Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pasar Kota Baru Jadi Sumber Pungutan Ilegal, Nama Pegawai Disperindag dan Satpol-PP Diselidiki

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE – Linidaily.id Tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Ternate kini telah mencatat identitas sejumlah pegawai Pemerintah Kota Ternate yang terseret dalam dugaan pelanggaran pemanfaatan lahan milik daerah di Pasar Kota Baru, Kecamatan Ternate Selatan.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan praktik pungutan liar terkait pengelolaan lapak di pasar tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, oknum yang tidak berwenang diduga menyewakan lahan milik Pemkot kepada pedagang dengan tarif yang beragam, namun uang hasil sewa tersebut sama sekali tidak disetorkan ke kas daerah maupun kas negara dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Dua Instansi Kunci Menjadi Sasaran DalamiKasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bakry Syahruddin, membenarkan bahwa timnya telah memanggil dan mendengarkan keterangan berbagai pihak terkait. Mulai dari pedagang yang menyewa tempat, hingga pihak yang diduga menerima pembayaran maupun mengelola penyewaan lahan tersebut.

“Kami sedang mendalami peran beberapa dinas, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satpol-PP. Nama-nama pegawai dari kedua instansi itu sudah kami panggil untuk dimintai keterangan,” jelas AKP Bakry Syahruddin di ruang kerjanya, Senin (6/7/2026).

Selain dugaan pungutan liar, penyidik juga menyoroti dugaan sikap membiarkan dari aparat berwenang. Diduga kuat, instansi terkait sebenarnya mengetahui bahwa lahan tersebut dimanfaatkan secara ilegal tanpa izin resmi dan tanpa menyetor retribusi, namun tidak ada langkah penertiban maupun tindakan hukum yang diambil selama ini.

Proses Berjalan, Aktivitas Pasar Masih NormalHingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung aktif di lingkup Unit Tipikor untuk memastikan fakta dan tanggung jawab masing-masing pihak. Sementara itu, pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas jual beli di sejumlah lapak masih berjalan seperti biasa, belum ada langkah penertiban yang dilakukan sementara proses hukum belum selesai.

Pihak kepolisian berjanji akan mengungkap kasus ini secara transparan dan menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar aturan pengelolaan aset daerah.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Jajaran Reserse Hingga Pucuk Pimpinan Bhayangkara

    Dari Jajaran Reserse Hingga Pucuk Pimpinan Bhayangkara

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    Biografi Kapolri Suyudi Ario Seto Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Sejak muda, ia telah menetapkan langkah untuk mengabdi pada negeri melalui jalur kepolisian. Pilihan itu mengantarkannya lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1994, menandai dimulainya perjalanan panjang pengabdiannya di Korps Bhayangkara yang kini telah menapaki lebih dari tiga dekade. […]

  • Di Mana Gubernur saat Hutan Maluku Utara Membara?

    Di Mana Gubernur saat Hutan Maluku Utara Membara?

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • 0Komentar

    Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan perbatasan Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, hingga Halmahera Selatan bukan sekadar bencana alam biasa. Ini adalah jeritan ekologis sekaligus potret kelam penderitaan masyarakat Maluku Utara yang harus menghirup asap pekat dan menyaksikan ruang hidup mereka perlahan musnah dilahap api. Namun, di tengah situasi kritis yang merenggut ketenangan […]

  • Proyek LNG Blok Masela: Harapan Besar, Tantangan Keadilan Bagi Maluku

    Proyek LNG Blok Masela: Harapan Besar, Tantangan Keadilan Bagi Maluku

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ambon, Linidaily.id. Dimulainya kembali pembangunan proyek LNG Abadi Blok Masela menyulut harapan baru bagi masyarakat Provinsi Maluku. Dengan nilai investasi mencapai puluhan miliar dolar AS, proyek ini diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang lapangan kerja luas, serta menambah pendapatan negara secara signifikan. Namun di tengah gelombang optimisme tersebut, muncul pertanyaan mendasar yang kerap […]

  • LKBHMI Cabang Ternate Tindak Lanjut Melalui Dialog Publik “Orang Malut Bicara Maluku Utara”

    LKBHMI Cabang Ternate Tindak Lanjut Melalui Dialog Publik “Orang Malut Bicara Maluku Utara”

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id Caffe Rotasi, Kelurahan Kalumata, pada Jumat malam (3/7/2026) pukul 20.30 WIT, puluhan orang berkumpul bukan untuk menikmati secangkir kopi semata. Mereka datang membawa keresahan yang sama: bagaimana masa depan Maluku Utara harus dibangun di tengah melimpahnya kekayaan alam yang belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyatnya. Keresahan itu kemudian dipertemukan dalam sebuah dialog […]

  • Mantan Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Korupsi Istana Daerah Rp17,5 Miliar

    Mantan Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus Resmi Ditahan Terkait Korupsi Istana Daerah Rp17,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Linidaily.id Komitmen Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dalam menindak tegas kasus korupsi kembali dibuktikan. Hari ini, Jumat (26/6/2026), Aliong Mus yang menjabat Bupati Pulau Taliabu selama dua periode resmi ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan terkait dugaan penyimpangan proyek pembangunan Istana Daerah senilai Rp17,5 miliar. Anggaran proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah […]

  • Waspadai Pemimpin Bertopeng

    Waspadai Pemimpin Bertopeng

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    KEPEMIMPINAN publik kerap kali tampil dengan wajah ganda. Di depan panggung publik terlihat santun, moralis, humanis, dan seolah pro rakyat (populis). Tapi, di balik layar ia angkuh, arogan, diskriminatif, dan sadisnya membunuh harapan-harapan rakyatnya sendiri. Bengis, nir kepekaan sosial. Sukar dipungkiri bahwa pemimpin memiliki ‘’wajah’’ ganda. Artinya, rakyat sebagai pemberi mandat kekuasaan harus mengerti hal […]

expand_less