Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Narasi Transparansi yang Problematik

  • account_circle M. Tamhier Tamrin
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Akhir-akhir ini ada beberapa persoalan yang kemudian telah menjelma dan dapat divonis menjadi penyakit dalam tubuh induk lembaga kemahasiswaan Universitas Khairun, sebut saja Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Khairun (BEM UNKHAIR), yang telah menjadi rahasia umum, baik dalam rentetan kegagalan mereka dan manajemen tata kelola organisasi yang begitu memprihatinkan. Tidak hanya itu, bahkan pihak Rektorat Universitas Khairun yang memiliki keterkaitan dengan hal ini pun seolah bungkam terhadap persoalan ini.

Dan ironinya, Wakil Rektor III Universitas Khairun seakan makin memperparah kondisi BEM UNKHAIR. Satu hal yang kami, BEM FIB UNKHAIR, pertanyakan adalah: “Kenapa bukan BEM Fakultas yang dilibatkan, tapi justru Wakil Dekan III se-Universitas Khairun? Apakah Wakil Dekan III adalah pengurus BEM Fakultas?”

Pertanyaan ini sederhana, tetapi memiliki konsekuensi yang cukup serius. Ketika persoalan yang sedang dibicarakan adalah persoalan lembaga kemahasiswaan, mengapa justru lembaga mahasiswa yang berada di tingkat fakultas tidak dihadirkan?

Idealnya, BEM Fakultas se-UNKHAIR dilibatkan dalam hal ini agar transparan dan demokratis, sebab BEM UNKHAIR pada dasarnya adalah interpretasi dari BEM Fakultas se-UNKHAIR. Maka, ketika ada pembicaraan mengenai kondisi, evaluasi, maupun masa depan BEM UNKHAIR, BEM Fakultas seharusnya menjadi bagian dari pembicaraan tersebut.

Bukan berarti kami mempertanyakan keberadaan Wakil Dekan III dalam ruang pembinaan kemahasiswaan. Kami memahami bahwa Wakil Dekan III merupakan bagian dari struktur birokrasi fakultas dan memiliki fungsi dalam pembinaan mahasiswa. Tetapi perlu dibedakan secara jelas: Wakil Dekan III bukan representasi organisasi mahasiswa.

BEM Fakultas adalah organisasi mahasiswa

Wakil Dekan III adalah unsur birokrasi fakultas.Keduanya memiliki posisi yang berbeda. Karena itu, menghadirkan Wakil Dekan III tidak dapat dijadikan alasan untuk kemudian tidak menghadirkan BEM Fakultas. Jika memang pembicaraan tersebut berkaitan dengan persoalan BEM UNKHAIR, maka justru BEM Fakultas harus berada di dalam ruang pembahasan tersebut.

Sebab siapa yang paling dekat dengan mahasiswa?

Siapa yang secara langsung mengetahui dinamika organisasi mahasiswa di tingkat fakultas?

Dan siapa yang nantinya akan berhadapan langsung dengan mahasiswa ketika keputusan mengenai BEM UNKHAIR telah diambil?

Tentu BEM Fakultas.

Maka menjadi janggal ketika ruang pembahasan mengenai lembaga mahasiswa justru lebih dahulu menghadirkan unsur birokrasi, sementara organisasi mahasiswa yang menjadi bagian dari basis representasi tersebut tidak dilibatkan.

Jika alasan yang digunakan adalah koordinasi, maka kami bertanya: mengapa koordinasi itu tidak dilakukan dengan BEM Fakultas?Jika alasannya adalah evaluasi, maka mengapa BEM Fakultas tidak diberikan ruang untuk ikut mengevaluasi?

Dan jika tujuannya adalah mencari solusi, maka mengapa pihak yang nantinya akan terdampak oleh keputusan tersebut justru tidak dilibatkan dalam prosesnya?

Di sinilah persoalan transparansi itu muncul.

Transparansi tidak cukup hanya dengan menghadirkan beberapa pihak dalam sebuah pertemuan. Transparansi juga harus terlihat dari siapa saja yang diberikan ruang untuk hadir dan menyampaikan pandangan.

Demokrasi tidak cukup hanya disebut dalam narasi, tetapi harus diwujudkan melalui keterlibatan pihak-pihak yang memang memiliki kepentingan terhadap persoalan yang sedang dibahas.

