Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Menjelang HUT RI ke-81: Ekonomi Tumbuh di Ujung Desa Damuli Kecamatan Patani Timur

  • account_circle Sarajudin
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 241
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-81, suasana kemerdekaan tidak hanya terasa di pusat-pusat kota, tetapi juga tumbuh dari pelosok desa. Di ujung Desa Damuli, Kecamatan Patani Timur, semangat kemerdekaan dapat dilihat dari aktivitas masyarakat yang terus berusaha menghidupkan roda ekonomi dengan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki. Di tengah keterbatasan akses dan perubahan zaman, masyarakat tetap bertahan melalui ekonomi tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu sumber penghidupan masyarakat Desa Damuli adalah kelapa yang diolah menjadi kopra. Sejak dahulu, kelapa bukan sekadar tanaman yang tumbuh di sekitar rumah dan kebun masyarakat, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi keluarga. Dari proses memetik buah kelapa, membelah, mengeringkan hingga menjadi kopra, terdapat rangkaian pekerjaan yang melibatkan tenaga masyarakat desa. Aktivitas tersebut menjadi gambaran bahwa ekonomi desa sesungguhnya memiliki kekuatan yang besar apabila dikelola dengan baik.

Kopra menjadi bukti bahwa masyarakat di pelosok memiliki kemampuan untuk mengolah sumber daya alam menjadi komoditas ekonomi. Dengan peralatan yang sederhana dan mengandalkan tenaga sendiri, masyarakat mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. Tradisi mengolah kelapa menjadi kopra juga memperlihatkan hubungan erat antara manusia, alam, dan ekonomi. Kebun kelapa menjadi ruang produksi, sementara rumah dan lingkungan desa menjadi tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi keluarga.

Namun, di balik perjuangan tersebut, masyarakat kopra masih menghadapi berbagai persoalan. Harga kopra yang tidak selalu stabil, biaya transportasi yang tinggi, keterbatasan akses pasar, serta panjangnya rantai perdagangan dapat memengaruhi pendapatan petani. Ketika harga kopra turun, masyarakat di tingkat desa menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, pertumbuhan ekonomi di Desa Damuli tidak cukup hanya dilihat dari aktivitas produksi, tetapi juga harus memperhatikan bagaimana masyarakat memperoleh harga yang adil atas hasil kerja mereka.

Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan pentingnya adalah apakah kemerdekaan ekonomi sudah benar-benar dirasakan sampai ke ujung desa? Kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk berdiri di atas kaki sendiri, memperoleh penghidupan yang layak, dan mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan potensi ekonomi. Petani kelapa dan pengolah kopra di Desa Damuli adalah bagian dari rakyat Indonesia yang ikut menjaga kehidupan ekonomi bangsa dari tingkat paling bawah.

Potensi kelapa di Desa Damuli sebenarnya dapat dikembangkan lebih jauh. Masyarakat tidak harus selamanya menjual kelapa dalam bentuk kopra sebagai bahan mentah. Dengan pengetahuan, teknologi, modal, dan pendampingan yang tepat, kelapa dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Minyak kelapa, produk olahan pangan, kerajinan dari tempurung dan sabut, hingga berbagai produk turunan lainnya dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan demikian, desa tidak hanya menjadi tempat produksi bahan mentah, tetapi juga dapat menjadi pusat pengolahan hasil perkebunan.

Pemerintah desa dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendorong perubahan tersebut. Pembangunan infrastruktur, akses jalan, fasilitas pengeringan kopra, penguatan kelompok tani, akses permodalan, pelatihan pengolahan hasil kelapa, serta pembukaan akses pasar harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi desa. Koperasi atau kelompok usaha masyarakat juga dapat diperkuat agar petani memiliki posisi tawar yang lebih baik dan tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak atau rantai perdagangan yang panjang.

Di sisi lain, generasi muda Desa Damuli perlu melihat potensi ekonomi tradisional bukan sebagai sesuatu yang kuno dan harus ditinggalkan. Justru tradisi kelapa dan kopra dapat dipadukan dengan pengetahuan modern, teknologi digital, serta kreativitas anak muda. Media sosial dan platform digital dapat digunakan untuk memperkenalkan produk desa, mencari pasar yang lebih luas, dan membangun jaringan perdagangan. Dengan perpaduan antara pengetahuan lokal dan teknologi modern, ekonomi tradisional dapat menemukan wajah baru yang lebih produktif.

