Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Amnesia

  • account_circle Syarifuddin Usman
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Ternate kembali diguncang dengan penipuan Investasi. Setelah Karapoto, muncul Zahra Berkah yang baru meletup.

Namun yang paling mengagetkan bukan jumlah uang yang hilang, melainkan satu hal: seolah-olah warga Ternate melupakan pelajaran pahit masa lalu. Inilah amnesia yang sesungguhnya — amnesia kolektif.

Karapoto, Luka yang Belum Sembuh

Siapa yang tak ingat Karapoto? Pada 2018, PT Karapoto Fintech menggegerkan Maluku Utara. Uang masyarakat yang terserap ditaksir mencapai Rp2 triliun, melibatkan sekitar 1.468 orang — termasuk ASN, TNI, dan Polri. Direkturnya, Ardiansyah, divonis 14 tahun penjara pada September 2020.

Namun kisah tak berakhir di pengadilan. Mantan direktur yang juga terlibat, FPH alias Fitri, yang telah bebas bersyarat, kembali menghimpun dana melalui nama baru: PT Pendanaan Gotong Royong. Modusnya sama: keuntungan 100% dalam 30–35 hari. Satu korban menyetor hingga Rp1,3 miliar, yang lain Rp1,4 miliar.

Luar biasa! orang yang pernah dihukum karena penipuan serupa justru kembali dipercaya. Luka belum kering, luka itu dibuka kembali oleh tangan yang sama.

Zahra Berkah, Sejarah Mengulang Dirinya

Bulan September 2026, giliran Zahra Berkah. Pemiliknya, Sahriyani (SAHM), ditahan polisi setelah dicegat ratusan korban di Pelabuhan Feri Sofifi. Kerugian diperkirakan puluhan miliar rupiah.

Yang memilukan, Sahriyani berani berkata terbuka dalam video yang beredar — “Kalau tidak setor modal baru, saya masuk penjara, uang kalian hangus.” Dan ironisnya, sebagian orang justru terpikir untuk menyetor lagi. Padahal OJK Maluku Utara telah memanggilnya untuk klarifikasi, namun ia mangkir sehingga kasus dilimpahkan ke aparat penegak hukum.

Amnesia, Mengapa Kita Selalu Lupa?

Amnesia di sini bukan gangguan medis, melainkan kegagalan kolektif untuk belajar dari pengalaman sendiri. Ada tiga alasan mengapa hal ini terus berulang.

Pertama, keakraban menggantikan kehati-hatian. Di Ternate, tawaran investasi datang dari tetangga, saudara, teman dekat. “Dia orang yang kita kenal,” pikir kita. Padahal OJK telah memperingatkan: jangan percaya hanya karena rekomendasi orang terdekat. Kepercayaan sosial justru menjadi jebakan paling efektif.

Kedua, logika digantikan harapan. Janji untung 25–35% per bulan mustahil di dunia bisnis nyata. Namun korban berkata: “Tetangga saya sudah cair.” Bukti pembayaran awal adalah umpan — uang anggota baru membayar anggota lama. Ini skema Ponzi yang sudah dipelajari sejak Karapoto runtuh. Namun harapan mengalahkan logika.

Ketiga, pelupa terhadap wajah yang sama. Mantan terpidana kembali beroperasi, dan kembali diterima. Ini bukan sekadar kepercayaan — ini lupa. Lupa bahwa orang yang sama pernah melakukan hal yang sama dan merusak hidup banyak keluarga.

Amnesia ini bukan sekadar kesalahan individu. Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan juga turut bertanggung jawab — mengapa literasi keuangan belum menembus ke lapisan paling bawah? Mengapa setiap kasus baru hanya direspons setelah uang hilang, bukan sejak tawaran muncul?

Satgas PASTI OJK sudah mengimbau berkali-kali: cek legalitas di sipasti.ojk.go.id, jangan tergiur untung pasti. Namun imbauan saja tak cukup. Butuh gerakan bersama — dari tokoh agama, pemangku adat, hingga pemimpin daerah — agar warga sadar: keuntungan tak wajar = penipuan.

Karapoto mengajarkan kita, skema tak berkelanjutan pasti runtuh. Zahra Berkah mengingatkan kita, pelaku tak akan berubah hanya karena nama usaha diganti. Dan amnesia kita — itulah yang paling berbahaya.

Kita boleh memaafkan. Tapi kita tak boleh melupakan. Karena saat kita lupa, kita tidak hanya kehilangan uang — kita kehilangan kemampuan melindungi diri sendiri, keluarga, dan masa depan kota ini.

Dan masyarakat kita, memang mengalami Amnesia stadium akhir.

Sangat bahagia ditipu berulang-ulang.

  • Penulis: Syarifuddin Usman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id – Platform kecerdasan buatan sumber terbuka OpenClaw kini resmi hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh untuk perangkat Android maupun iOS. Peluncuran ini memungkinkan pengguna menjalankan agen AI secara langsung melalui ponsel pintar, sehingga beragam tugas otomatis dapat diselesaikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada komputer. Informasi ini disampaikan […]

  • FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ternate, Linidaily.id. Rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang disampaikan Gubernur Sherly Tjoanda ke DPRD Provinsi memicu gelombang penolakan tajam dari masyarakat sipil. Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menegaskan akan melayangkan gugatan hukum jika usulan tersebut tetap disetujui, dengan alasan kebijakan ini berisiko membebani keuangan daerah dan […]

  • MENGENAL ORANG PAPUA

    MENGENAL ORANG PAPUA

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    Satu lagi buku tentang Papua yang kali ini diterbitkan oleh penerbit bonafit IRCiSod, Yogyakarta, Juli 2026.Buku ini pertama kali terbit tahun 1853. George Windsor Earl yang meniliti Papua sejak tahun 1845 berfokus pada etnografi. Karya tulisnya tentang jenis-jenis ras itu ditulis pada tahun 1845, didorong dan diedit oleh James Richardson Logan dan diterbitkan dalam Journal […]

  • Tobo-Tobo Safar: Menjadi Kenangan

    Tobo-Tobo Safar: Menjadi Kenangan

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • 0Komentar

    Maluku Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Keberagaman tersebut dapat dilihat dari banyaknya suku, agama, adat istiadat, serta bahasa yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Meskipun memiliki perbedaan dalam bahasa dan kebudayaan, masyarakat Maluku Utara tetap memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Melayu […]

  • AKSI BLOKADE JALAN WARGA BANEMO MELAWAN

    AKSI BLOKADE JALAN WARGA BANEMO MELAWAN

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    Ratusan Warga Banemo melakukan unjuk rasa dan aksi blokade akses jalan Trans Halmahera ruas Jalur Desa Remdi, Rabu, 20 Mei 2026. Aksi blokade ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas Warga Banemo Melawan, kepada pemerintah dan kepolisian, menyusul ditemukannya ranjau di perkebunan serta kasus pembunuhan Ustadz Ali Abas yang hingga kini belum ada titik terang. Tensi aksi […]

  • Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Tidak menunggu waktu yang lama, tulisan Nurlaela Syarif di akun yang mempertanyakan Duit PJU Warga mendapat respon dari Pemerintah kota, terutama Dinas Perhubungan Kota Ternate. Informasi ini ditulis Nurlaela di status medsos FB nya; Jalan di Ngade So Terang. Lampu Jalan Sebelah Mana Lagi yang Masih Gelap? Nurlaela bersyukur Pemerintah Kota merespon keluhannya “​Alhamdulillah, laporan […]

expand_less