Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Malut United : Pelajaran Berharga Untuk Persiter Kota Ternate

  • account_circle M. Rusdy Namsa
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 59
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berita hengkangnya Malut United dari tanah Maluku Utara khususnya Kota Ternate tentu membawa rasa kecewa bagi penggemar bola di Maluku Utara, beberapa tahun saja Malut United berhasil menghibur warga Maluku Utara di Liga kasta tertinggi sepak bola Indonesia namun akhirnya memutuskan berubah nama dari Malut United menjadi Jateng United yang kemudian memilih Semarang sebagai home base tentu memunculkan banyak pertanyaan bahkan spekulasi dari masyarakat Maluku Utara. Di tengah kekecewaan publik ini muncul harapan dan wacana akan lahirnya kembali Persiter klub kebanggaan Warga Kota Ternate bahkan Maluku Utara yang telah lama vakum dan hilang di kancah sepak bola Indonesia. Ini menjadi momentum agar tidak hanya menjadi euforia semu sebagaimana awal mula munculnya Malut United.

Wacana kehadiran kembali Persiter Ternate adalah kabar baik dan kabar bahagia ini perlu di apresiasi oleh seluruh warga Kota Ternate. Namun yang perlu di ingat dan di garis bawahi adalah jangan sampai nasib Persiter akan sama jatuh ke lubang yang sama sebagaimana Malut United. Klub yang besar di awal namun redup dan hilang tanpa jejak berkelanjutan pergi meninggalkan Maluku Utara dan hijrah ke Semarang.

Ada beberapa faktor yang sangat penting agar sebuah klub memiliki ikatan yang kuat dengan fansnya, dengan warganya dimana kota tersebut menjadi home base. Klub yang sehat bukan hanya mengandalkan kekuatan kapital yang besar kemudian memobilisasi warga dan fans yang karbitan alias tidak organik untuk terlihat impresif tapi tidak mempunyai akar kebudayaan dan kekuatan lokal sejarah warganya.

Oleh sebab itu lahirnya Persiter kembali jika benar-benar terwujud maka pemilik klub tidak boleh egois dan arogan merasa dialah sendiri yang membangkitkan Persiter, merasa dialah sendiri pemilik klubnya tapi dengan kebesaran hati harus mengatakan bahwa Persiter adalah milik kita semua, ini adalah fondasi utama untuk kembali membangun Persiter, harus benar-benar diperhatikan fundamental yang sejak lama dipegang Persiter.

Membangun klub sepak bola yang memiliki keberlanjutan jangka panjang dan basis fans yang loyal (berakar kuat) bukan sekadar masalah menang atau kalah di lapangan, Persiter sejak awal telah mempunyai modal ini sehingga harus terus dipupuk. Secara akademis dan praktis, ada faktor-faktor struktural, sosiologis, dan manajemen yang menentukan hal ini.

Berikut adalah 5 faktor utama yang harus diperhatikan Persiter agar tidak bernasib sama dengan Malut United dan bisa sustainable :

1. Persiter tidak boleh melakukan komersialisasi yang berlebih dan kehilangan Identitas lokal.

‎Ketika sebuah klub sepak bola mengorbankan nilai-nilai tradisional, warna klub, logo, atau sejarah demi mengejar keuntungan pasar, naikan harga tiket nonton gila-gilaan mereka akan mengalami keretakan hubungan dengan basis fans lokal. Fans merasa tidak lagi memiliki keterikatan emosional dan menganggap klub hanya sebagai entitas bisnis dingin yang mengeksploitasi mereka. (Kerr, 2017). Pengosongan nilai-nilai lokal ini membuat identitas klub menjadi superfisial, sehingga ketika performa klub menurun, fans dengan mudah meninggalkan klub tersebut.

2.Kepemilikan yang tidak stabil dan manajemen finansial yang buruk.‎

Klub yang bergantung sepenuhnya pada suntikan dana satu figur pemilik atau korporasi tertentu tanpa membangun kemandirian finansial sangat rentan bubar. Jika pemilik tersebut kehilangan minat, bangkrut, atau tersandung kasus hukum, klub bisa langsung mengalami krisis finansial hebat hingga likuidasi (Lago et al., 2006).

Tanpa tata kelola keuangan yang sehat financial sustainability, klub tidak akan memiliki struktur jangka panjang yang bisa menjamin kelangsungan hidup mereka saat badai ekonomi datang.

3. Fenomena Franchise atau Relokasi Klub.

Ini yang dialami Malut United dan menjadi pelajaran berharga untuk Persiter. Di beberapa negara (termasuk dinamika sepak bola modern), sering terjadi akuisisi lisensi klub yang diikuti dengan perpindahan markas homebase ke kota lain demi keuntungan komersial instan atau dukungan politik lokal. Klub seperti ini tidak memiliki waktu untuk menumbuhkan aspek sosio-historis dengan masyarakat setempat.(Giulianotti, 2002). Fans tidak bisa diciptakan secara instan melalui selembar kertas legalitas; mereka membutuhkan memori kolektif yang tumbuh lintas generasi di wilayah geografis yang sama, ini yang telah dimiliki Persiter dan perlu dijaga bersama.

4. Kegagalan Membangun Komunitas dan Tata Kelola Inklusif.

Banyak klub baru atau klub hasil merger mengabaikan pentingnya pelibatan fans dalam pengambilan keputusan. Ketika fans diperlakukan murni sebagai “konsumen” (yang hanya bertugas membeli tiket dan jersei) dan bukan sebagai “stakeholder” atau bagian dari keluarga besar klub, loyalitas mereka menjadi sangat rapuh (Cleland, 2015). Klub yang menutup diri dari dialog dengan suporter akan gagal menciptakan rasa kepemilikan bersama.atau sense of belonging, yang merupakan fondasi utama akar rumput suporter.

5. Prestasi Instan Tanpa Fondasi Akademi dan Infrastruktur‎.

Klub yang dibangun hanya dengan membeli pemain bintang berbiaya mahal untuk mengejar prestasi instan cenderung berumur pendek. Ketika prestasi tersebut gagal diraih atau dana habis, klub akan runtuh karena tidak memiliki fondasi internal seperti akademi usia muda youth academy dan fasilitas yang mengikat talenta lokal serta kecintaan masyarakat sekitar. (Szymanski, 2015). Keberlanjutan sebuah klub sepak bola sangat bergantung pada efisiensi jangka panjang antara investasi infrastruktur fisik/sosial dengan hasil di lapangan, bukan sekadar belanja impulsif di bursa transfer.

Semoga dengan rencana kembalinya Persiter di kancah sepak bola tanah air 5 faktor fondasi ilmiah ini dapat menjadi perhatian untuk kita semua. Salam Rindu Kebangkitan Persiter !!!!

  • Penulis: M. Rusdy Namsa

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencabutan Status 3T Pulau Taliabu: Prestasi Administratif atau Tantangan Baru?

    Pencabutan Status 3T Pulau Taliabu: Prestasi Administratif atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Pencabutan status daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terhadap Kabupaten Pulau Taliabu tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Bagi pemerintah, keputusan tersebut dapat dimaknai sebagai bukti bahwa pembangunan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan sehingga daerah ini dinilai tidak lagi memenuhi kriteria sebagai daerah tertinggal. Namun, pertanyaan yang patut diajukan adalah: apakah perubahan status tersebut benar-benar […]

  • KEGAGALAN BIROKRASI DAN PENGKHIANATAN AMANAH PEMBANGUNAN

    KEGAGALAN BIROKRASI DAN PENGKHIANATAN AMANAH PEMBANGUNAN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Halmahera Barat yang semula digadang-gadang sebagai solusi utama atas keterbatasan fasilitas kesehatan, kini justru menjadi cermin buram wajah tata kelola pemerintahan daerah. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 42,9 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, proyek ini sejatinya membawa harapan besar bagi masyarakat yang selama ini hidup terisolasi […]

  • Tersangka Penipuan Umrah Rp2,5 Miliar Diringkus

    Tersangka Penipuan Umrah Rp2,5 Miliar Diringkus

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • 0Komentar

    Ternate — Linidaily.id Satuan Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara berhasil menangkap Asnawi Ibrahim, tersangka utama dugaan penipuan yang mengatasnamakan penyelenggaraan ibadah umrah melalui PT Beterevel Indonesia Perkasa. Penangkapan dilakukan tim Subdit III Jatanras di bawah pimpinan AKP Zulkifli Mahmud bersama IPDA Samsul Majid di Denpasar, Bali, pada Senin 24 Agustus 2026. Kabid Humas Polda […]

  • Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Linidaily.id Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi.Ahmad, menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan Kemah Raya dan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) IV Pemuda GMIH Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Lakukanlah untuk Kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31) ini berlangsung di Desa Tagalaya, Pulau Tagalaya, Kecamatan Tobelo, Rabu (1/7/2026). Dalam sambutannya, Dr. Kasman menegaskan […]

  • Material Diduga Limbah Cemari Pesisir Obi Utara, Warga Laporkan Kematian Ikan

    Material Diduga Limbah Cemari Pesisir Obi Utara, Warga Laporkan Kematian Ikan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Kemunculan material berwarna kecokelatan di sepanjang pesisir Pulau Obi Utara, Halmahera Selatan, memicu kekhawatiran masyarakat. Material yang menyebar di garis pantai hingga perairan dangkal itu diduga sebagai limbah dan dinilai telah mengganggu aktivitas warga pesisir. Warga setempat menilai material tersebut tidak menyerupai lumut alami, baik dari segi warna maupun bentuk. Selain itu, keberadaannya disebut semakin […]

  • KURIKULUM REMPAH

    KURIKULUM REMPAH

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    Wilayah-wilayah penghasil rempah di Indonesia, terutama di kawasan timur (seperti Maluku dan Maluku Utara), memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan dunia. Cengkih, dan pala, serta berbagai tanaman aromatik lainnya, bukanlah sekadar komoditas ekonomi, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakatnya. Ironisnya, banyak siswa SD, SMP, dan SMA yang hidup di wilayah rempah justru kurang memahami sejarah, […]

expand_less