Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Desakan Gubernur Malut Berkantor di Sofifi Menguat, Pengamat Buka Suara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Desakan agar Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda lebih sering berada di Sofifi kembali mengemuka di tengah dorongan memperkuat ibu kota provinsi itu sebagai pusat pemerintahan yang sesungguhnya. Bagi sebagian kalangan, Sofifi tidak cukup hanya menjadi alamat administratif, tetapi harus hidup melalui kehadiran langsung para pejabat utamanya.

Sorotan publik muncul karena ada kesan ketidakseimbangan antara kebijakan yang mendorong instansi dan aparatur bergerak ke Sofifi dengan praktik keseharian kepala daerah yang dinilai masih lebih banyak beraktivitas di Ternate. Situasi ini memunculkan perdebatan baru soal konsistensi komitmen terhadap pembangunan ibu kota provinsi.

Pengamat politik nasional Muslim Arbi menilai reaksi publik wajar muncul ketika kepala daerah dianggap belum memberi contoh langsung dalam proses pemindahan pusat aktivitas pemerintahan. Menurut dia, masyarakat dan aparatur sudah diminta beradaptasi dengan keterbatasan demi menghidupkan Sofifi, sehingga pimpinan daerah semestinya menunjukkan sikap yang sama.

“Rakyatnya hidup susah di hol-hol sementara Gubernurnya sudah difasilitasi rumah dinas mewah, tapi masih asik tinggal di hotel berbintang mewah miliknya. Ya rakyat kecewa kan,” ujar Muslim Arbi.

Pandangan senada disampaikan pakar hukum dan politik Dr. Hendra Karianga, S.H., M.H. Ia menilai, keberadaan gubernur di pusat pemerintahan merupakan bagian dari tanggung jawab etis sekaligus administratif agar roda pemerintahan berjalan selaras.

“Wajar itu. Gubernur harus tinggal di Sofifi,” tegas Hendra.

Ia menambahkan, pemimpin daerah semestinya menjadi contoh dalam proses penguatan ibu kota provinsi. Tanpa keteladanan dari pucuk pimpinan, menurut dia, upaya memindahkan pusat aktivitas pemerintahan akan sulit memperoleh dukungan penuh dari jajaran birokrasi dan masyarakat.

Sementara itu, Muzakir Dodaradaga menyebut gelombang desakan ini sebagai akumulasi kekecewaan yang telah lama menumpuk. Ia mempertanyakan alasan gubernur belum sepenuhnya berkantor di Sofifi, padahal lembaga lain diminta mengikuti arah yang sama.“Saya heran kenapa Sherly enggan ke Sofifi padahal instansi vertikal dia paksakan ke Sofifi,” ungkapnya.

Menurut Muzakir, persoalan ini bukan hanya soal tempat tinggal pejabat, tetapi juga menyangkut cara memimpin dan memberi teladan. Jika pemimpin tidak menunjukkan keberpihakan nyata, ia menilai sulit berharap masyarakat dan aparatur bersedia ikut berkorban demi pembangunan ibu kota provinsi.

“Gerakan ini bakal bergelinding kencang, jika Sherly pongah,” peringatnya.

Di sisi lain, gerakan yang mendorong gubernur menetap di Sofifi disebut tengah mengonsolidasikan langkah lanjutan. Aspirasi itu dipandang sebagai tekanan moral agar Pemprov Maluku Utara lebih serius menjadikan Sofifi sebagai pusat pemerintahan yang aktif, bukan sekadar simbol di atas peta administrasi.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trash Hero Ternate Gandeng WIA Al-Khairaat Edukasi Pengurangan Sampah Rumah Tangga dalam Kegiatan  Chapter Family Meeting Trash Hero Ternate

    Trash Hero Ternate Gandeng WIA Al-Khairaat Edukasi Pengurangan Sampah Rumah Tangga dalam Kegiatan  Chapter Family Meeting Trash Hero Ternate

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 1Komentar

    TERNATE – Trash Hero Ternate menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah bersama Wanita Islam Al-Khairaat (WIA) di Aula Pondok Pesantren Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Ahad (17/5). Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 peserta dari WIA dan delapan relawan Trash Hero Ternate. Kegiatan bertajuk “Chapter Family Meeting Trash Hero Ternate Melibatkan WIA” tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya […]

  • Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    Hukum pidana dibangun di atas satu fondasi yang tidak dapat ditawar: negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terlebih kepada anak yang menjadi korban tindak pidana. Ketika perlindungan itu tertunda, yang sesungguhnya sedang mengalami kemunduran bukan hanya nasib satu perkara, melainkan wibawa negara sebagai penjamin keadilan. Dalam konteks inilah penanganan dugaan tindak pidana […]

  • Kelangkaan Pertalite di Ternate: Sopir Angkot Terlantar, Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran

    Kelangkaan Pertalite di Ternate: Sopir Angkot Terlantar, Diduga Ada Penyimpangan Penyaluran

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, LIniDaily.id Ratusan sopir angkutan kota (angkot) berpelat kuning di Kota Ternate terpaksa mematikan kendaraannya dan menunggu berjam-jam di SPBU Batu Anteru sejak kemarin, Senin (22/6) pukul 11.00 WIT hingga Selasa (23/6). Mereka hanya mendapat jawaban dari pihak pengelola bahwa stok Pertalite telah habis dan baru akan tersedia kembali pada 1 Juli 2026. Menunggu pasokan selama […]

  • Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Maluku Utara: Solusi Pembangunan atau Jebakan Fiskal?

    Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Maluku Utara: Solusi Pembangunan atau Jebakan Fiskal?

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    SOFIFI, LiniDaily.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara secara resmi mengajukan usulan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dana ini rencananya akan digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan infrastruktur strategis periode 2026–2029. Namun, pengajuan ini memicu perdebatan publik karena dilakukan di tengah beban utang sebelumnya yang belum lunas dan tertahannya Dana […]

  • Aturan atau Kehendak?

    Aturan atau Kehendak?

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Kekosongan kepengurusan BEM Universitas Khairun tidak seharusnya membuat aturan organisasi ikut kehilangan tempatnya. Kekosongan memang membutuhkan tindakan administratif agar roda kelembagaan tidak berhenti, tetapi tindakan tersebut tetap harus diletakkan dalam kerangka aturan yang mengatur hubungan antarorganisasi mahasiswa. Sebab, ketika sebuah keputusan lahir atas nama penyelamatan organisasi, pertanyaan yang paling mendasar justru harus diajukan: apakah keputusan […]

  • GALAK Adukan Gubernur Maluku Utara ke KPK, Proyek Rumah Dinas Jadi Sorotan

    GALAK Adukan Gubernur Maluku Utara ke KPK, Proyek Rumah Dinas Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Gerakan Laskar Anti Korupsi (GALAK) membawa dugaan penyimpangan dalam pengelolaan proyek Pemerintah Provinsi Maluku Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan tersebut menyebut nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dan berkaitan dengan dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam sejumlah proyek pembangunan. Direktur GALAK, Muslim Arbi, menyerahkan laporan pengaduan masyarakat itu ke Gedung Merah Putih […]

expand_less