Kami di BEM FIB UNKHAIR berpandangan bahwa BEM Fakultas se-UNKHAIR harus dilibatkan dalam setiap pembahasan yang menyangkut persoalan dan masa depan BEM UNKHAIR. Bukan karena BEM Fakultas ingin mengambil alih kewenangan siapa pun, tetapi karena kami memiliki kepentingan langsung sebagai bagian dari kehidupan organisasi mahasiswa Universitas Khairun.

Jangan sampai persoalan lembaga mahasiswa dibicarakan tanpa lembaga mahasiswa.

Jangan sampai atas nama pembinaan, suara mahasiswa justru tidak terdengar.

Dan jangan sampai atas nama transparansi, justru pihak yang seharusnya dilibatkan tidak diberikan ruang untuk hadir.

Kalau BEM UNKHAIR merupakan interpretasi dari BEM Fakultas se-UNKHAIR, maka ketika BEM UNKHAIR sedang dibicarakan, BEM Fakultas se-UNKHAIR harus hadir.

Sesederhana itu.

  • Penulis: M. Tamhier Tamrin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi AMPP–Togammoloka di Ternate Tolak Pinjaman Daerah Rp1 Triliun

    Aksi AMPP–Togammoloka di Ternate Tolak Pinjaman Daerah Rp1 Triliun

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    Gelombang penolakan terhadap rencana pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencuat melalui aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Pengawas Pemerintahan (AMPP)–Togammoloka di Kota Ternate, Rabu (22/7/2026). Sejumlah titik menjadi lokasi aksi, dengan konsentrasi massa terpusat di depan Hotel Bela, kawasan Jati. Ketua Umum AMPP–Togammoloka, M. Iram Galela, menjelaskan bahwa aksi tersebut […]

  • Amnesia

    Amnesia

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • 0Komentar

    Kota Ternate kembali diguncang dengan penipuan Investasi. Setelah Karapoto, muncul Zahra Berkah yang baru meletup. Namun yang paling mengagetkan bukan jumlah uang yang hilang, melainkan satu hal: seolah-olah warga Ternate melupakan pelajaran pahit masa lalu. Inilah amnesia yang sesungguhnya — amnesia kolektif. Karapoto, Luka yang Belum Sembuh Siapa yang tak ingat Karapoto? Pada 2018, PT […]

  • KAGAMA Maluku Utara Bersinergi dengan FK-KMK UGM Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Kota Tidore Kepulauan

    KAGAMA Maluku Utara Bersinergi dengan FK-KMK UGM Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Kota Tidore Kepulauan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar

    TIDORE KEPULAUAN — Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Maluku Utara bersinergi dengan Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menggelar bakti sosial operasi katarak gratis bagi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan. Bakti sosial ini mulai dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Rumah Sakit Daerah Kota […]

  • Secangkir Kopi yang Menghidupkan Gagasan

    Secangkir Kopi yang Menghidupkan Gagasan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    (Catatan Hari Kopi Internasional — 1 Oktober 2026) 1 Oktober kemarin, banyak yang lupa atau bahkan ada yang tidak tahu dunia merayakan secangkir zat gelap yang lebih setia daripada banyak janji politik : Hari Kopi Internasiona Tanaman kopi (Coffea) berasal dari dataran tinggi Ethiopia, terutama kawasan Kaffa yang diyakini sebagai tempat tumbuh liarnya. Legenda populer […]

  • Luncurkan Buku Ketiga, Bacarita Buku “Sekolah Rumah Pendidikan” Malam Ini

    Luncurkan Buku Ketiga, Bacarita Buku “Sekolah Rumah Pendidikan” Malam Ini

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • 0Komentar

    HALMAHERA UTARA — LinidIly.id Malam ini, Sabtu 5 September 2026, pukul 20.00 WIT hingga selesai, akan digelar kegiatan Bacarita Buku: Sekolah, Rumah Pendidikan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Halmahera Utara. Kegiatan ini merupakan peluncuran sekaligus diskusi mendalam atas karya buku ketiga yang ditulis oleh Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd. Buku […]

  • Pesta Ditengah Kepungan Karhutla

    Pesta Ditengah Kepungan Karhutla

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • 0Komentar

    Maluku Utara memperingati hari jadinya yang ke-27 pada esok, Senin 12 Oktober. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyiapkan rangkaian perayaan dengan berbagai kegiatan, termasuk pesta rakyat yang menghadirkan penyanyi ibu kota. Namun, di balik panggung hiburan dan gegap gempita perayaan di Sofifi, ada kenyataan yang semestinya membuat seluruh jajaran pemerintahan menundukkan kepala sejenak: kebakaran hutan dan […]

expand_less