Cara Berani Gubernur Sulawesi Tengah, Luncurkan “Berani Cerdas”: Biaya Kuliah Ditanggung Penuh
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- visibility 100
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU — Linidaily.id Tak salah jika wajib memberi apresiasi kepada Gubernur yang satu ini. Dia bukan Gubernur TikTok, dia Gubernur yang sedang bekerja bukan mengharap pujian dan tepuk tangan.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membuktikan komitmen nyata membangun sumber daya manusia melalui terobosan besar bernama Program Berani Cerdas. Berbeda dengan program yang sebatas seremonial atau tampilan di media, kebijakan ini menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar warga: membiayai penuh biaya pendidikan tinggi tanpa membebani keluarga.
Program ini menanggung seluruh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asal Sulawesi Tengah, mulai dari jenjang Diploma, Sarjana (S1), Magister (S2), Doktoral (S3), hingga program profesi dan dokter spesialis. Dimulai sejak April 2025, inilah program pertama di Indonesia yang menjangkau seluruh jenjang pendidikan tinggi sekaligus — dan terbuka bukan hanya untuk mahasiswa baru, melainkan juga yang sedang menempuh studi.
Komitmen ini bukan sekadar janji manis, terlihat dari alokasi anggaran yang terus diperbesar. Tahun pertama 2025 disalurkan Rp84,93 miliar yang telah memberi manfaat bagi 23.568 mahasiswa. Tahun 2026 anggaran melonjak tajam menjadi Rp351 miliar, di mana Rp264 miliar khusus dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa. Hingga saat ini program telah bekerja sama dengan 387 perguruan tinggi di seluruh Indonesia; pendaftar tahun 2026 saja mencapai 27.344 orang, sehingga total penerima manfaat dalam dua tahun diproyeksikan menembus 50 ribu orang.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza, menegaskan: “Fondasi membangun peradaban Sulawesi Tengah adalah pendidikan. Ini bukan sekadar memberi bantuan, tapi upaya serius mengentaskan kebodohan sekaligus memutus rantai kemiskinan dari akarnya.”
Syarat utama yang ditetapkan sangat bermakna: penerima beasiswa wajib kembali mengabdi di daerah asalnya setelah lulus. Ini berarti investasi besar ini tidak hanya melahirkan orang-orang terdidik, tetapi memastikan keahlian mereka kembali membangun Sulawesi Tengah.
Inilah wujud kepemimpinan yang bekerja nyata — bukan gubernur yang sibuk membuat konten atau hanya mencari pujian dari pengikut di media sosial. Anwar Hafid sedang menanam benih untuk masa depan: menyiapkan generasi yang cerdas, terampil, dan berakar pada daerahnya. Langkah ini membuktikan bahwa pembangunan sejati bermula dari mengangkat derajat manusia melalui pendidikan. Semoga terobosan yang luar biasa ini bisa menjadi teladan dan segera diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar