Dari Jajaran Reserse Hingga Pucuk Pimpinan Bhayangkara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suyudi Ario Seto, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Foto: antara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Biografi Kapolri Suyudi Ario Seto
Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Sejak muda, ia telah menetapkan langkah untuk mengabdi pada negeri melalui jalur kepolisian. Pilihan itu mengantarkannya lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 1994, menandai dimulainya perjalanan panjang pengabdiannya di Korps Bhayangkara yang kini telah menapaki lebih dari tiga dekade.
Langkah awal karier ditempuhnya di jajaran Brimob, tepatnya sebagai Perwira Pertama Pusat Brigade Mobil pada 1995, kemudian menjabat Komandan Peleton dan berlanjut hingga memegang kendali kompi. Namun ketajamannya dalam membaca jejak peristiwa dan menyusun strategi penyidikan mengarahkan bakatnya ke bidang reserse kriminal. Ia melangkah dari jabatan-jabatan di tingkat paling bawah — mulai dari Kepolisian Sektor, Kepala Satuan Reserse Kriminal, hingga Kepala Unit Jatanras — mengasah kemampuan langsung di tengah dinamika masyarakat dan kompleksitas perkara yang ditangani.
Pengalaman memimpin wilayah pun dijalaninya dengan beragam tantangan. Ia pernah menjabat Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat. Di setiap tempat, ia dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan lapangan dan menguasai langsung jalannya penyidikan. Langkahnya terus menanjak: menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Wakil Direktur Tindak Pidana Siber di Bareskrim Polri, kemudian Wakapolda Metro Jaya, serta Polda Banten sebagai Kepala Polda.
Pada Agustus 2025, ia dipercaya memegang tampuk pimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN). Di lembaga ini, ia tampil tegas membongkar jaringan peredaran narkotika berskala internasional, memperkuat koordinasi antar-lembaga, dan memperketat pengawasan di seluruh jajaran. Kepercayaan yang diberikan kepadanya semakin kokoh hingga akhirnya dipilih sebagai calon pemimpin tertinggi kepolisian, melewati proses uji kelayakan dan kepatutan di Dewan Perwakilan Rakyat sebelum diserahkan kepada Presiden.
Pada Rabu, 1 Oktober 2026, momen bersejarah terwujud. Suyudi Ario Seto resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), mengemban amanah dengan pangkat Jenderal Polisi, menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di hadapan pimpinan negara, para menteri, Panglima TNI, serta pejabat tinggi lainnya, ia mengucapkan sumpah jabatan dengan khidmat.
Dalam pernyataan pertamanya setelah dilantik, Suyudi menegaskan akan melakukan konsolidasi menyeluruh guna memperkokoh kepercayaan rakyat. Hukum harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu; pelayanan kepada masyarakat diperbaiki agar lebih responsif; kebersamaan dengan TNI dan seluruh elemen bangsa diperkuat demi menjaga persatuan dan keamanan di seluruh penjuru negeri.
Lelaki yang menyandang gelar sarjana ilmu kepolisian, sarjana hukum, magister sains, serta doktor kehormatan bidang hukum ini kini berdiri di garis terdepan. Ia membawa bekal pengalaman dari setiap sudut jajaran kepolisian — dari barisan paling depan di lapangan hingga ruang pimpinan tertinggi — dengan satu tujuan: menjadikan Polri sebagai rumah yang aman dan dipercaya oleh seluruh rakyat Indonesia.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar