Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Perempuan, Vape, Dan Ilusi Emansipasi: Ketika Kesetaraan Dimanipulasi Oleh Sistem Kapitalisme

  • account_circle M. Ilham Almadani
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sudut kafe dan area perkotaan hari ini, fenomena perempuan yang memegang rokok batangan atau mengembuskan asap pekat dari vape (rokok elektrik) bukan lagi hal yang asing. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan RI mencatat temuan bahwa proporsi perempuan yang mengonsumsi rokok elektrik menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat. Berdasarkan data pada kelompok perempuan usia muda dari (15—29) berstatus mahasiswi atau pekerja muda, berpendidikan menengah atas, dan berdomisili di wilayah perkotaan (urban). Namun, ada sebuah paradoks sosial yang tidak pernah selesai di meja tongkrongan: mengapa laki-laki yang merokok dianggap biasa, sementara perempuan yang melakukan hal serupa langsung dihujani tatapan sinis dan label negatif? Mengapa rokok selalu dilekatkan pada gender tertentu?

Akar dari pelabelan ini tidak tumbuh secara alami, melainkan dirawat oleh sejarah panjang kapitalisme. Melalui branding kapitalisme selama beberapa dekade, iklan secara masif menghegemoni sebuah komoditas (rokok) dengan citra sebagai ciri khas pria sejati; ketangguhan, kejantanan, keberanian, dan kebebasan. Upaya industri yang terstruktur ini berhasil menancapkan rokok ke dalam alam bawah sadar kolektif sebagai simbol kejantanan sekaligus gerbang menuju pendewasaan pria. Konsekuensinya, ruang publik memaklumi kepulan asap yang keluar dari mulut laki-laki sebagai validasi dari maskulinitas mereka.

Namun di lain hal, ketika yang menggunakan rokok ialah perempuan, mereka dilabeli perempuan tak bermoral, pergaulan yang tidak sehat, perempuan kotor, dan sebagainya. Dalam sistem patriarki perempuan selalu dituntut sebagai sosok yang suci, patuh, dan ayu, yang dalam patriarki jika mereka lepas dari dalam sipil keterikatan itu bahwa mereka telah melanggar kodrat feminitas. Tubuh dan perilaku perempuan di ruang publik tidak pernah menjadi milik mereka sendiri, melainkan selalu berada dalam pengawal moral masyarakat yang bias gender.

Jika mengacu pada sejarah perkembangan masuknya patriarki dan kapitalisme, pada abad ke-19 di masa kolonial, penjajah membawa konsep patriarki yang membagi realitas menjadi dua ruang. Pertama, ruang publik yang maskulin di mana lelaki mempunyai otoritas penuh terhadap realitas sosial dan akses ekonomi. Kedua, ruang domestik yang feminin yang mendomestifikasi perempuan ke ranah privatisasi sebagai pengurus rumah tangga yang suci. Karena merokok adalah aktivitas yang lahir di ruang publik, maka tindakan perempuan merokok hari ini adalah bentuk pembangkangan terhadap batas-batas konstruksi patriarki.

Sebetulnya, kita tidak boleh melihat kesetaraan lewat konsumsi sebuah komoditas karena itu sangat berlainan. Namun, kapitalisme sengaja memanfaatkan pembagian ruang tersebut untuk memolarisasi sebagian perempuan menjadi konsumtif karena “tak ingin kalah saing oleh lelaki” demi memajukan produk pasar. Di sinilah kapitalisme patriarkal bekerja menjinakkan perempuan lewat komodifikasi identitas pria. Mereka mengeksploitasi hasrat perempuan untuk tampil berdaya dengan cara menjual candu yang dikemas sebagai simbol kebebasan semu.

Industri rokok sekarang pun telah beralih ke vape atau pod sebagai komoditas baru untuk mengkonstruksi kaum perempuan. Apalagi bentuk eksploitasi lewat varian rasa yang begitu manis dan dingin diperuntukkan bagi konsumen remaja dan perempuan muda, agar terlarut pada kecanduan tanpa hambatan bau kretek yang begitu menyengat. Dan kapitalisme juga menjadikan influencer (pemengaruh) sebagai alat mempromosikan produk dengan menciptakan ilusi bahwa vape adalah pelengkap gaya hidup yang aman dan bebas stigma.

Pada akhirnya, tatapan sinis terhadap perempuan merokok bukanlah wujud kepedulian sejati atas kesehatan publik, melainkan bentuk kecemasan patriarki yang ketakutan kehilangan kontrol atas otoritas tubuh perempuan. Namun di sisi lain, perempuan juga harus jeli melihat bahwa merokok atau mengisap vape demi terlihat “setara” atau “berdaya” di meja tongkrongan hanyalah ilusi emansipasi yang ditawarkan oleh pasar. Kesetaraan sejati bagi perempuan tidak akan pernah ditemukan dalam silinder tembakau atau gawai nikotin, melainkan pada kedaulatan penuh atas tubuh dan pikiran yang merdeka. Entah itu baik dari kungkungan moralitas patriarki maupun jerat konsumerisme kapitalisme.

  • Penulis: M. Ilham Almadani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Terbuka FPPPMU Sorot Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur Maluku Utara

    Dialog Terbuka FPPPMU Sorot Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menggelar Dialog Terbuka dengan tema krusial yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan dan keadilan ekonomi daerah: “Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur: Antara Konflik Kepentingan, Transparansi dan Keadilan Publik”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 20.00 WIT hingga selesai, bertempat […]

  • Dua Perempuan Hilang Beruntun dalam Kurun Waktu Satu Minggu

    Dua Perempuan Hilang Beruntun dalam Kurun Waktu Satu Minggu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    LINIDAILY.ID – Suasana waspada dan keprihatinan kini menyelimuti masyarakat Kabupaten Halmahera Utara, khususnya wilayah Kota Tobelo. Pasalnya, dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, dua laporan kehilangan warga perempuan masuk ke meja kepolisian, menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan ketertiban umum di daerah tersebut. Polres Halmahera Utara mencatat dua laporan resmi orang hilang dengan identitas dan […]

  • Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    Dugaan Jual Beli IUP Haltim LKBHMI Cabang Ternate Desak Kejati Bongkar hingga Tuntas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA TIMUR – Dugaan praktik jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Halmahera Timur kembali menyita perhatian publik. Persoalan yang sebelumnya dianggap sebatas polemik perizinan kini mulai dipandang sebagai persoalan serius yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan, pengelolaan sumber daya alam, hingga dugaan tindak pidana korupsi. Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang […]

  • TRANSPARANSI ANGGARAN DESA DAN TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH KEPADA MASYARAKAT

    TRANSPARANSI ANGGARAN DESA DAN TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH KEPADA MASYARAKAT

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • 0Komentar

    Desa merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penyelenggaraan pemerintahan desa tidak seharusnya hanya dipahami sebagai urusan administratif pemerintah, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi semakin penting ketika pemerintah desa mengelola anggaran yang bersumber dari keuangan publik. Dalam perspektif administrasi publik, transparansi […]

  • Cendekia Basic Writing II, Siap Digelar

    Cendekia Basic Writing II, Siap Digelar

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • 0Komentar

    Salah satu kegiatan dalam rangkaian Festival Buku Maluku Utara 2026, yakni Cendekia Basic Writing II (CBW II) akan segera digelar pada 13-14 Agustus 2026 yang dipusatkan di Ruang Studi FEBI IAIN Ternate. Menurut Tomikal, selaku koordinator CBW II, menegaskan, persiapan CBW II sudah memasuki tahapan finalisasi. “Sekitar 85% pelaksanaan CBW II siap dilaksanakan. Peserta yang […]

  • Silaturahim ke Zulkifli Hasan, PAN Malut Usulkan Penambahan Kursi DPR RI Jadi Empat untuk Pemilu 2029

    Silaturahim ke Zulkifli Hasan, PAN Malut Usulkan Penambahan Kursi DPR RI Jadi Empat untuk Pemilu 2029

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara melakukan silaturahim pada 28 Agustus 2026 kemarin, sekaligus pertemuan strategis dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi […]

expand_less