HUT RI ke-81 seharusnya menjadi momentum untuk kembali melihat wajah Indonesia dari desa-desa kecil seperti Damuli. Di sana, kemerdekaan dirawat melalui kerja keras petani, nelayan, pedagang, dan masyarakat yang setiap hari berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari kebun-kebun kelapa, dari asap pengeringan kopra, dan dari tangan masyarakat yang bekerja tanpa mengenal lelah, terdapat cerita tentang Indonesia yang sesungguhnya: Indonesia yang tumbuh dari bawah.

Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi di ujung Desa Damuli bukan sekadar persoalan angka dan statistik. Ia adalah tentang kehidupan manusia, tentang keluarga yang menggantungkan harapan pada hasil kebun, serta tentang masa depan anak-anak desa. Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, semoga pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di kota, tetapi juga hadir sampai ke pelosok. Sebab kemerdekaan akan menjadi lebih bermakna ketika petani kelapa dapat hidup sejahtera, hasil kopra dihargai secara adil, dan desa memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan kekuatan ekonominya sendiri. Dari kelapa menjadi kopra, dari kopra menjadi penghidupan, dan dari desa kecil seperti Damuli, Indonesia terus bertumbuh.

  • Penulis: Sarajudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Suasana tegang menyelimuti Kediaman Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, Kamis (11/6). Selama sembilan jam, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT, rapat koordinasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berlangsung tertutup rapat. Personel Satpol PP berjaga ketat di pintu masuk, melarang akses bagi staf eselon III-IV maupun wartawan. […]

  • FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ternate, Linidaily.id. Rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang disampaikan Gubernur Sherly Tjoanda ke DPRD Provinsi memicu gelombang penolakan tajam dari masyarakat sipil. Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menegaskan akan melayangkan gugatan hukum jika usulan tersebut tetap disetujui, dengan alasan kebijakan ini berisiko membebani keuangan daerah dan […]

  • Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

    Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pagi di Ternate selalu punya cara membuat orang jatuh cinta: laut yang biru, Gamalama yang berdiri gagah, aroma ikan bakar, dan percakapan hangat di pasar. Tetapi di balik keindahan itu, ada persoalan yang pelan-pelan menumpuk, berbau, dan mengancam masa depan kota pulau ini: sampah. Ternate bukan kota dengan daratan luas yang bisa terus-menerus “menyembunyikan” sampah […]

  • HMPS Ilmu Pemerintahan UMMU Gelar PAJ, Perkuat Kekeluargaan dan Bentuk Kader Kritis Berjiwa Good Governance


    HMPS Ilmu Pemerintahan UMMU Gelar PAJ, Perkuat Kekeluargaan dan Bentuk Kader Kritis Berjiwa Good Governance


    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily id – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HMPS-IPM), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), menggelar kegiatan Pengenalan Alam Jurusan (PAJ) pada Jumat, 9 Oktober 2026, hingga Minggu pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIT ini berlangsung di Pantai Jambula, Kelurahan Jambula, Kecamatan Ternate Selatan, dengan […]

  • Sambut Milad ke-62 : HMI Cabang Ternate Gelar Donor Darah Bersama PMI Maluku Utara.

    Sambut Milad ke-62 : HMI Cabang Ternate Gelar Donor Darah Bersama PMI Maluku Utara.

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE- Linidaily.id HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku Utara menggelar aksi donor darah pada Kamis, 6 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Milad ke-62 HMI Cabang Ternate. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KAHMI Provinsi Maluku Utara ini diikuti oleh kader HMI, alumni, serta masyarakat […]

  • OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    OpenClaw Resmi Luncurkan Aplikasi Mobile, Bawa Kemampuan Agen AI Otonom ke Genggaman Tangan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id – Platform kecerdasan buatan sumber terbuka OpenClaw kini resmi hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh untuk perangkat Android maupun iOS. Peluncuran ini memungkinkan pengguna menjalankan agen AI secara langsung melalui ponsel pintar, sehingga beragam tugas otomatis dapat diselesaikan kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada komputer. Informasi ini disampaikan […]

expand_less