Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Warga Moti Meninggal, HMI Soroti Buruknya Layanan Kesehatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE, Linidaily.id. Meninggalnya seorang warga Pulau Moti setelah menunggu proses rujukan menggunakan ambulans laut mendapat sorotan dari Direktur Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Ternate, Safril Ismail.

Safril menilai peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis semata. Menurutnya, kejadian ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan yang harus segera dijelaskan dan dievaluasi oleh Pemerintah Kota Ternate.

“Ini bukan lagi sekadar soal ambulans terlambat. Ini soal nyawa manusia. Kalau seorang warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan rujukan sampai akhirnya meninggal, maka pemerintah harus menjelaskan di mana sistem itu gagal,” tegas Safril.

Ia mempertanyakan efektivitas sistem pelayanan kesehatan yang selama ini telah disiapkan Pemerintah Kota Ternate untuk masyarakat kepulauan.

Menurut Safril, pemerintah tidak cukup hanya menunjukkan bahwa ambulans laut tersedia atau sistem rujukan telah dibuat. Ukuran keberhasilan pelayanan publik adalah ketika sistem tersebut benar-benar bekerja saat masyarakat berada dalam kondisi darurat.

“Jangan hanya sibuk menunjukkan bahwa ambulans laut ada dan prosedur rujukan sudah dibuat. Pertanyaannya, ketika warga Moti membutuhkan pertolongan, apakah sistem itu benar-benar bekerja?” ujarnya.

Safril menilai Pemerintah Kota Ternate harus berani mengevaluasi pelayanan dari hulu hingga hilir. Mulai dari pelayanan di puskesmas, proses penetapan rujukan, komunikasi antarfasilitas kesehatan, kesiapan armada, hingga waktu respons dan perjalanan menuju rumah sakit rujukan.

“Kalau prosedurnya ada tetapi responsnya lambat, berarti ada masalah dalam implementasi. Kalau armadanya ada tetapi tidak siap ketika dibutuhkan, berarti ada masalah dalam manajemen. Jangan semua persoalan kemudian ditutup dengan alasan geografis,” katanya.

Menurutnya, pemerintah sebenarnya sudah mengetahui karakter Kota Ternate sebagai daerah kepulauan. Karena itu, persoalan jarak dan transportasi seharusnya sudah menjadi bagian dari desain pelayanan kesehatan.

“Laut bukan alasan yang baru diketahui pemerintah hari ini. Pemerintah tahu Moti itu pulau. Justru karena itu sistem pelayanan harus dibuat lebih siap. Jangan masyarakat yang kemudian menanggung kelemahan sistem tersebut,” tegas Safril.

Safril juga meminta kasus ini tidak berhenti pada pernyataan belasungkawa. Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

“Kami tidak ingin kasus ini berhenti pada belasungkawa. Keluarga korban dan masyarakat berhak mendapatkan penjelasan. Kalau ada keterlambatan, jelaskan penyebabnya. Kalau ada kesalahan dalam sistem, akui dan perbaiki,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat kepulauan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jarak geografis tidak boleh membuat warga Moti menerima standar pelayanan yang lebih rendah dibandingkan masyarakat yang berada di pusat Kota Ternate.

“Warga Moti bukan warga kelas dua. Mereka bagian dari Kota Ternate dan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pertolongan ketika berada dalam kondisi darurat,” katanya.

HMI Tuntut Pemda Buka Penjelasan

Atas peristiwa tersebut, LKMI HMI Cabang Ternate mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengambil langkah konkret.

Pertama, meminta Pemerintah Kota Ternate dan Dinas Kesehatan angkat bicara secara terbuka mengenai kronologi meninggalnya warga Moti, termasuk waktu pasien dinyatakan membutuhkan rujukan, waktu permintaan ambulans dilakukan, proses koordinasi, hingga alasan terjadinya keterlambatan.

Kedua, meminta Pemkot Ternate melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rujukan kesehatan wilayah kepulauan, bukan hanya mengevaluasi keberadaan ambulans laut, tetapi juga mekanisme koordinasi, waktu respons, kesiapan petugas, dan kesiapan armada.

Ketiga, meminta pemerintah memastikan ambulans laut dalam kondisi benar-benar siaga dan memiliki mekanisme respons cepat, terutama untuk wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua.

Keempat, meminta Pemkot Ternate membuka standar atau target waktu respons pelayanan ambulans laut kepada publik, sehingga masyarakat dapat mengetahui standar pelayanan yang seharusnya mereka terima dan pemerintah dapat dimintai pertanggungjawaban apabila standar tersebut tidak terpenuhi.

Kelima, meminta adanya mekanisme pengawasan dan evaluasi berkala terhadap pelayanan kesehatan kepulauan, agar persoalan yang sama tidak kembali terjadi dan evaluasi tidak baru dilakukan setelah jatuhnya korban.

“Kami meminta Pemkot Ternate jangan defensif terhadap kritik. Anggap kasus ini sebagai alarm. Pemerintah harus menjelaskan, mengevaluasi, dan memperbaiki. Jangan sampai setelah kasus ini reda, semuanya kembali seperti biasa dan masyarakat kembali menunggu ketika keadaan darurat datang,” tegas Safril.

Ia menambahkan, pemerintah harus membuktikan bahwa sistem pelayanan kesehatan kepulauan bukan sekadar program di atas kertas.

“Kami ingin melihat pemerintah hadir dalam bentuk sistem yang bekerja. Karena bagi masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, yang dibutuhkan bukan janji, bukan seremoni, dan bukan sekadar laporan keberhasilan. Yang dibutuhkan adalah pertolongan yang datang tepat waktu,” pungkas Safril.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duta Besar Singapura Kunjungi Halmahera Utara; Bentuk Apresiasi Penanganan Korban Erupsi Gunung Dukono

    Duta Besar Singapura Kunjungi Halmahera Utara; Bentuk Apresiasi Penanganan Korban Erupsi Gunung Dukono

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    TOBELO – Linidaily id Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng, dijadwalkan melaksanakan kunjungan kerja resmi ke Kabupaten Halmahera Utara pada hari ini, Kamis 6 Agustus 2026. Informasi dari laman Diskominfosan Halmahera Utara menjelaskab Kedatangan utusan diplomatik tertinggi negara kota tersebut merupakan wujud penghargaan langsung dari Pemerintah Singapura atas perhatian dan upaya […]

  • Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    Tambang Nikel Ancam Pegunungan Wato-Wato, Ribuan Warga Teluk Buli Hadapi Krisis Air

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id— Rencana operasi tambang nikel milik PT Priven Lestari di kawasan Pegunungan Wato-wato, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, memicu kekhawatiran serius masyarakat. Kawasan yang selama ini menjadi sumber utama air bersih bagi warga Teluk Buli itu dinilai terancam rusak apabila aktivitas pertambangan tetap dijalankan. Warga bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak pemerintah pusat maupun daerah […]

  • KKSD UMMU Edukasi Siswa SMPN 13 Tidore Kepulauan tentang Bahaya Narkoba

    KKSD UMMU Edukasi Siswa SMPN 13 Tidore Kepulauan tentang Bahaya Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id TIDORE KEPULAUAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Sosial dan Dakwah (KKSD) Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bahaya Narkoba dan Pentingnya Pendidikan” di SMP Negeri 13 Tidore Kepulauan (TIKEP), Desa Bale, pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang laboratorium komputer sekolah dan diikuti secara antusias oleh siswa-siswi kelas […]

  • Silaturahim ke Zulkifli Hasan, PAN Malut Usulkan Penambahan Kursi DPR RI Jadi Empat untuk Pemilu 2029

    Silaturahim ke Zulkifli Hasan, PAN Malut Usulkan Penambahan Kursi DPR RI Jadi Empat untuk Pemilu 2029

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA, Linidaily.id Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku Utara melakukan silaturahim pada 28 Agustus 2026 kemarin, sekaligus pertemuan strategis dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Gedung Graha Mandiri, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi […]

  • Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Di Balik Gemerlap Industri Nikel, Ada Ancaman Sosial yang Mengintai Provinsi Maluku Utara dalam satu dekade terakhir menjelma menjadi salah satu pusat industri tambang nikel terbesar di Indonesia. Kehadiran kawasan industri seperti IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah hingga aktivitas pertambangan di Halmahera Timur membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik geliat investasi […]

  • Dapur Kami di Ujung Ketidakpastian Dunia

    Dapur Kami di Ujung Ketidakpastian Dunia

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Seorang ibu dari Kelurahan Kalumpang, Ternate, kemarin pagi berdiri lama di depan lapak beras pasar Bahari Berkesan. Bukan karena memilih-milih kualitas. Tapi karena menghitung ulang uang di tangannya yang tidak cukup. Harga beras naik lagi. Bukan untuk pertama kali. Dan hampir pasti bukan untuk terakhir kali. Kejadian sederhana itu sebenarnya menyimpan kisah yang jauh lebih […]

expand_less