Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Dari Semangkuk Bubur Manado, Lahir Gagasan Besar untuk Pangan Maluku Utara

  • account_circle Dr.Ir. Muhammad Assagaf,MSi
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ternate 18 Juni 2026!. Kamis pagi itu udara Ternate terasa segar. Di sudut warung Bubur Manado yang berdiri tak jauh dari pagar Stadion Gelora Kieraha, enam orang duduk mengelilingi meja kayu sederhana. Uap panas mengepul dari mangkuk-mangkuk bubur yang baru disajikan, sementara percakapan di antara mereka perlahan mengalir, dari basa-basi pagi hari menuju sesuatu yang jauh lebih serius.

Dr. Muhammad Assagaf, Pembina PUKAT Maluku Utara, yang menginisiasi pertemuan itu, membuka obrolan dengan nada santai namun penuh makna. Di seberangnya duduk Manager Bio Konversi yang Biasa Di sapa dengan BU Melly sengaja datang dari Jakarta dalam perjalanan bisnisnya bersama timnya ke Ternate dan Halmahera Selatan, di sampingnya Koordinator World Vision International Maluku Utara yang di kenal dengan sapaan Pak Pur, dan melengkapi lingkaran diskusi itu hadir juga Bu Betty seorang Kandidat Doktor di UNSRAT Manado yang berasal dari Universitas Khairun Ternate yang selama ini mendalami isu pertanian lokal.

Tidak ada agenda formal, tidak ada paparan PowerPoint, tidak ada ruang rapat ber-AC. Hanya semangkuk bubur manado, teh panas, dan keresahan bersama tentang satu pertanyaan besar mengapa Maluku Utara, dengan tanah yang subur dan alam yang melimpah, masih bergulat dengan ketahanan pangan yang rapuh?

Dr. Assagaf memulai. Ia berbicara tentang kondisi produksi pangan di Maluku Utara yang selama bertahun-tahun terjebak dalam pola lama yaitu ketergantungan pada pupuk kimia subsidi yang distribusinya tidak merata, harganya tidak stabil, dan dampak jangka panjangnya mulai menggerogoti kesuburan tanah pertanian di berbagai penjuru provinsi.

Manager Bio Konversi dari Jakarta menyambut keprihatinan itu dengan data dan pengalaman lapangan. Ia menjelaskan bagaimana teknologi bio konversi yaitu proses mengolah bahan organik menjadi pupuk hayati hidup yang kaya mikroba dan telah membuktikan dirinya di berbagai wilayah Indonesia. Produktivitas meningkat, biaya produksi petani menekan hingga separuhnya, dan yang paling penting, tanah kembali hidup. “Maluku Utara punya semua bahan bakunya. Yang belum ada adalah sistemnya,” ujarnya pelan, sambil menyendok bubur.

Koordinator WVI Maluku Utara mengangguk. Dari pengalamannya mendampingi komunitas petani di pelosok Maluku Utara, ia menyaksikan sendiri bagaimana petani sejatinya terbuka pada perubahan, asal mereka melihat buktinya langsung di ladang mereka sendiri. “Petani kita bukan tidak mau berubah. Mereka hanya butuh kepercayaan dulu. Kalau hasilnya nyata, mereka yang akan jadi penggeraknya,” katanya.

Kandidat Doktor dari Unkhair menambahkan dimensi ilmiah yang memperkuat diskusi. Risetnya menunjukkan bahwa sebagian besar tanah pertanian Maluku Utara tengah mengalami penurunan kualitas biologis akibat paparan kimia sintetis bertahun-tahun. Pupuk hayati organik, menurutnya, bukan sekadar solusi alternatif namun ini adalah kebutuhan mendesak yang sudah memiliki landasan penelitian yang kuat.

Satu jam berlalu. Mangkuk-mangkuk kosong, teh sudah habis, namun percakapan belum ingin berhenti. Mereka sepakat bahwa langkah selanjutnya harus lebih dari sekadar diskusi pagi. Kolaborasi nyata antara akademisi, praktisi, lembaga masyarakat, dan para petani harus segera dirajut menjadi gerakan yang terstruktur.

Dr. Assagaf menutup pertemuan itu dengan kalimat yang sederhana namun berat. “Ketahanan pangan Maluku Utara tidak akan datang dari Jakarta. Ia harus tumbuh dari sini, dari tanah kita sendiri, dengan cara kita sendiri.”

Di luar warung, Stadion Gelora Kieraha berdiri kokoh di bawah cahaya pagi. Dan di dalam warung kecil itu, dari percakapan yang lahir tanpa protokol, sebuah tekad bersama telah diam-diam disemai.

  • Penulis: Dr.Ir. Muhammad Assagaf,MSi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Maluku Utara Siapkan Opsi Pemotongan TPP ASN 2027 Akibat Tekanan Fiskal

    Pemprov Maluku Utara Siapkan Opsi Pemotongan TPP ASN 2027 Akibat Tekanan Fiskal

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menyusun langkah antisipatif untuk menghadapi penurunan kapasitas anggaran daerah, salah satunya melalui rencana pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2027. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas berkurangnya aliran dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada kondisi fiskal daerah. Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin […]

  • Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA — Linidaily.id Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada pelayanan penerbangan di wilayah sekitar. Pada Minggu (6/9/2026), empat bandara utama ditutup sementara sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan penerbangan dari potensi gangguan abu vulkanik di ruang udara. Keempat bandara yang terdampak adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, […]

  • Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Nadiem Anwar Makarim, Foto : jsmobile.org

    18 Tahun untuk Eks Mendikbudristek

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Kamis 13 Mei 2026. Melansir dari sejumlah media online, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pidana 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. “(meminta majelis hakim) Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena […]

  • Ketua KPMF FIB Unkhair Ungkap Dugaan Tekanan dan Ancaman Terkait Perpanjangan Pendaftaran Calon BEM

    Ketua KPMF FIB Unkhair Ungkap Dugaan Tekanan dan Ancaman Terkait Perpanjangan Pendaftaran Calon BEM

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Ketua Komisi Pemilihan Mahasiswa Fakultas (KPMF) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun, Arju Duwila, mengungkap dugaan adanya tekanan hingga ancaman terhadap KPMF dalam proses penyelenggaraan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM FIB. Menurut Arju, persoalan yang terjadi bukan sekadar keterlambatan penerbitan Surat Keputusan (SK) KPMF, melainkan telah menyentuh aspek independensi lembaga penyelenggara pemilihan. […]

  • Tim Gabungan Gelar Penggeledahan di Cafe de’CLAN Signature, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Besar

    Tim Gabungan Gelar Penggeledahan di Cafe de’CLAN Signature, Dokumen dan Barang Bukti Diamankan Terkait Dugaan Korupsi Besar

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Linidaily.id Kegiatan penggeledahan besar-besaran dilakukan oleh tim gabungan Komando Tugas Penindakan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya di lokasi usaha Cafe de’CLAN Signature, yang beralamat di Jalan Cipete Raya Nomor 63, RT 06/RW 04, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Operasi tersebut berlangsung selama […]

  • Galatama II Maluku Utara Raih Rekor MURI, Menag Nasaruddin Umar Siap Dorong Jadi Gerakan Nasional

    Galatama II Maluku Utara Raih Rekor MURI, Menag Nasaruddin Umar Siap Dorong Jadi Gerakan Nasional

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar secara resmi membuka Festival Gerakan Literasi Madrasah (Galatama) II Provinsi Maluku Utara di Lapangan Ngara Lamo, Ternate, Senin (6/7/2026). Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa inovasi literasi berbasis ekoteologi yang lahir dari daerah kepulauan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi gerakan nasional. “Gerakan yang lahir dari Maluku […]

expand_less