Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Banyak Proyek Mangkrak; Masyarakat Tagih Janji Bupati Taliabu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Harapan besar masyarakat Pulau Taliabu terhadap sosok pemimpin muda, cerdas, dan berpendidikan tinggi yang diwakili Bupati Salsabila Mus atau akrab disapa Sasha, kini perlahan runtuh berubah menjadi kekecewaan mendalam.

Sosok yang sebelumnya dielu-elukan, bahkan disebut-sebut sebagai lulusan pendidikan luar negeri, kini kian dipertanyakan kualitas kepemimpinannya setelah resmi memimpin daerah ini berpasangan dengan Wakil Bupati La Ode Yasir.

Saat masa kampanye lalu, Sasha tampil penuh keyakinan dan menyuarakan narasi perubahan yang menggiurkan.

Ia bahkan sempat berjanji tegas akan menetap di Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, agar bisa hidup dekat dengan rakyat, memahami langsung persoalan dari akar rumput, serta memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Namun nyatanya, janji manis itu kini seolah menguap begitu saja.

Realitasnya, yang terjadi ibarat jauh panggang dari api. Saat ini justru banyak warga menilai Bupati lebih sering menghabiskan waktunya di Jakarta ketimbang berada di daerah untuk memimpin dan bekerja. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar; apakah Bupati serius membawa perubahan?

Masyarakat terpaksa menelan pil pahit; harapan yang tinggi perlahan berubah menjadi ketidakpercayaan, sementara arah pembangunan daerah belum terlihat jelas dan berbagai persoalan mendasar masih menggantung tak terselesaikan.

JALAN RUSAK & JEMBATAN TAK TUNTAS

Kondisi infrastruktur yang buruk menjadi bukti paling nyata dan keluhan utama warga. Salah satu yang paling disorot adalah akses jalan pegunungan menuju Desa Kawalo. Hingga kini, jalan tersebut belum juga tuntas diperbaiki, padahal kondisi jalan yang rusak dan berbahaya itu pernah memakan korban kecelakaan. Lambatnya penanganan pemerintah daerah dinilai membiarkan keselamatan pengguna jalan terancam setiap hari.

Belum jauh dari situ, nasib Pembangunan Jembatan Fangahu pun tak kalah memprihatinkan. Proyek strategis ini hingga saat ini pengerjaannya masih setengah hati, baru diselesaikan pada sebagian kecil badan jalan, dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang pasti. Warga pun cemas, bertanya-tanya: apakah proyek penting ini bakal kembali terancam mangkrak seperti proyek-proyek sebelumnya?

Ironisnya, di tengah tumpukan pekerjaan rumah yang belum selesai itu, pemerintah daerah justru dinilai lebih sibuk menggelar kegiatan seremonial dan acara simbolis yang gencar dipublikasikan di media sosial.

Sementara itu, janji-janji kampanye yang dulu disampaikan dengan lantang dan penuh semangat, kini masih menjadi harapan kosong yang menunggu realisasi.

Situasi ini makin dipertegas dengan informasi yang beredar di masyarakat, bahwa sejumlah kemajuan dan pembangunan strategis di wilayah Taliabu Selatan—termasuk upaya penyalaan jaringan listrik—justru lebih banyak diperjuangkan melalui komunikasi dan kerja keras salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Daerah Pemilihan V bersama pihak terkait.

Fakta ini membuat warga mulai menilai sendiri, siapa sosok yang benar-benar turun tangan bekerja dan berjuang demi kepentingan daerah, dan siapa yang hanya sibuk tampil di depan kamera.

Muncul pertanyaan dalam masyarakat: siapa sebenarnya yang menjadi kiblat dan penentu arah kebijakan pemerintahan sang Bupati Sasha? Sebab, pemimpin muda ini dinilai masih terlihat bingung, linglung, dan belum memiliki visi serta arah pembangunan yang jelas.

Padahal, usia muda dan latar pendidikan tinggi di luar negeri seharusnya menjadi modal besar untuk melahirkan kepemimpinan yang progresif, berani, dan berpihak sepenuhnya kepada rakyat, bukan malah membuat warga terus menunggu tanpa kepastian.

EMPAT PROYEK MENJADI MONUMEN KEGAGALAN (?)

Bukan hanya masalah jalan dan jembatan, warisan proyek terbengkalai dari masa pemerintahan sebelumnya pun kini menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Bupati Sasha. Empat proyek besar yang letaknya di pusat Kota Bobong menjadi saksi bisu kegagalan pengelolaan pembangunan, yaitu: Gedung Ruang Tunggu, Gedung TK, Gedung SKDP, hingga Kompleks Perumahan Guru.

Keempat bangunan tersebut hingga hari ini masih terbengkalai, belum terselesaikan, dan sama sekali belum bisa difungsikan sesuai peruntukannya. Sebagian bangunan hanya menjadi “pajangan” tanpa kepastian kelanjutan, sementara anggaran negara yang telah digelontorkan untuk pembangunannya seolah lenyap tak berbekas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam dari masyarakat: ke mana tanggung jawab pemerintah terhadap uang rakyat? Mengapa proyek yang menyangkut pendidikan, pelayanan publik, dan kesejahteraan tenaga pendidik dibiarkan mati begitu saja?

Kini sorotan dan harapan publik tertuju penuh kepada Bupati Salsabila yang merupakan anak Ahmad Hidayat Mus. Masyarakat menanti langkah berani dan keberanian politik dari pemimpin baru ini untuk membongkar akar permasalahan, menelusuri penyebab kemacetan, serta menuntaskan proyek-proyek yang sudah terlalu lama menjadi beban daerah.

Masyarakat Taliabu memperingatkan, jika masalah empat bangunan ini kembali dibiarkan begitu saja tanpa solusi, maka luka pembangunan di Taliabu akan terus berlanjut dan menjadi warisan buruk yang diulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Pertanyaan masyarakat kini sederhana namun sangat tajam: apakah pemerintahan saat ini memiliki nyali untuk membereskan kekacauan pembangunan ini? Atau justru memilih diam, menutup mata, dan membiarkan bangunan-bangunan itu terus berdiri tegak sebagai monumen kegagalan dan bukti kelalaian pengelolaan negara?

Masyarakat Pulau Taliabu dengan tegas menyatakan: kami tak lagi butuh janji manis dan seremoni kosong. Yang dibutuhkan rakyat saat ini hanyalah satu: tindakan nyata, transparansi anggaran, dan keberanian untuk menuntaskan apa yang sudah menjadi hak rakyat sejak lama.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Ternate Dominasi Perolehan Medali di Hari Keempat Porprov V Malut 2026, Halmahera Utara Posisi Kedua

    Kota Ternate Dominasi Perolehan Medali di Hari Keempat Porprov V Malut 2026, Halmahera Utara Posisi Kedua

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TOBELO-Linidaily.id Kota Ternate kembali mengukuhkan dominasinya sebagai juara umum sementara dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara (Malut) 2026. Hingga update terakhir Kamis malam (11/6/2026) pukul 23.00 WIT, kontingen Kota Ternate berhasil mengumpulkan total 62 medali. Berdasarkan rilis resmi dari Media Center Porprov V Malut di Bumi Hibualamo, Kota Ternate unggul tipis namun signifikan […]

  • Pindah Markas ke Semarang Didukung Pemprov Jateng, Malut United Evakuasi Bus Tim

    Pindah Markas ke Semarang Didukung Pemprov Jateng, Malut United Evakuasi Bus Tim

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id Rencana pemindahan markas tim sepak bola Malut United dari Kota Ternate, Maluku Utara menuju Kota Semarang, Jawa Tengah kian terlihat nyata dalam beberapa hari terakhir. Di satu sisi, langkah ini telah mendapatkan dukungan resmi dari pemerintah setempat di Jawa Tengah, namun di sisi lain, sikap manajemen yang belum memberikan penjelasan rinci justru memicu […]

  • Soal LGBT: UMY Mempertegas Identitas Keislaman

    Soal LGBT: UMY Mempertegas Identitas Keislaman

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA Linidaily.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menjadi sorotan publik setelah menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai perilaku LGBT. Sanksi yang ditetapkan bisa berujung pada pemberhentian sebagai mahasiswa secara tidak hormat. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Disiplin dan Etika Mahasiswa UMY yang menekankan pemeliharaan nilai-nilai Islam, […]

  • Pengamat Hukum UMMU Soroti Polda Maluku Utara dalam Penyelesaian Perkara Melalui Restorative Justice

    Pengamat Hukum UMMU Soroti Polda Maluku Utara dalam Penyelesaian Perkara Melalui Restorative Justice

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    Komitmen Polda Maluku Utara menghadirkan penegakan hukum yang humanis, berkeadilan, dan mengedepankan penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice (RJ) guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat, Jumat, (29/5) mendapat sorotan dari Dr. Azis Halim, SH, MH, Pengamat Hukum dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Menurut Azis, pemberlakuan RJ, dalam kasus pidana tidal […]

  • Messi, Talent Scouting, dan Partai Politik

    Messi, Talent Scouting, dan Partai Politik

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • 0Komentar

    Banyak wacana yang berkembang jika Lionel Messi mencalonkan diri sebagai Presiden Argentina maka pasti terpilih, penulis termasuk yang percaya wacana atau tesis ini. Mengapa ? karena dalam politik popularitas dan populisme melampaui segalanya. Disclaimer, penulis bukanlah pendukung Argentina, secara pribadi, juga bukan fans Lionel Messi. Terlepas dari kontroversi di laga Mesir VS Argentina pada 7 […]

  • Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Tidak menunggu waktu yang lama, tulisan Nurlaela Syarif di akun yang mempertanyakan Duit PJU Warga mendapat respon dari Pemerintah kota, terutama Dinas Perhubungan Kota Ternate. Informasi ini ditulis Nurlaela di status medsos FB nya; Jalan di Ngade So Terang. Lampu Jalan Sebelah Mana Lagi yang Masih Gelap? Nurlaela bersyukur Pemerintah Kota merespon keluhannya “​Alhamdulillah, laporan […]

expand_less