Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Foto: BBC
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Dadan tak sendiri, Prabowo juga mencopot dua wakil kepala Badan Gizi Nasional, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang diangkat menjadi kepala BGN untuk menggantikan Dadan Hindayana.
Prasetyo menyebutkan, pergantian pimpinan BGN ini dilandasi oleh hasil evaluasi dari kementerian terkait maupun masyarakat mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait, maupun dari masyarakat, termasuk dari para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional.
Selain mengangkat Nanik. S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Kisah Dadan sebagai Kepala MBG
Dadan merupakan kepala BGN pertama sejak lembaga itu dibentuk oleh Presiden ke-7 Republik Joko Widodo. Ia dilantik sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024 di Istana Negara, Jakarta, lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94P Tahun 2024.
Ketika Presiden Prabowo Subianto mulai menjabat pada Oktober 2024, Dadan kembali dilantik menjadi kepala BGN.
Sebagai Kepala BGN, Dadan dibantu tiga wakil kepala BGN, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya, Nanik S. Deyang, dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Sebelum menjabat sebagai kepala BGN, Dadan dikenal luas sebagai ahli serangga di IPB University. Mengutip laman resmi IPB, Dadan Hindayana merupakan lulusan sarjana Hama dan Penyakit Tumbuhan pada 1990, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University of Bonn dan lulus pada 1997. Pendidikannya berlanjut ke S3 di kampus lainnya di Jerman, yakni Leibniz Universität Hannove.
Meraih gelar doktor pada 2000 sebelum kemudian pulang ke Tanah Air. Sejak sarjana sampai S3, pendidikan Dadan Hindayana berfokus mempelajari segala aspek berkaitan dengan serangga.
Bahkan, gelar PhD yang disandangnya adalah doktor entomologi. Entomologi adalah cabang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga, mencakup struktur tubuh, siklus hidup, perilaku, ekologi, dan peran mereka dalam lingkungan, serta hubungannya dengan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Siapa Nanik S Deyang ?
Nanik S Deyang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Lahir 3 Januari 1968 adalah seorang wartawati dan politikus Indonesia. Dikutip dari situs web BGN, Nanik lahir di Madiun Jawa Timur.
Nanik memulai karier sebagai wartawati dari Tabloid Bangkit. Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikannya dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
BGN adalah lembaga non-kementerian yang bertugas memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat lewat program makan bergizi gratis (MBG).
Di masa kepemimpinan Dadan, banyak terjadi kasus keracunan anak sekolah penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) yang dikelola BGN.
Kasus-kasus itu membuat BGN membekukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab sebagai pemasok menu MBG.
Data terbaru, terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend.
MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Program ini telah disosialisasikan Prabowo sejak kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Berdasarkan data yang dirilis 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar