Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Transformasi IAIN Ternate Menuju UIN : 60 Tahun Mengabdi

  • account_circle Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag., M.Pd
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Enam puluh tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan jejak panjang pengabdian. Sejak berdiri tahun 1965, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate telah menjadi mercusuar pendidikan Islam di kawasan Timur Indonesia.

Dari rahim lembaga ini lahir ribuan guru, dai, birokrat, akademisi, hingga pemimpin masyarakat yang mengabdi di Maluku Utara dan berbagai daerah Nusantara. Kini, pada momentum Dies Natalis ke-60, IAIN Ternate berdiri di ambang sejarah baru. Bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah.

Transformasi tersebut bukan sekadar perubahan nama institusi, melainkan perubahan paradigma keilmuan, tata kelola, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Selama enam dekade, kampus ini telah melewati tiga fase penting. Menjadi bagian dari IAIN (filial) Alauddin Ujung Pandang, Fakultas Tarbiyah, berubah menjadi STAIN Ternate pada 1997, lalu beralih menjadi IAIN Ternate pada 2014.

Setiap fase menunjukkan kemampuan lembaga beradaptasi terhadap tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat Maluku Utara.

Perubahan kelembagaan, dalam pendidikan, merupakan proses institusionalisasi yang memperluas fungsi sosial perguruan tinggi. Universitas menurut Burton R. Clark (1983), tidak hanya bertugas mentransmisikan ilmu, tetapi juga menjadi pusat produksi pengetahuan dan agen perubahan sosial.

Karena itu, transformasi IAIN menuju UIN Sultan Baabullah, berarti memperluas mandat akademik dari pendidikan keagamaan menuju integrasi ilmu-ilmu agama, sains, teknologi, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

Indonesia dan Maluku Utara hari ini menghadapi tantangan yang kompleks.

Di satu sisi, negeri dan provinsi ini menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi nasional melalui industri pertambangan nikel. Namun di sisi lain, ketimpangan sosial, kerusakan lingkungan, konflik agraria, dan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan besar.

Kehadiran UIN Sultan Baabullah diharapkan menjadi jawaban akademik atas persoalan tersebut dengan membuka disiplin ilmu baru yang relevan terhadap kebutuhan daerah.

Menteri Agama bahkan mendorong pengembangan program studi berbasis kebutuhan Maluku Utara, termasuk bidang teknik pertambangan dan penguatan pembangunan di Sofifi sebagai ibu kota provinsi.

Nama Sultan Baabullah sendiri mengandung makna historis yang mendalam.

Ia bukan hanya penguasa Kesultanan Ternate abad ke-16, tetapi simbol kedaulatan, ilmu pengetahuan, dan perlawanan terhadap kolonialisme.

Menjadikan namanya sebagai identitas UIN Sultan Baabullah berarti meneguhkan karakter kampus yang berakar pada sejarah lokal namun berpandangan global.

Identitas ini penting, agar modernisasi pendidikan tidak tercerabut dari kebudayaan masyarakat kepulauan.

Perjalanan menuju UIN Sultan Baabullah tentu tidak berlangsung mudah. Salah satu tantangan terbesar ialah pemenuhan persyaratan kelembagaan, mulai dari jumlah mahasiswa, penguatan sumber daya dosen, hingga peningkatan akreditasi program studi.

Dalam beberapa tahun terakhir, IAIN Ternate berhasil membuka Program Doktor, memperbanyak program studi berakreditasi Unggul, serta memperkuat kapasitas guru besar sebagai fondasi kualitas akademik.

Upaya tersebut menjadi modal utama dalam memenuhi standar transformasi perguruan tinggi keagamaan negeri.

Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, pernah menegaskan, transformasi menjadi UIN Sultan Baabullah merupakan tanggung jawab moral kepada sivitas akademika dan masyarakat Maluku Utara.

Baginya, perubahan status bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut juga memperoleh dukungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam yang memasukkan IAIN Ternate dalam skema prioritas transformasi PTKIN menuju UIN periode pembangunan nasional.

Secara konseptual, gagasan integrasi ilmu yang menjadi ruh UIN Sultan Baabullah, memiliki landasan kuat dalam pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas.

Al-Attas menegaskan, krisis pendidikan modern muncul ketika ilmu dipisahkan dari nilai dan adab, sehingga universitas Islam harus mengintegrasikan pengetahuan dengan pembentukan manusia yang berakhlak (Al-Attas, 1995).

Dengan demikian, UIN Sultan Baabullah tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial.

