Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Gelombang Panas Melanda Eropa, Fenomena Serupa Bisa Terjadi di Indonesia?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Linidaily.id Belakangan ini benua Eropa sedang diguncang gelombang panas ekstrem yang dianggap sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah. Suhu udara melonjak tajam hingga memecahkan rekor di berbagai negara, dan dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak 1.300 orang.

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun menegaskan, gelombang panas kini kian kerap terjadi setiap tahun dan menjadi ancaman yang semakin serius.

Sementara itu, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia juga mulai merasakan udara yang terasa lebih panas seiring berjalannya musim kemarau. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu tertinggi tercatat mencapai 38,6°C di Papua Barat pada rentang tanggal 22 hingga 24 Juni 2026.

Lantas, apakah Indonesia berisiko dilanda gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa?

Secara teknis, menurut penjelasan BMKG, gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Fenomena ini umumnya muncul di wilayah lintang menengah hingga tinggi, dipicu oleh massa udara panas yang terperangkap dalam sistem tekanan tinggi berskala besar. Ciri khasnya berupa lonjakan suhu yang jauh melampaui rata-rata jangka panjang dan berlangsung berhari-hari berturut-turut—kondisi yang tidak ditemukan di wilayah kita.

Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik atmosfer dan perubahan cuaca yang jauh lebih dinamis. Apa yang sedang dirasakan masyarakat saat ini hanyalah peningkatan suhu harian biasa, yang muncul akibat langit cerah tanpa awan tebal saat musim kemarau berlangsung.

Guswanto, Sekretaris Utama BMKG yang sebelumnya menjabat Deputi Bidang Meteorologi, mengutip CNN, menjelaskan syarat mutlak terjadinya gelombang panas: suhu rata-rata harus naik minimal 5°C di atas rata-rata normal dan berlangsung terus-menerus selama lima hari atau lebih.

Apa Sebenarnya Gelombang Panas Itu?

Berdasarkan definisi resmi Met Office, lembaga meteorologi nasional Inggris, gelombang panas adalah periode cuaca yang jauh lebih panas dibandingkan kondisi biasa di wilayah tersebut pada waktu yang sama, dan berlangsung dalam jangka waktu lama. Kadang fenomena ini juga disertai kelembapan udara yang tinggi.

Biasanya gelombang panas muncul saat musim panas, ketika sistem tekanan tinggi terbentuk dan menetap di satu wilayah. Sistem ini bergerak sangat lambat, bahkan bisa bertahan berminggu-minggu, sehingga menahan udara panas agar tidak berpindah.

Penyebab dan Kerentanan Eropa

Gelombang panas yang melanda Eropa saat ini dipicu pola cuaca bernama Omega Block, dinamai dari bentuk huruf Yunani Ω karena pola aliran udaranya. Kondisi ini membuat udara panas kering dari Afrika Utara terperangkap di tengah, terhimpit oleh sistem tekanan rendah di sisi kiri dan kanan sehingga tidak bisa bergerak menjauh. Akibatnya, suhu di wilayah yang terkena bisa melonjak hingga 18°C lebih tinggi dari biasanya.

Dilaporkan Euronews, Eropa sangat rentan terdampak buruk: hanya sekitar 20 persen rumah yang dilengkapi pendingin ruangan, dan sebagian besar bangunan dirancang untuk menahan suhu agar tetap hangat saat musim dingin—bukan untuk membuang panas saat suhu melonjak.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PHK Massal Weda Bay Nickel Ancam Ribuan Pekerja, DPRD Malut Minta Pemprov Segera Cari Solusi

    PHK Massal Weda Bay Nickel Ancam Ribuan Pekerja, DPRD Malut Minta Pemprov Segera Cari Solusi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang akan dilakukan PT Weda Bay Nickel (WBN) akibat pemangkasan kuota produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025 menuai sorotan serius dari DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut). Kebijakan pengurangan kuota produksi nasional yang ditetapkan pemerintah pusat diperkirakan berdampak terhadap sekitar 10 ribu tenaga kerja […]

  • Menristekdikti Respons Keluhan 143 Ribu: Hentikan Beban Administratif Dosen 20 JP

    Menristekdikti Respons Keluhan 143 Ribu: Hentikan Beban Administratif Dosen 20 JP

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Kabar melegakan datang bagi para dosen penerima Sertifikat Pendidik (Serdos) di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, resmi mengumumkan penghentian sementara kewajiban pemenuhan 20 Jam Pelajaran (JP) kegiatan pengembangan diri. Keputusan ini diambil setelah pemerintah menilai beban tersebut terlalu berat bagi sekitar 143 ribu dosen penerima tunjangan […]

  • Ketika Angka Berbicara: Maluku Utara dan Luka Lama Pendidikan yang Belum Sembuh

    Ketika Angka Berbicara: Maluku Utara dan Luka Lama Pendidikan yang Belum Sembuh

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • 0Komentar

    Saya tidak tahu persis seperti apa rasanya menjadi seorang guru di sebuah pulau kecil di Maluku Utara yang menyeberang laut setiap pagi, mengajar dengan kapur yang hampir habis, lalu pulang dengan gaji yang jauh dari kata cukup. Tapi saya tahu satu hal: ketika data TKA 2026 keluar dan nama Maluku Utara terpampang di baris paling […]

  • Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’ untuk Bahlil Lahadalia, Golkar: Lucu, Menghibur, dan Bentuk Apresiasi

    Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’ untuk Bahlil Lahadalia, Golkar: Lucu, Menghibur, dan Bentuk Apresiasi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id– Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan dengan viralnya sebuah lagu unik yang berisi rangkaian pujian khusus untuk Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Lagu yang menyita perhatian warganet di Instagram hingga TikTok itu diberi judul ‘My Little Bolu Ketan’. Lagu tersebut memiliki lirik yang cukup menggelitik […]

  • Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id— Rencana operasi tambang nikel milik PT Priven Lestari di kawasan Pegunungan Wato-wato, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, memicu kekhawatiran serius masyarakat. Kawasan yang selama ini menjadi sumber utama air bersih bagi warga Teluk Buli itu dinilai terancam rusak apabila aktivitas pertambangan tetap dijalankan. Warga bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah pusat maupun daerah […]

  • Pemprov Maluku Utara Siapkan Opsi Pemotongan TPP ASN 2027 Akibat Tekanan Fiskal

    Pemprov Maluku Utara Siapkan Opsi Pemotongan TPP ASN 2027 Akibat Tekanan Fiskal

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menyusun langkah antisipatif untuk menghadapi penurunan kapasitas anggaran daerah, salah satunya melalui rencana pengurangan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2027. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas berkurangnya aliran dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada kondisi fiskal daerah. Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin […]

expand_less