Diduga Terlibat Korupsi, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Mundur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Linidaily.id Nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, kini resmi menjadi sorotan publik setelah terseret dalam penyidikan dugaan korupsi, suap, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Berdasarkan informasi yang dihimpun mengutip Suara.com, Presiden Prabowo Subianto dilaporkan telah meminta Febrie untuk mengundurkan diri secara kekeluargaan demi menjaga institusi, alih-alih menunggu proses pemecatan administratif.
Pertemuan terkait hal ini dikabarkan berlangsung di kediaman dinas Presiden, Widya Chandra, Jakarta, pada Kamis pagi (9/7/2026).
Seorang sumber yang mengetahui jalannya pertemuan sebagaimana dikutip media Suara.com mengungkapkan bahwa meskipun ada usulan agar Kejaksaan Agung memecat Febrie, Presiden menolak opsi tersebut. “Presiden ingin yang bersangkutan mengundurkan diri saja agar tidak memperkeruh suasana,” kata sumber tersebut.
Opsi mundur terlebih dahulu sebelum diproses hukum dinilai sebagai langkah elegan untuk menjaga reputasi pejabat negara, serupa dengan kasus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya. Dalam pertemuan itu, juga sempat dibahas sejumlah nama calon pengganti Febrie.
Pengganti Febri yang santer adalah inisial TTS dan K. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi Suara.com. Namun beredar PLH Jamwas yang akan mengganti posisi Febri.
Operasi Senyap dan Temuan Brankas di Balik Lemari
Sementara itu, gelombang penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya sejak Rabu (8/7) hingga Kamis dini hari telah mengungkap fakta-fakta mengejutkan. Operasi senyap menyasar 12 titik strategis, termasuk kawasan elite Sentul City, Bogor, dan Jakarta Selatan. Salah satu lokasi utama yang digeledah adalah rumah mewah di Perumahan Golf Hijau, Sentul, yang diduga kuat merupakan milik Febrie Adriansyah. Rumah kedinasan Febrie di Kramat Pela, Jakarta Selatan, juga terpantau dijaga ketat oleh puluhan prajurit TNI bersenjata lengkap pasca-penggeledahan.
Momen paling dramatis terjadi saat polisi menggeledah Cafe de’ClAN Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Penyidik menemukan sebuah brankas besi setinggi dua meter yang disembunyikan secara rapi di balik lemari besar. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan temuan tersebut. Di dalam brankas, polisi mengamankan tumpukan uang tunai dalam denominasi Dollar Singapura (SGD) dan Dollar Amerika Serikat (USD), serta dokumen transaksi keuangan yang krusial. Selain itu, operasi juga merambah ke sebuah unit money changer yang diduga kuat berfungsi sebagai instrumen pencucian uang untuk melegalkan aset hasil kejahatan.
Tiga Kasus Megakorupsi yang Saling Bertaut
Penyidikan terhadap Febrie Adriansyah tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan tiga skandal korupsi raksasa yang diduga melibatkan jaringan elit penyelenggara negara. Pertama, dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN (Persero) yang berdampak fatal berupa krisis energi dan pemadaman listrik (blackout) di Pulau Sumatera. Kedua, penyimpangan dana di PT Asabri periode 2020–2025 yang merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis. Ketiga, dugaan TPPU dalam skema utang-piutang antara PT CBS dan PT KNI.
Pola aliran dana haram yang ditemukan penyidik mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk “mengamankan” perkara-perkara besar di institusi penegak hukum. Dengan ditemukannya bukti fisik berupa valas dan dokumen keuangan, arah penyidikan kini semakin mengerucut pada dugaan keterlibatan oknum tinggi di Kejaksaan Agung dalam jaringan korupsi lintas sektor. Tim gabungan Polri masih terus menganalisis barang bukti yang disita untuk memperkuat dakwaan di masa mendatang.
Sumber Linidaily.id mengungkapkan penetapan tersangka akan diumumkan besok pagi.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar