Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

HMI FISIP UMMU Gelar Aksi Refleksi Hari Lahir Pancasila: Soroti Krisis Keadilan di Maluku Utara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar aksi refleksi Hari Lahir Pancasila di depan Kantor Wali Kota Ternate, pada Senin, 1 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, HMI Komisariat FISIP UMMU mengangkat isu “Maluku Utara Krisis Keadilan”. Tema ini dipilih sebagai penegasan bahwa kondisi sosial dan pemerintahan di Provinsi Maluku Utara saat ini dinilai sedang mengalami kemunduran dalam penegakan keadilan bagi masyarakat luas.

Ketua Umum HMI Komisariat FISIP UMMU Ternate, Hakim Hi Sale, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dari serangkaian aksi refleksi yang akan dilakukan oleh pengurus periode 2026–2027.

“Ini adalah awal dari gerakan pengawalan kebijakan dan aspirasi masyarakat yang akan kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Hakim.

Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, HMI menyampaikan tujuh tuntutan tegas kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, serta pemerintah kabupaten/kota se-Maluku Utara, antara lain:

  • Mengungkap aktor di balik kasus pembegalan di Kota Ternate secara transparan dan bertanggung jawab.
  • Membatasi keberadaan tenaga kerja asing serta memprioritaskan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja lokal.
  • Mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak sesuai aturan dan merugikan lingkungan di wilayah Maluku Utara.
  • Melakukan evaluasi kinerja terhadap Direktur Utama RSUD Chasan Boesorie guna perbaikan pelayanan kesehatan.
  • Mengungkap pelaku dan motif kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah Halmahera Tengah dan Halmahera Timur.
  • Meminta Pemerintah Kota Ternate segera menghadirkan solusi konkret dan pasti bagi para pedagang di Pasar Gamalama.7. Menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivis lingkungan yang memperjuangkan kelestarian alam.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Sofyan Z. Selang, menegaskan kegiatan ini merupakan alarm penting bagi seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Pemerintah diminta segera menyadari dan menyelesaikan berbagai persoalan yang menumpuk di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kota Ternate dan daerah sekitarnya.

Di akhir aksi, HMI Komisariat FISIP UMMU menyatakan komitmennya untuk terus mengawal setiap permasalahan yang terjadi di Provinsi Maluku Utara. Mereka juga menuntut secara tegas kepada pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar menyelesaikan setiap masalah yang ada dengan cepat, tepat, dan berkeadilan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Kota Baru Jadi Sumber Pungutan Ilegal, Nama Pegawai Disperindag dan Satpol-PP Diselidiki

    Pasar Kota Baru Jadi Sumber Pungutan Ilegal, Nama Pegawai Disperindag dan Satpol-PP Diselidiki

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Ternate kini telah mencatat identitas sejumlah pegawai Pemerintah Kota Ternate yang terseret dalam dugaan pelanggaran pemanfaatan lahan milik daerah di Pasar Kota Baru, Kecamatan Ternate Selatan. Kasus ini bermula dari laporan dugaan praktik pungutan liar terkait pengelolaan lapak di pasar tersebut. Berdasarkan informasi […]

  • Dugaan Korupsi Perjadin Rp26,3 Miliar, Polda Mulai “Koro”  Satu Persatu

    Dugaan Korupsi Perjadin Rp26,3 Miliar, Polda Mulai “Koro” Satu Persatu

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ternate, Linidaily.id Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Maluku Utara resmi memulai tahap pemanggilan dan klarifikasi terkait dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas Sekretariat DPRD Kota Ternate senilai Rp26.396.446.700 dari APBD 2024–2025. Langkah ini menandai penyelidikan memasuki fase pengumpulan keterangan langsung dari pihak-pihak terkait. Pada Senin (10/8/2026), sekitar pukul 14.55 WIT, dua penyidik mendatangi Kantor DPRD Kota […]

  • Rahmatan lil-‘âlamîn dan Masa Depan Ekologi Halmahera Timur

    Rahmatan lil-‘âlamîn dan Masa Depan Ekologi Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • 0Komentar

    Kerusakan ekologis sering kali tidak datang tiba-tiba dan begitu saja. Tapi perlahan, nyaris sunyi. Hingga kita terbiasa melihatnya sebagai bagian dari kehidupan seharihari yang lazim dan biasa saja. Dan tampaknya itulah yang sedang terjadi di sini, di Halmahera Timur ini. Tak perlu mengambil contoh di hutan Papua atau Amazon di Brazil. Tapi lihatlah setiap kali […]

  • Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TIMUR – Dugaan praktik jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Halmahera Timur kembali menyita perhatian publik. Persoalan yang sebelumnya dianggap sebatas polemik perizinan kini mulai dipandang sebagai persoalan serius yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan, pengelolaan sumber daya alam, hingga dugaan tindak pidana korupsi. Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang […]

  • Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Krisis ekologis di wilayah kepulauan kini tidak lagi sekadar dipahami sebagai isu kerusakan lingkungan, melainkan telah menjadi tantangan serius yang berdampak langsung pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah situasi ini, perspektif perempuan dinilai sangat penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu […]

  • Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    Penundaan Penanganan Perkara Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Inprosedural

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    Hukum pidana dibangun di atas satu fondasi yang tidak dapat ditawar: negara wajib hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara, terlebih kepada anak yang menjadi korban tindak pidana. Ketika perlindungan itu tertunda, yang sesungguhnya sedang mengalami kemunduran bukan hanya nasib satu perkara, melainkan wibawa negara sebagai penjamin keadilan. Dalam konteks inilah penanganan dugaan tindak pidana […]

expand_less