Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

40 JUTA HARI INI , TAPI MEMATIKAN DINAMIKA KONFERCAP YANG AKAN DATANG

  • account_circle Anjas Kaimudin
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jangan salahkan kader yang memukul.

Dia bukan pelaku utama. Dia hanya aktor terakhir yang meledak di atas panggung yang sudah lama disiram bensin oleh orang lain. Dia hanya korban dari forum pelantikan yang sudah kehilangan adab, dari senior yang hobi mengadu domba, dari provokator yang memulai duluan dengan lisan dan manuver curang.

Yang harus disalahkan adalah kesepakatan 40 juta hari ini.

Salahkan kesepakatan 40 juta hari ini yang telah memastikan Konfercab besok tidak akan ada lagi dinamika.

40 juta hari ini bukan menyelesaikan masalah. 40 juta hari ini adalah cara paling halus untuk membunuh HMI Cabang Ternate secara permanen.

Hari ini kalian berpikir masalah selesai karena laporan polisi dicabut. Padahal hari ini kalian baru saja menciptakan undang-undang tidak tertulis di Cabang Ternate.

“Setiap dinamika ada harganya, dan harganya adalah 40 juta.”

Ketika tiba Konfercab nanti, jangan harap akan ada lagi dialektika yang panas. Jangan harap akan ada lagi kader yang berani berdiri, interupsi, mengkritik kebijakan cabang, atau menolak kandidat titipan,Semua akan diam.Semua akan setuju.Semua akan angguk-angguk.

Bukan karena HMI Cabang Ternate sudah dewasa dan solid. Tapi karena semua kader sudah menghitung di kepalanya.

“Jika saya kritis hari ini, saya akan diprovokasi. Jika saya terpancing, saya akan dipancing untuk memukul. Dan jika saya memukul, saya harus menyiapkan 40 juta di kantor polisi.”

Kalian tidak sedang mendewasakan organisasi. Kalian sedang menciptakan generasi kader yang penakut, generasi yang lebih takut pada laporan polisi daripada takut pada kemunduran organisasi.

Kalian tidak sedang berdamai hari ini. Kalian sedang menggadaikan masa depan dialektika HMI Cabang Ternate seharga 40 juta.

Ini bukan islah. Islah itu gratis, karena kita bersaudara. Islah itu di sekretariat, dengan air mata dan pelukan,bukan dengan kwitansi dan materai di ruang penyidik yang sebesar 40juta itu.

Apa yang kalian lakukan hari ini adalah transaksi. Kalian menggadaikan marwah pelantikan yang sakral, kalian menggadaikan otonomi cabang yang harusnya bisa diselesaikan oleh MW KAHMI dan BADKO.

Malah kalian menggadaikan masa depan kader-kader kritis yang besok akan bungkam karena takut dimiskinkan oleh konflik internalnya sendiri.

40 juta hari ini akan menjadi hantu di setiap forum HMI Cabang Ternate. Hantu yang akan membisiki setiap kader: “Jangan kritis, nanti mahal.”

Hari ini pelantikan berakhir dengan transaksi. Besok Konfercab berakhir dengan keheningan yang dipaksakan.

Itulah yang akan terjadi. Konfercab nanti akan terlihat damai, tertib, dan kondusif. Tapi itu adalah kedamaian palsu. Keheningan yang dipaksakan. Keheningan kuburan.

Karena dialektika telah mati,dibunuh oleh kesepakatan 40 juta di luar forum.

Dan ketika dialektika mati,maka HMI Cabang Ternate tidak lagi melahirkan pemimpin.Yang lahir hanyalah pedagang konflik yang tahu cara mengubah provokasi menjadi uang.

Itulah harga dari perdamaian yang dibeli di kantor polisi.40 juta Tapi taruhannya adalah masa depan satu cabang dan para kader kedepan.

YAKIN USAHA SAMPAI 40juta.

YAKUSA.

  • Penulis: Anjas Kaimudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DIALOG TERBUKA FPPPMU SOAL DUGAAN MONOPOLI PROYEK DAERAH DITUNDA, DIJADWALKAN ULANG

    DIALOG TERBUKA FPPPMU SOAL DUGAAN MONOPOLI PROYEK DAERAH DITUNDA, DIJADWALKAN ULANG

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Linidaily.id. Kegiatan Dialog Terbuka bertajuk “Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur: Antara Konflik Kepentingan, Transparansi, dan Keadilan Publik” yang semula dijadwalkan berlangsung Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 20.00 WIT di Land Mark Ternate, resmi ditunda dan akan dijadwalkan ulang. Penundaan ini diputuskan oleh panitia pelaksana yakni Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara […]

  • Di Mana Gubernur saat Hutan Maluku Utara Membara?

    Di Mana Gubernur saat Hutan Maluku Utara Membara?

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • 0Komentar

    Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan perbatasan Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, hingga Halmahera Selatan bukan sekadar bencana alam biasa. Ini adalah jeritan ekologis sekaligus potret kelam penderitaan masyarakat Maluku Utara yang harus menghirup asap pekat dan menyaksikan ruang hidup mereka perlahan musnah dilahap api. Namun, di tengah situasi kritis yang merenggut ketenangan […]

  • Dapur Kami di Ujung Ketidakpastian Dunia

    Dapur Kami di Ujung Ketidakpastian Dunia

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Seorang ibu dari Kelurahan Kalumpang, Ternate, kemarin pagi berdiri lama di depan lapak beras pasar Bahari Berkesan. Bukan karena memilih-milih kualitas. Tapi karena menghitung ulang uang di tangannya yang tidak cukup. Harga beras naik lagi. Bukan untuk pertama kali. Dan hampir pasti bukan untuk terakhir kali. Kejadian sederhana itu sebenarnya menyimpan kisah yang jauh lebih […]

  • FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ternate, Linidaily.id. Rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang disampaikan Gubernur Sherly Tjoanda ke DPRD Provinsi memicu gelombang penolakan tajam dari masyarakat sipil. Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menegaskan akan melayangkan gugatan hukum jika usulan tersebut tetap disetujui, dengan alasan kebijakan ini berisiko membebani keuangan daerah dan […]

  • Pemkab Halmahera Utara Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting

    Pemkab Halmahera Utara Perkuat Komitmen Turunkan Angka Stunting

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus menunjukkan keseriusan dan memperkuat komitmennya dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Halmahera Utara yang berlangsung di Ruang Meeting Fredy Tjandua, pada Senin (25/5/2026). Rapat koordinasi strategis ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. […]

  • 60 Hari Menanti Keadilan: Pembunuhan Ali Daud Belum Terpecahkan

    60 Hari Menanti Keadilan: Pembunuhan Ali Daud Belum Terpecahkan

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Genap sudah 60 hari atau dua bulan berlalu sejak ditemukannya jasad Ali Daud (63 tahun), mantan Kepala Desa Bobane Jaya sekaligus tokoh agama yang sangat disegani masyarakat. Namun hingga hari ini, aparat keamanan belum juga mampu mengungkap siapa pelaku serta apa motif di balik pembunuhan keji tersebut. Lambatnya penanganan dan ketiadaan kejelasan informasi […]

expand_less