Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

RAPOR HITAM BUAT BUPATI HALMAHERA SELATAN

  • account_circle Lutfi Abdulhak
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 75
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

(Logika Sesat Penghapus Beasiswa kuliah untuk Mahasiswa Halsel di luar daerah)

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan yang meniadakan program beasiswa bagi mahasiswa luar daerah pada tahun anggaran 2026 adalah sebuah ironi besar dan langkah mundur dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dalih tekanan fiskal dan keterlambatan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) pusat tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengorbankan masa depan pendidikan anak-anak Bumi Saruma. Ketika sebuah pemerintah daerah memutuskan untuk memangkas jaring pengaman pendidikan bagi mahasiswanya yang tengah berjuang di tanah rantau bahkan menyasar mereka yang berkuliah dekat di kota Ternate, pemda sebenarnya sedang “menembak” kepala generasinya sendiri.

Logika Efisiensi yang Salah Sasaran:

Secara teoritis, pengambil kebijakan di Halmahera Selatan terjebak dalam fiskal myopia atau kepicikan anggaran. Pemerintah daerah memandang alokasi fungsi pendidikan dan beasiswa sebagai “biaya” (cost) operasional jangka pendek yang bisa didepak kapan saja saat kas daerah seret. Padahal, dalam kacamata ekonomi publik, beasiswa bagi mahasiswa rantau adalah bentuk investasi modal manusia (human capital investment) yang paling murni.

Memutus beasiswa dengan alasan efisiensi anggaran di tengah belum pulihnya ruang fiskal mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyusun skala prioritas pembangunan. Mengapa harus sektor pendidikan yang dikorbankan paling pertama ketika DBH terhambat? Mengapa bukan belanja perjalanan dinas birokrasi, belanja seremonial, atau pengadaan proyek fisik yang tidak mendesak di pusat kabupaten yang dipangkas? Ketika anggaran dinas tetap mengalir lancar tetapi hak belajar mahasiswa miskin disumbat, di situlah letak ketimpangan nalar kekuasaan.

Keadilan Spasial dan Hak Anak Pulau:

Menempuh pendidikan tinggi di luar daerah bagi anak-anak Halmahera Selatan bukanlah sebuah gaya hidup atau kemewahan. Melainkan suatu keharusan akibat ketimpangan fasilitas pendidikan tinggi di dalam daerah. Kabupaten yang memiliki karakteristik kepulauan dengan ratusan pulau ini belum mampu menyediakan variasi program studi dan mutu perguruan tinggi yang merata di dalam wilayahnya sendiri. Walhasil, merantau ke Ternate atau ke luar Maluku Utara menjadi satu-satunya jalan memutus rantai kemiskinan keluarga.

Menurut Teori Keadilan Spasial (Spatial Justice), pemerintah berkewajiban melakukan intervensi guna menambal kerugian geografis yang dialami warganya. Mahasiswa asal pulau-pulau kecil di Halmahera Selatan memikul beban ganda: biaya transportasi laut yang mahal, biaya hidup di perantauan, dan tuntutan biaya kuliah yang kian mencekik. Penghapusan beasiswa ini otomatis memutus urat nadi perjuangan anak-anak petani dan nelayan di rantau. Dampak terburuknya sudah jelas: gelombang putus kuliah massal dan kepulangan mahasiswa ke kampung halaman tanpa menyandang gelar.

Mengancam Indikator Makro Daerah:

Kebijakan yang diambil di bawah kepemimpinan Bupati Bassam Kasuba ini juga kontradiktif dengan target jangka panjang daerah. Berdasarkan data makro, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Halmahera Selatan masih terus berjuang merangkak naik, di mana sektor pendidikan sering kali menjadi penahan laju utamanya. Bagaimana mungkin daerah berharap bisa bersaing secara global atau melahirkan pemimpin masa depan jika keran pengetahuan untuk mencetak sarjana-sarjana baru justru disumbat oleh pemerintahnya sendiri?

Pemerintah daerah mengklaim memiliki komitmen untuk mendorong kembali beasiswa ini jika keuangan daerah membaik. Namun, dunia pendidikan tidak bekerja seperti sakelar lampu yang bisa dimatikan dan dihidupkan sesuka hati. Mahasiswa di luar daerah menghadapi tagihan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya sewa tempat tinggal yang jatuh tempo setiap semester. Menunda bantuan satu tahun anggaran sama saja dengan memaksa mereka keluar dari sistem akademik. Ketika mereka drop-out, kerugian sosial dan intelektual daerah tidak akan pernah bisa digantikan oleh pulihnya DBH di tahun-tahun mendatang.

Menagih Tanggung Jawab Konstitusional:

Pendidikan adalah hak dasar yang dijamin oleh konstitusi, dan mandat 20 persen anggaran pendidikan bukan sekadar angka di atas kertas APBD. Pemda Halmahera Selatan tidak boleh berlindung di balik tameng “kebijakan pusat” atau “kondisi keuangan tidak stabil” untuk memaklumi kegagalan pemenuhan hak warganya. Jika tata kelola keuangan daerah dikelola secara transparan dan akuntabel, defisit anggaran akibat keterlambatan DBH seharusnya bisa dimitigasi tanpa menyentuh pos anggaran vital mahasiswa.

Langkah peniadaan ini menunjukkan watak birokrasi yang enggan berinovasi. Jika ruang fiskal daerah tertekan, pemerintah daerah semestinya membangun kolaborasi strategis dengan sektor privat, mengoptimalkan dana tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan tambang besar yang beroperasi di wilayah Halmahera Selatan, atau merancang skema bantuan pendidikan afirmasi yang lebih selektif dan tepat sasaran. Menghapus total bantuan secara sepihak adalah jalan pintas yang malas dan tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan: Menolak Rapor Hitam Sumber Daya Manusia

Kebijakan menghentikan beasiswa luar daerah pada tahun anggaran 2026 adalah rapor hitam bagi komitmen literasi dan pendidikan di Bumi Saruma. Ini adalah bentuk pengabaian terstruktur yang mencederai asa generasi muda. Membiarkan mahasiswa Halmahera Selatan kelaparan dan terlunta-lunta di tanah rantau akibat hilangnya subsidi daerah adalah dosa sejarah yang akan dibayar mahal dengan mundurnya kualitas peradaban daerah di masa depan.

Sebelum dampaknya menjadi bola salju yang merusak struktur sosial masyarakat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan harus segera membatalkan kebijakan sesat ini. Lakukan rasionalisasi anggaran pada sektor-sektor non-prioritas yang bersifat konsumtif, kembalikan alokasi beasiswa luar daerah, dan selamatkan kepala serta masa depan generasi emas Halmahera Selatan dari kehancuran dini.

  • Penulis: Lutfi Abdulhak

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolam Air Mancur di Landmark Ternate Ditimbun Sementara: Alasan Keamanan dan Persiapan JKPI

    Kolam Air Mancur di Landmark Ternate Ditimbun Sementara: Alasan Keamanan dan Persiapan JKPI

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE -LiniDaily.id. Pemerintah Kota Ternate mulai menimbun kolam air mancur yang berada di kawasan Landmark. Langkah ini diambil mengingat fasilitas tersebut sudah lama tidak berfungsi. Sekretaris Daerah Kota Ternate menyampaikan bahwa penimbunan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum atas arahan Wali Kota. Keputusan ini diambil saat meninjau lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu tempat […]

  • Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TIMUR – Dugaan praktik jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Halmahera Timur kembali menyita perhatian publik. Persoalan yang sebelumnya dianggap sebatas polemik perizinan kini mulai dipandang sebagai persoalan serius yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan, pengelolaan sumber daya alam, hingga dugaan tindak pidana korupsi. Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang […]

  • KAGAMA Maluku Utara Bersinergi dengan FK-KMK UGM Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Kota Tidore Kepulauan

    KAGAMA Maluku Utara Bersinergi dengan FK-KMK UGM Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Kota Tidore Kepulauan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar

    TIDORE KEPULAUAN — Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Maluku Utara bersinergi dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan. Bakti sosial ini mulai dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Rumah Sakit Daerah Kota […]

  • Paradoks Pendidikan Nusantara: Ketika Yogyakarta Kehilangan Siswa dan Maluku Utara Menghitung Kebutuhan

    Paradoks Pendidikan Nusantara: Ketika Yogyakarta Kehilangan Siswa dan Maluku Utara Menghitung Kebutuhan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • 0Komentar

    Fenomena yang terjadi di D.I. Yogyakarta beberapa waktu terakhir menciptakan ironi tajam dalam peta pendidikan nasional. Puluhan sekolah negeri di wilayah ini mengalami kekurangan siswa yang signifikan, bahkan mencapai ribuan siswa dibandingkan kapasitas ideal. Sementara itu, di ujung timur Indonesia, Maluku Utara justru tengah berjuang memenuhi laju pertumbuhan kebutuhan pendidikan akibat eksplosivitas pembangunan dan populasi. […]

  • Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    Hukum pidana dibangun di atas satu fondasi yang tidak dapat ditawar: negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terlebih kepada anak yang menjadi korban tindak pidana. Ketika perlindungan itu tertunda, yang sesungguhnya sedang mengalami kemunduran bukan hanya nasib satu perkara, melainkan wibawa negara sebagai penjamin keadilan. Dalam konteks inilah penanganan dugaan tindak pidana […]

  • Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman. Foto: Wikipedia

    Usai Serah Terima Jabatan, Kapolda Arif “Janji” Tuntaskan Konflik Patani Barat

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    Lapangan Catur Prasetya Polda Maluku Utara Sabtu (23/5/2026), sedikit berbeda dari biasanya. Rupanya sedang berlangsung Welcome and Farewell Parade pergantian Kapolda Maluku Utara dari Irjen Pol. Waris Agono kepada Brigjen Pol. Arif Budiman. Pergantian pucuk pimpinan POLDA Maluku Utara tersebut ditandai penyerahan Pataka “Fodudara Ngon Moi-Moi”, simbol kehormatan dan tongkat estafet kepemimpinan dalam tubuh POLDA […]

expand_less