Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Kampus Gaya Bank dan Kematian Pikiran: Kritik Kapitalisme Akademik

  • account_circle M. Nur Hazzaq Rafli
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pendidikan hari ini kembali terjebak dalam jebakan lama: pendidikan gaya bank, istilah yang pernah digunakan Paulo Freire untuk menggambarkan sistem di mana mahasiswa dianggap seperti celengan kosong yang harus diisi dengan hafalan, bukan dibebaskan melalui kesadaran kritis.

Di banyak kampus, termasuk kampus yang ada di Maluku Utara, pendidikan semakin menyerupai pabrik ijazah bukan ruang dialektika. Dosen menjadi teller yang menyalurkan pengetahuan, mahasiswa menjadi nasabah yang pasif, dan kampus menjadi lembaga perbankan intelektual yang memperdagangkan “nilai” dan “gelar” sebagai komoditas.

Inilah wajah kapitalisme akademik: di mana pengetahuan dijual, bukan dibagikan; di mana mahasiswa didorong mengejar sertifikat, bukan kesadaran. Kampus kehilangan jiwa sebagai ruang pembebasan. Ia berubah menjadi mesin produksi tenaga kerja yang patuh bukan manusia yang berpikir bebas.

Namun di tengah apatisme dungu yang membekukan nurani intelektual, masih ada percikan perlawanan: buku dan berpikir kritis. kawan-kawan yang menolak tunduk, buku bukan sekadar teks, tetapi senjata kesadaran. Membaca adalah tindakan politis; berpikir adalah bentuk perlawanan terhadap sistem yang ingin menidurkan kita dalam kenyamanan palsu.

Mahasiswa yang berpikir kritis bukan ancaman bagi bangsa, tetapi ancaman bagi kekuasaan yang takut terhadap kebenaran. Maka jangan heran jika kampus berusaha membungkam suara-suara kritis dengan jargon “disiplin akademik” atau “etika institusi.” Padahal, justru di sanalah kolonialisme pengetahuan bersembunyi menjinakkan pikiran agar tidak menggugat struktur ketidakadilan.

Kini saatnya kita bertanya: Apakah kampus masih tempat mencari kebenaran, atau hanya kantor distribusi gelar? Apakah dosen masih guru, atau sudah berubah menjadi manajer nilai? Apakah mahasiswa masih manusia berpikir, atau sekadar data di sistem administrasi?

Kritik ini bukan kebencian, tetapi panggilan untuk menghidupkan kembali kesadaran kritis. Sebab pendidikan sejati bukan tentang menghafal dunia, melainkan mengubahnya.

  • Penulis: M. Nur Hazzaq Rafli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi IAIN Ternate Menuju UIN : 60 Tahun Mengabdi

    Transformasi IAIN Ternate Menuju UIN : 60 Tahun Mengabdi

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • 0Komentar

    Enam puluh tahun bukan sekadar hitungan usia, melainkan jejak panjang pengabdian. Sejak berdiri tahun 1965, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate telah menjadi mercusuar pendidikan Islam di kawasan Timur Indonesia. Dari rahim lembaga ini lahir ribuan guru, dai, birokrat, akademisi, hingga pemimpin masyarakat yang mengabdi di Maluku Utara dan berbagai daerah Nusantara. Kini, pada momentum […]

  • Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

    Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Linidaily.id Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi.Ahmad, menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan Kemah Raya dan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) IV Pemuda GMIH Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Lakukanlah untuk Kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31) ini berlangsung di Desa Tagalaya, Pulau Tagalaya, Kecamatan Tobelo, Rabu (1/7/2026). Dalam sambutannya, Dr. Kasman menegaskan […]

  • BUNDA LITERASI MALUKU UTARA DUKUNG PENUH PENYELENGGARAAN BOOKFEST 2026

    BUNDA LITERASI MALUKU UTARA DUKUNG PENUH PENYELENGGARAAN BOOKFEST 2026

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    Siap Berkolaborasi, Fasilitasi Stan UMKM, hingga Penuhi Kebutuhan Konsumsi Kegiatan TERNATE,  Linidaily.id  Upaya menggalakkan budaya literasi di Provinsi Maluku Utara mendapatkan dukungan yang sangat berarti. Hari ini,30 Juni 2026 Panitia Penyelenggara Festival Buku Maluku Utara atau yang dikenal dengan sebutan BookFest 2026 melakukan audiensi dengan Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK […]

  • Peringkat Paling Bahagia dan Taat Beragama : Tapi Banyak yang Belum Merasakan Kesejahteraan, Bahkan Ada yang Mau Akhiri Hidup

    Peringkat Paling Bahagia dan Taat Beragama : Tapi Banyak yang Belum Merasakan Kesejahteraan, Bahkan Ada yang Mau Akhiri Hidup

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar

    Maluku Utara mencatat capaian luar biasa yang jarang dimiliki provinsi lain: selama lima tahun berturut-turut 2021–2025, Badan Pusat Statistik (BPS) secara konsisten menempatkan Maluku Utara sebagai Provinsi Paling Bahagia di Indonesia. Pada 2025, skor Indeks Kebahagiaan mencapai 76,34, jauh di atas rata-rata nasional 71,49. Pengukuran ini mencakup tiga dimensi: kepuasan hidup, perasaan positif, dan makna […]

  • FGD Tomaba Perkuat Kolaborasi Ekonomi Biru Hijau

    FGD Tomaba Perkuat Kolaborasi Ekonomi Biru Hijau

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • 0Komentar

    TOBELO, Linidaily.id Upaya memperkuat konektivitas ekonomi di Maluku Utara melalui kerjasama antar-daerah semakin matang. Tiga kabupaten strategis, yakni Halmahera Utara, Halmahera Timur, dan Pulau Morotai, menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan model kolaborasi berbasis ekonomi biru dan hijau. Acara yang berlangsung pada Senin (7/9/2026) di Hotel Greenland, Tobelo, ini menjadi langkah konkret dalam menginisiasi […]

  • Amnesia

    Amnesia

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Kota Ternate kembali diguncang dengan penipuan Investasi. Setelah Karapoto, muncul Zahra Berkah yang baru meletup. Namun yang paling mengagetkan bukan jumlah uang yang hilang, melainkan satu hal: seolah-olah warga Ternate melupakan pelajaran pahit masa lalu. Inilah amnesia yang sesungguhnya — amnesia kolektif. Karapoto, Luka yang Belum Sembuh Siapa yang tak ingat Karapoto? Pada 2018, PT […]

expand_less