Era masyarakat jaringan menuntut universitas menjadi simpul inovasi yang menghubungkan pengetahuan, teknologi, pemerintah, dan masyarakat (Castells, 2010).

UIN Sultan Baabullah dalam konteks Maluku Utara, memiliki peluang besar menjadi pusat riset kepulauan, mitigasi bencana, ekonomi maritim, rempah, keberagaman budaya, hingga transisi energi yang berkeadilan.

Posisi geografis Maluku Utara sebagai provinsi kepulauan justru dapat menjadi keunggulan komparatif dalam menghasilkan pengetahuan yang khas Indonesia Timur.

Karena itu, perayaan 60 tahun IAIN Ternate sejatinya adalah perayaan harapan.

Harapan para pendiri yang meletakkan batu pertama pendidikan Islam di tanah Moloku Kie Raha; harapan para dosen yang mengabdikan hidupnya di ruang-ruang kuliah; harapan para alumni yang membawa nama baik almamater di berbagai profesi; dan harapan generasi muda yang mendambakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah unggul di negerinya sendiri.

Transformasi menuju UIN Sultan Baabullah adalah ikhtiar kolektif. Ia memerlukan dukungan pemerintah, masyarakat, alumni, dunia usaha, dan seluruh sivitas akademika. Sebab universitas besar tidak dibangun oleh gedung semata, tetapi oleh gagasan, tradisi ilmiah, dan semangat pengabdian yang diwariskan lintas generasi.

60 tahun telah membuktikan, IAIN Ternate bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan rumah peradaban.

Kini saatnya melangkah lebih jauh. Dari kampus yang mengabdi menjadi UIN Sultan Baabullah yang memimpin perubahan bagi Maluku Utara, Indonesia Timur, dan dunia Islam.

  • Penulis: Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag., M.Pd

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spensa Expo Tumbuhkan Kreativitas Siswa

    Spensa Expo Tumbuhkan Kreativitas Siswa

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Cara Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 untuk mendorong kreativitas siswa bisa di tiru oleh SMP lain. Membuat Expo. Rabu, 17 Juni 2026 SPENSA EXPO 2026 resmi di helat. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari. Rabu dan Kamis berlangsung di Sekolah.Menurut Kepala Sekolah, Hj. Endang Hermanto, kegiatan Expo ini dimaksudkan untuk menumbuhkan […]

  • UMMU Resmi Buka Program Magister Pedagogi, Perkuat Pengembangan Pendidikan di Maluku Utara

    UMMU Resmi Buka Program Magister Pedagogi, Perkuat Pengembangan Pendidikan di Maluku Utara

    • calendar_month 44 menit yang lalu
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) resmi memperoleh izin pembukaan Program Studi Pedagogi Program Magister dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Izin tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1182/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Kepastian pembukaan program studi tersebut disampaikan melalui surat […]

  • Pemkab Halmahera Utara Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting

    Pemkab Halmahera Utara Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus menunjukkan keseriusan dan memperkuat komitmennya dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Halmahera Utara yang berlangsung di Ruang Meeting Fredy Tjandua, pada Senin (25/5/2026). Rapat koordinasi strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. […]

  • Dari Semangkuk Bubur Manado, Lahir Gagasan Besar untuk Pangan Maluku Utara

    Dari Semangkuk Bubur Manado, Lahir Gagasan Besar untuk Pangan Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    Ternate 18 Juni 2026!. Kamis pagi itu udara Ternate terasa segar. Di sudut warung Bubur Manado yang berdiri tak jauh dari pagar Stadion Gelora Kieraha, enam orang duduk mengelilingi meja kayu sederhana. Uap panas mengepul dari mangkuk-mangkuk bubur yang baru disajikan, sementara percakapan di antara mereka perlahan mengalir, dari basa-basi pagi hari menuju sesuatu yang […]

  • HMI FISIP UMMU Gelar Aksi Refleksi Hari Lahir Pancasila: Soroti Krisis Keadilan di Maluku Utara

    HMI FISIP UMMU Gelar Aksi Refleksi Hari Lahir Pancasila: Soroti Krisis Keadilan di Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) menggelar aksi refleksi Hari Lahir Pancasila di depan Kantor Wali Kota Ternate, pada Senin, 1 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, HMI Komisariat FISIP UMMU mengangkat isu “Maluku Utara Krisis Keadilan”. Tema ini dipilih sebagai penegasan bahwa […]

  • Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri. Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari […]

expand_less