DIALOG TERBUKA FPPPMU SOAL DUGAAN MONOPOLI PROYEK DAERAH DITUNDA, DIJADWALKAN ULANG
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TERNATE — Linidaily.id. Kegiatan Dialog Terbuka bertajuk “Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur: Antara Konflik Kepentingan, Transparansi, dan Keadilan Publik” yang semula dijadwalkan berlangsung Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 20.00 WIT di Land Mark Ternate, resmi ditunda dan akan dijadwalkan ulang.
Penundaan ini diputuskan oleh panitia pelaksana yakni Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) dengan pertimbangan waktu persiapan yang dinilai terlalu mepet. Selain itu, panitia juga menambahkan narasumber baru guna memperkaya pembahasan, yaitu Ahli Ekonomi dan Ahli Hukum Keuangan Pemerintahan Daerah.
“Kami putuskan menunda kegiatan ini agar persiapan lebih matang dan semua pihak bisa hadir dengan optimal. Selain itu, kami tambahkan narasumber baru agar diskusi lebih mendalam dan berimbang,” ujar Ketua FPPPMU, Arsad Sangaji yang akrab disapa Abang Caken, Kamis, 25/6/2026.
Menurutnya, pihak panitia akan segera menghubungi kembali seluruh narasumber yang telah termuat dalam flyer kegiatan yang sudah beredar termasuk perwakilan KPK, Kejati, Kepolisian, BPK, unsur pemerintah daerah, pengusaha, serta pejabat terkait untuk menyepakati jadwal baru.
Dialog ini rencananya akan mengupas tuntas isu dugaan monopoli penguasaan proyek-proyek pemerintah daerah serta aspek transparansi, akuntabilitas, dan keadilan publik dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan di Maluku Utara.
“Kegiatan ini tetap akan dilaksanakan, hanya waktunya disesuaikan. Tujuannya tetap satu: mengawal transparansi, menjaga integritas, dan memastikan keadilan bagi masyarakat Maluku Utara,” tegas Abang Caken.
Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara yang menginisiasi Dialog Terbuka ini menurut Arsad karena arah perjuangan provinsi Maluku Utara mulai tidak sesuai dengan cita cita awal para pejuang pemekaran provinsi yang harus ditebus dengan darah dan air mata.
” Kita cuma ingin mempertemukan semua pihak untuk duduk bersama dan saling terbuka dan mengkonfirmasi dugaan- dugaan yang di tulis media, itu saja,” tandas Arsad.
Jadwal baru dan tempat pelaksanaan menurut Arsad akan disampaikan secara resmi oleh panitia dalam waktu dekat.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar