdampak adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Bandara Budiarto Curug. Masing-masing diberlakukan jam penutupan dan perkiraan pembukaan kembali yang berbeda-beda, disesuaikan dengan perkembangan kondisi udara di wilayah tersebut.
Bandara Soekarno-Hatta semula direncanakan kembali beroperasi pukul 09.00 WIB, namun kemudian diperpanjang penutupannya hingga pukul 13.00 WIB sesuai pemberitahuan NOTAM A3344/26 menggantikan NOTAMR A3341/26.
Bandara Radin Inten II mulai ditutup pukul 04.18 WIB melalui NOTAM B1123/26, yang awalnya akan dibuka pukul 10.00 WIB, akhirnya diperpanjang hingga pukul 14.00 WIB. Sementara itu, Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sejak pukul 07.20 WIB dengan estimasi beroperasi kembali pukul 14.00 WIB berdasarkan NOTAM A3345/26. Bandara Budiarto Curug berhenti melayani penerbangan mulai pukul 06.48 WIB hingga rencananya pukul 13.30 WIB.
33 Penerbangan Terdampak di Soekarno-Hatta
Berdasarkan data pemantauan per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB, setidaknya 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta telah mengalami gangguan.
Untuk rute internasional, tercatat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan ulang. Rute yang terdampak meliputi perjalanan ke/dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
Sementara pada rute domestik, terjadi 4 pembatalan dan 1 pengalihan rute. Jalur yang terkena dampak adalah penerbangan dari/ke Lampung, serta tujuan Denpasar dan Surabaya.
Perubahan jadwal pembukaan kembali bandara dan gangguan penerbangan ini menunjukkan bahwa kondisi ruang udara terus dipantau secara ketat dan dapat disesuaikan sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik.
AirNav Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan situasi secara intensif. Setiap perubahan kondisi yang berisiko bagi keselamatan penerbangan akan segera ditindaklanjuti lewat pembaruan informasi aeronautika serta penyesuaian pelayanan navigasi. Penutupan sementara ini merupakan bagian dari upaya mitigasi menyeluruh guna memastikan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama selama masa erupsi berlangsung.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar