Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

BEM FIB UNKHAIR Gelar Discuss Session, Buka Ruang Refleksi Arah BEM UNKHAIR dan Masa Depan Ormawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE,- Linidaily.id. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (BEM FIB UNKHAIR) menggelar Discuss Session bertajuk “Refleksi Arah BEM UNKHAIR dan Masa Depan Ormawa”, Jumat (9/10/2026), di Ruang Auditorium FIB UNKHAIR. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIT ini menjadi ruang diskusi untuk membicarakan dinamika kemahasiswaan di Universitas Khairun, termasuk berbagai keresahan dan kekecewaan mahasiswa terhadap BEM UNKHAIR.

Pembahasan tidak hanya menyentuh persoalan program kerja, tetapi juga mempertanyakan fungsi representasi, respons terhadap persoalan mahasiswa, komunikasi kelembagaan, serta arah gerakan BEM UNKHAIR dalam menjalankan mandatnya.

Forum menghadirkan Mustadin Togubu, selaku Plt. Ketua BEM UNKHAIR, dan Hj. Jamal H. Arsyad, S.H., M.H., selaku Wakil Rektor III Universitas Khairun. Keduanya memberikan pandangan mengenai kondisi gerakan mahasiswa dan dinamika kelembagaan yang berkembang di lingkungan kampus.

Kritik terhadap BEM UNKHAIR disampaikan dalam suasana dialog yang terbuka. Sejumlah keresahan mahasiswa menjadi bagian dari pembahasan, terutama mengenai sejauh mana lembaga mahasiswa mampu hadir, mendengar, dan merespons persoalan yang dihadapi mahasiswa.

Ketua BEM FIB UNKHAIR, Muhammad Tamhier, mengatakan bahwa forum tersebut dibuat untuk memberikan ruang bagi mahasiswa membicarakan kondisi gerakan mahasiswa secara lebih terbuka.

“Discuss Session ini berangkat dari keresahan yang memang ada di kalangan mahasiswa. Ada kekecewaan terhadap BEM UNKHAIR dan itu perlu dibicarakan. Bagi saya, kritik terhadap lembaga bukan persoalan untuk menjatuhkan, tetapi bagian dari kontrol mahasiswa. Setiap lembaga mahasiswa punya mandat dan mandat itu harus terus diuji melalui kritik serta aspirasi mahasiswa,” ujar Tamhier.

Ia menilai keberadaan BEM tidak cukup diukur dari banyaknya agenda yang terlaksana.“Yang penting adalah sejauh mana lembaga hadir ketika mahasiswa menghadapi persoalan. Apakah suara mahasiswa didengar, apakah ada respons, dan apakah ada keberanian untuk mengambil sikap terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan mahasiswa. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini yang menurut saya perlu dibicarakan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Kajian Strategis dan Advokasi BEM FIB UNKHAIR, M. Fikri Hamka, menilai keresahan mahasiswa terhadap BEM UNKHAIR perlu ditempatkan sebagai bahan evaluasi kelembagaan.

“Kekecewaan mahasiswa terhadap BEM UNKHAIR tidak muncul begitu saja. Ada dinamika yang melatarbelakanginya. Karena itu, perlu ada ruang untuk membicarakan persoalan tersebut secara terbuka. BEM sebagai lembaga representasi mahasiswa memiliki fungsi yang harus dijalankan, terutama dalam membaca persoalan dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa,” ungkap Fikri.

Menurutnya, gerakan mahasiswa membutuhkan kerja yang lebih substansial.

“BEM tidak hanya bicara tentang kegiatan. Ada kerja kajian, advokasi, pengawalan isu, dan keberanian menyampaikan kepentingan mahasiswa. Kalau fungsi-fungsi itu tidak berjalan dengan baik, wajar jika mahasiswa kemudian mempertanyakan arah lembaganya,” jelasnya.

Diskusi kemudian berkembang pada persoalan masa depan organisasi mahasiswa di Universitas Khairun. Perubahan dinamika mahasiswa, persoalan internal kampus, pola komunikasi antarlembaga, hingga kebutuhan membangun gerakan yang lebih kritis menjadi bagian dari pembahasan.

BEM FIB UNKHAIR mendorong agar lembaga kemahasiswaan tidak berhenti pada rutinitas kegiatan. Organisasi mahasiswa perlu memiliki kepekaan membaca persoalan, membangun kajian, membuka ruang dialog, serta mengambil peran ketika kepentingan mahasiswa berhadapan dengan berbagai persoalan kampus.

Discuss Session ini juga menjadi bagian dari upaya BEM FIB UNKHAIR membangun tradisi diskusi yang terbuka di lingkungan mahasiswa. Kritik, perbedaan pandangan, dan evaluasi terhadap lembaga kemahasiswaan dinilai penting untuk menjaga agar gerakan mahasiswa tetap hidup dan memiliki arah yang jelas.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Suasana tegang menyelimuti Kediaman Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, Kamis (11/6). Selama sembilan jam, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT, rapat koordinasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berlangsung tertutup rapat. Personel Satpol PP berjaga ketat di pintu masuk, melarang akses bagi staf eselon III-IV maupun wartawan. […]

  • Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Galian C Arifin Malagapi di Kali Oba Disorot Warga

    Diduga Tanpa Izin, Aktivitas Galian C Arifin Malagapi di Kali Oba Disorot Warga

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Aktivitas penambangan batuan di Kali Oba Jembatan Satu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, diduga masih terus dilakukan oleh pengusaha galian C, Arifin Malagapi, meski belum mengantongi izin resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui sistem OSS RBA. Selain dugaan penambangan tanpa izin, Arifin juga disebut membangun sarana pendukung usaha berupa mess […]

  • Kolam Air Mancur di Landmark Ternate Ditimbun Sementara: Alasan Keamanan dan Persiapan JKPI

    Kolam Air Mancur di Landmark Ternate Ditimbun Sementara: Alasan Keamanan dan Persiapan JKPI

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE -LiniDaily.id. Pemerintah Kota Ternate mulai menimbun kolam air mancur yang berada di kawasan Landmark. Langkah ini diambil mengingat fasilitas tersebut sudah lama tidak berfungsi. Sekretaris Daerah Kota Ternate menyampaikan bahwa penimbunan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum atas arahan Wali Kota. Keputusan ini diambil saat meninjau lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu tempat […]

  • Cara Berani Gubernur Sulawesi Tengah, Luncurkan “Berani Cerdas”: Biaya Kuliah Ditanggung Penuh

    Cara Berani Gubernur Sulawesi Tengah, Luncurkan “Berani Cerdas”: Biaya Kuliah Ditanggung Penuh

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    PALU — Linidaily.id Tak salah jika wajib memberi apresiasi kepada Gubernur yang satu ini. Dia bukan Gubernur TikTok, dia Gubernur yang sedang bekerja bukan mengharap pujian dan tepuk tangan. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid membuktikan komitmen nyata membangun sumber daya manusia melalui terobosan besar bernama Program Berani Cerdas. Berbeda dengan program yang sebatas seremonial atau […]

  • Putusan PT ASM Berubah, Operasional Tambang di Pulau Gebe Dipertanyakan

    Putusan PT ASM Berubah, Operasional Tambang di Pulau Gebe Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Status kepemilikan saham PT Anugrah Sukses Mining (ASM) kembali menjadi sorotan setelah Pengadilan Tinggi Surabaya membatalkan keputusan korporasi yang mengubah susunan pemegang saham perusahaan tersebut. Melalui Putusan Nomor 523/PDT/2025/PT SBY, majelis hakim menyatakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT ASM yang digelar pada 4 Desember 2023 tidak sah dan tidak memiliki kekuatan […]

  • KDEKS Maluku Utara Lakukan  Kajian Pembangunan Ekonomi Syariah ke Lima Kabupaten/Kota

    KDEKS Maluku Utara Lakukan Kajian Pembangunan Ekonomi Syariah ke Lima Kabupaten/Kota

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Maluku melakukan Kajian Pembangunan Ekonomi Syariah sekaligus penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Syariah Provinsi Maluku Utara. Setelah sebelumnya dimulai di tiga daerah, kegiatan pengumpulan data dan pemetaan potensi kini telah mencakup lima wilayah, yaitu Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera […]

expand_less