Usai Serah Terima Jabatan, Kapolda Arif “Janji” Tuntaskan Konflik Patani Barat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman. Foto: Wikipedia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lapangan Catur Prasetya Polda Maluku Utara Sabtu (23/5/2026), sedikit berbeda dari biasanya. Rupanya sedang berlangsung Welcome and Farewell Parade pergantian Kapolda Maluku Utara dari Irjen Pol. Waris Agono kepada Brigjen Pol. Arif Budiman.
Pergantian pucuk pimpinan POLDA Maluku Utara tersebut ditandai penyerahan Pataka “Fodudara Ngon Moi-Moi”, simbol kehormatan dan tongkat estafet kepemimpinan dalam tubuh POLDA Maluku Utara berjalan lancer, penuh khidmat.
Pataka “Fodudara Ngon Moi-Moi” menurut Irjen Pol. Waris Agono saat memberikan sambutan, bukan sekadar lambang institusi, namun mengandung makna filosofi persaudaraan, kebersamaan dan soliditas yang menjadi roh pengabdian personel Polda Maluku Utara dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam pataka tersebut harus terus dijaga dan diwariskan sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Pataka tersebut juga sebagai simbol kehormatan, tanggung jawab dan kebersamaan seluruh anggota Polda Maluku Utara dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Irjen Pol. Waris Agono yang akan memasuki masa pensiun mengatakan hubungan silaturahmi dengan keluarga besar Polda Maluku Utara akan tetap terjalin erat.
Sementara Kapolda Maluku Utara yang baru, Brigjen Pol. Arif Budiman menegaskan penyerahan pataka tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, tantangan Polri ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan soliditas dan komitmen seluruh personel dalam menjaga marwah institusi.
Brigjen Arif juga mengajak seluruh anggota Polda Maluku Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga disiplin, memperkuat solidaritas internal dan membangun budaya kerja yang profesional.
Dia juga berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tercipta situasi aman dan kondusif seraya meminta dukungan semua pihak agar program-program kepolisian dapat berjalan maksimal demi ketentraman dan kemajuan daerah.
Perhatian serius Polda Maluku Utara saat ini menurutnya, adalah penanganan kasus dugaan pembunuhan di Kabupaten Halmahera Tengah yang memicu ketegangan antarwarga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat.
Dia memastikan memastikan Kepolisian akan bergerak maksimal dalam menyelesaikan persoalan tersebut agar situasi keamanan kembali kondusif dan masyarakat tidak terprovokasi.
“Insya Allah kita maksimalkan untuk menyelesaikan kasus tersebut. Intinya, saya sebagai Kapolda baru akan melanjutkan hal-hal yang belum selesai,” katanya sambil berharap seluruh masyarakat Maluku Utara tetap menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh isu provokatif, serta mempercayakan proses penanganan kasus kepada aparat kepolisian.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar