Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Banyak Proyek Mangkrak; Masyarakat Tagih Janji Bupati Taliabu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Harapan besar masyarakat Pulau Taliabu terhadap sosok pemimpin muda, cerdas, dan berpendidikan tinggi yang diwakili Bupati Salsabila Mus atau akrab disapa Sasha, kini perlahan runtuh berubah menjadi kekecewaan mendalam.

Sosok yang sebelumnya dielu-elukan, bahkan disebut-sebut sebagai lulusan pendidikan luar negeri, kini kian dipertanyakan kualitas kepemimpinannya setelah resmi memimpin daerah ini berpasangan dengan Wakil Bupati La Ode Yasir.

Saat masa kampanye lalu, Sasha tampil penuh keyakinan dan menyuarakan narasi perubahan yang menggiurkan.

Ia bahkan sempat berjanji tegas akan menetap di Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, agar bisa hidup dekat dengan rakyat, memahami langsung persoalan dari akar rumput, serta memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Namun nyatanya, janji manis itu kini seolah menguap begitu saja.

Realitasnya, yang terjadi ibarat jauh panggang dari api. Saat ini justru banyak warga menilai Bupati lebih sering menghabiskan waktunya di Jakarta ketimbang berada di daerah untuk memimpin dan bekerja. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar; apakah Bupati serius membawa perubahan?

Masyarakat terpaksa menelan pil pahit; harapan yang tinggi perlahan berubah menjadi ketidakpercayaan, sementara arah pembangunan daerah belum terlihat jelas dan berbagai persoalan mendasar masih menggantung tak terselesaikan.

JALAN RUSAK & JEMBATAN TAK TUNTAS

Kondisi infrastruktur yang buruk menjadi bukti paling nyata dan keluhan utama warga. Salah satu yang paling disorot adalah akses jalan pegunungan menuju Desa Kawalo. Hingga kini, jalan tersebut belum juga tuntas diperbaiki, padahal kondisi jalan yang rusak dan berbahaya itu pernah memakan korban kecelakaan. Lambatnya penanganan pemerintah daerah dinilai membiarkan keselamatan pengguna jalan terancam setiap hari.

Belum jauh dari situ, nasib Pembangunan Jembatan Fangahu pun tak kalah memprihatinkan. Proyek strategis ini hingga saat ini pengerjaannya masih setengah hati, baru diselesaikan pada sebagian kecil badan jalan, dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang pasti. Warga pun cemas, bertanya-tanya: apakah proyek penting ini bakal kembali terancam mangkrak seperti proyek-proyek sebelumnya?

Ironisnya, di tengah tumpukan pekerjaan rumah yang belum selesai itu, pemerintah daerah justru dinilai lebih sibuk menggelar kegiatan seremonial dan acara simbolis yang gencar dipublikasikan di media sosial.

Sementara itu, janji-janji kampanye yang dulu disampaikan dengan lantang dan penuh semangat, kini masih menjadi harapan kosong yang menunggu realisasi.

Situasi ini makin dipertegas dengan informasi yang beredar di masyarakat, bahwa sejumlah kemajuan dan pembangunan strategis di wilayah Taliabu Selatan—termasuk upaya penyalaan jaringan listrik—justru lebih banyak diperjuangkan melalui komunikasi dan kerja keras salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Daerah Pemilihan V bersama pihak terkait.

Fakta ini membuat warga mulai menilai sendiri, siapa sosok yang benar-benar turun tangan bekerja dan berjuang demi kepentingan daerah, dan siapa yang hanya sibuk tampil di depan kamera.

Muncul pertanyaan dalam masyarakat: siapa sebenarnya yang menjadi kiblat dan penentu arah kebijakan pemerintahan sang Bupati Sasha? Sebab, pemimpin muda ini dinilai masih terlihat bingung, linglung, dan belum memiliki visi serta arah pembangunan yang jelas.

Padahal, usia muda dan latar pendidikan tinggi di luar negeri seharusnya menjadi modal besar untuk melahirkan kepemimpinan yang progresif, berani, dan berpihak sepenuhnya kepada rakyat, bukan malah membuat warga terus menunggu tanpa kepastian.

EMPAT PROYEK MENJADI MONUMEN KEGAGALAN (?)

Bukan hanya masalah jalan dan jembatan, warisan proyek terbengkalai dari masa pemerintahan sebelumnya pun kini menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Bupati Sasha. Empat proyek besar yang letaknya di pusat Kota Bobong menjadi saksi bisu kegagalan pengelolaan pembangunan, yaitu: Gedung Ruang Tunggu, Gedung TK, Gedung SKDP, hingga Kompleks Perumahan Guru.

Keempat bangunan tersebut hingga hari ini masih terbengkalai, belum terselesaikan, dan sama sekali belum bisa difungsikan sesuai peruntukannya. Sebagian bangunan hanya menjadi “pajangan” tanpa kepastian kelanjutan, sementara anggaran negara yang telah digelontorkan untuk pembangunannya seolah lenyap tak berbekas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam dari masyarakat: ke mana tanggung jawab pemerintah terhadap uang rakyat? Mengapa proyek yang menyangkut pendidikan, pelayanan publik, dan kesejahteraan tenaga pendidik dibiarkan mati begitu saja?

Kini sorotan dan harapan publik tertuju penuh kepada Bupati Salsabila yang merupakan anak Ahmad Hidayat Mus. Masyarakat menanti langkah berani dan keberanian politik dari pemimpin baru ini untuk membongkar akar permasalahan, menelusuri penyebab kemacetan, serta menuntaskan proyek-proyek yang sudah terlalu lama menjadi beban daerah.

Masyarakat Taliabu memperingatkan, jika masalah empat bangunan ini kembali dibiarkan begitu saja tanpa solusi, maka luka pembangunan di Taliabu akan terus berlanjut dan menjadi warisan buruk yang diulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Pertanyaan masyarakat kini sederhana namun sangat tajam: apakah pemerintahan saat ini memiliki nyali untuk membereskan kekacauan pembangunan ini? Atau justru memilih diam, menutup mata, dan membiarkan bangunan-bangunan itu terus berdiri tegak sebagai monumen kegagalan dan bukti kelalaian pengelolaan negara?

Masyarakat Pulau Taliabu dengan tegas menyatakan: kami tak lagi butuh janji manis dan seremoni kosong. Yang dibutuhkan rakyat saat ini hanyalah satu: tindakan nyata, transparansi anggaran, dan keberanian untuk menuntaskan apa yang sudah menjadi hak rakyat sejak lama.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Roadshow ke Pemerintah Daerah, PUKAT Malut Perkuat Dukungan untuk Pendampingan Tiga Desa di Morotai

    Roadshow ke Pemerintah Daerah, PUKAT Malut Perkuat Dukungan untuk Pendampingan Tiga Desa di Morotai

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • 0Komentar

    MOROTAI – Pendampingan masyarakat pesisir tidak cukup hanya dikerjakan di desa. PUKAT Maluku Utara memahami hal itu, sehingga di sela kegiatan sepekan di Kecamatan Morotai Selatan Barat (25 September hingga 2 Oktober 2026), tim mendatangi sejumlah instansi pemerintah di Kabupaten Pulau Morotai. Kunjungan berantai atau roadshow ini menjadi bagian dari kegiatan penjangkauan pemangku kepentingan pemerintah […]

  • Protes Penangkapan Warga Banemo Memanas, Terjadi Bentrokan dengan Brimob

    Protes Penangkapan Warga Banemo Memanas, Terjadi Bentrokan dengan Brimob

    • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TENGAH —Linidaily.id , Aksi warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, yang memprotes penangkapan lima warganya, berujung pada bentrokan dengan pasukan Brimob Polda Maluku Utara pada Kamis (24/9/2026) pagi. Penangkapan kelima warga dilakukan tim Reserse Mobile (Resmob) dini hari tadi, terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa pembakaran rumah di Desa Sibenpopo serta kasus […]

  • Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Linidaily.id Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi.Ahmad, menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan Kemah Raya dan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) IV Pemuda GMIH Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Lakukanlah untuk Kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31) ini berlangsung di Desa Tagalaya, Pulau Tagalaya, Kecamatan Tobelo, Rabu (1/7/2026). Dalam sambutannya, Dr. Kasman menegaskan […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Ternate Hapus Denda PBB

    Sambut HUT ke-81 RI, Pemkot Ternate Hapus Denda PBB

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 pada tahun 2026, Pemerintah Kota Ternate merilis kebijakan istimewa bagi seluruh warga: pembebasan sepenuhnya denda administratif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Keputusan ini ditegaskan langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk […]

  • Festival Buku Malut 2026: Terbuka Umum & Penghargaan Tokoh

    Festival Buku Malut 2026: Terbuka Umum & Penghargaan Tokoh

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Linidaily.id. Festival Buku Maluku Utara 2026 yang digelar pada Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026 terbuka secara bebas untuk seluruh lapisan masyarakat: pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, maupun masyarakat umum. Seluruh peserta dapat mengikuti beragam kegiatan mulai dari pelatihan kelas menulis, diskusi buku, pertemuan penulis, hingga pertunjukan seni tanpa batasan. Ajang ini bukan hanya pameran karya, […]

  • Luncurkan Buku Ketiga, Bacarita Buku “Sekolah Rumah Pendidikan” Malam Ini

    Luncurkan Buku Ketiga, Bacarita Buku “Sekolah Rumah Pendidikan” Malam Ini

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA UTARA — LinidIly.id Malam ini, Sabtu 5 September 2026, pukul 20.00 WIT hingga selesai, akan digelar kegiatan Bacarita Buku: Sekolah, Rumah Pendidikan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Halmahera Utara. Kegiatan ini merupakan peluncuran sekaligus diskusi mendalam atas karya buku ketiga yang ditulis oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd. Buku […]

expand_less