Perluas Dakwah di Ruang Publik, Muhammadiyah Luncurkan Komunitas Kucing dan Terbitkan KTAM Hewan Peliharaan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
YOGYAKARTA, Linidaily.id Muhammadiyah memperluas jangkauan dakwahnya ke komunitas pecinta hewan melalui peluncuran resmi Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu). Program inovatif ini diluncurkan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan kucing gratis di halaman Gedung Muhammadiyah DIY, Minggu (5/7/2026).
Langkah ini merupakan wujud konkret semangat rahmatan lil ‘alamin yang tidak hanya menyasar manusia, tetapi juga mencakup kesejahteraan hewan. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Zoonosis Sedunia ini mengusung pendekatan One Health, yaitu konsep yang menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Ketua Bidang Kesehatan DPD IMM DIY, Afghan Azka Falah, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mencegah penularan penyakit zoonosis sekaligus meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan. Sebanyak 60 ekor kucing mengikuti pemeriksaan kesehatan umum (general check-up), konsultasi dokter hewan, pemberian obat cacing dan kutu, suplemen, serta pengobatan noninvasif. Layanan ini terselenggara berkat kolaborasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) DIY dengan mahasiswa Kedokteran Hewan, Teknologi Veteriner, dan Farmasi dari UGM, UMY, serta UAD.
Inovasi paling menonjol dalam acara ini adalah penerbitan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus untuk kucing. Kucing bernama Messi, milik Wakil Ketua PWM DIY Azman Latif, tercatat sebagai penerima pertama kartu identitas tersebut. Program ini dirancang sebagai basis pendataan warga Muhammadiyah yang memiliki hewan peliharaan sekaligus fondasi gerakan kepedulian hewan di lingkungan persyarikatan.
Ketua LDK PWM DIY, Ananto Isworo, menyatakan bahwa KucingMu menjadi ruang baru bagi dakwah Muhammadiyah untuk menjangkau segmen masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh secara masif. “Kami berharap KucingMu dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi lahirnya komunitas-komunitas positif lainnya di lingkungan Muhammadiyah,” ujarnya.
Sementara itu, Ridwan Furqoni mengapresiasi inisiatif ini sebagai sarana menumbuhkan kepedulian umat Islam terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah. Ia berharap komunitas tersebut tidak berhenti pada aktivitas perawatan hewan semata, melainkan mampu menginspirasi berbagai gerakan dakwah lain yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Peluncuran KucingMu dan penerbitan KTAM Kucing menegaskan pergeseran paradigma dakwah Muhammadiyah yang semakin inklusif dan relevan dengan gaya hidup masyarakat urban masa kini, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariat dan etika Islam terhadap hewan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar