Mahasiswa Unkhair Raih Juara 3 KMI Expo XVII 2026 Lewat Inovasi Briket Aromaterapi Limbah Bonggol Pisang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) berhasil meraih Juara 3 Usaha Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahap Awal, sekaligus memperoleh Juara Harapan III Kirab Budaya KMI Expo XVII Tahun 2026. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PURWOKERTO, Linidaily.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dalam ajang KMI Expo XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, 29 September–1 Oktober 2026.
Tim mahasiswa Unkhair yang mengembangkan Usaha Banabriq (Briket Aromaterapi dari Limbah Pisang) berhasil meraih Juara 3 Usaha Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahap Awal, sekaligus memperoleh Juara Harapan III Kirab Budaya KMI Expo XVII Tahun 2026.
Pengumuman juara disampaikan oleh Panitia pada penutupan EXPO KMI Kamis, 1 Oktober 2026 malam.
Tim yang terdiri dari Alyssa R. Husen dan Faisal Rizik dari Program Studi Farmasi, serta Salwa Salsabilla S. Oesman dan Nurjana Hasanah Fahmi dari Program Studi Akuntansi didampingi pendamping dari Apt. Sandrawati, S.Si., M.Si. yang juga dosen Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Ternate.
Sebelum mengikuti Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Tim ini dinyatakan lulus P2MW atau Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha.
Program ini merupakan program hibah pendanaan, pembinaan, dan pendampingan usaha dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bagi mahasiswa Indonesia yang merintis atau mengembangkan bisnis.
Tujuan program ini adalah mencetak wirausaha muda dari kalangan mahasiswa yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing, memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi dan mendorong hilirisasi produk atau hasil riset mahasiswa agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Adapun Kategori Usaha adalah Makanan dan Minuman, Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan, Manufaktur dan Teknologi Terapan, Bisnis Digital, Budidaya, Industri KreatifTahapan dan Pendanaan Usaha.
Tahap Awal Usaha yang memiliki prototipe/rencana dan validasi awal dengan pendanaan maksimal Rp15.000.000.
Tahap Bertumbuh, Usaha yang sudah berjalan minimal 6 bulan, memiliki transaksi penjualan, serta laporan keuangan, dengan pendanaan maksimal Rp.20.000.000.
Mengolah Limbah Bonggol Pisang Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Banabriq merupakan inovasi usaha yang memanfaatkan limbah pisang sebagai bahan dasar briket aromaterapi. Gagasan tersebut tidak hanya menawarkan pemanfaatan limbah organik, tetapi juga mengarah pada penciptaan produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.
Keikutsertaan Banabriq dalam kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan menunjukkan upaya mahasiswa Unkhair dalam mengembangkan gagasan kewirausahaan berbasis inovasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan akademik, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi produk inovatif dan model usaha yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
Bawa Nama Unkhair di Ajang NasionalKMI Expo merupakan salah satu ruang nasional bagi mahasiswa untuk memperkenalkan dan mengembangkan berbagai inovasi serta usaha yang mereka rintis.
Dalam ajang tersebut, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkompetisi sekaligus membangun jejaring kewirausahaan.
Bagi Universitas Khairun, capaian tim Banabriq menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membawa nama Maluku Utara dan Unkhair ke panggung kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional.
Selain prestasi di bidang usaha, tim Unkhair juga mencatatkan capaian dalam Kirab Budaya KMI Expo XVII, dengan meraih Juara Harapan III. Capaian ini memperlihatkan keterlibatan mahasiswa Unkhair tidak hanya dalam inovasi kewirausahaan, tetapi juga dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah dalam kegiatan nasional.
Mendorong Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal
Keberhasilan Banabriq dapat menjadi contoh bahwa limbah yang selama ini dipandang sebagai persoalan lingkungan dapat dikembangkan menjadi bahan baku produk inovatif apabila didukung kreativitas, teknologi, dan kemampuan kewirausahaan.
Pengembangan usaha semacam ini juga sejalan dengan semangat perguruan tinggi dalam mendorong mahasiswa menjadi pencipta inovasi dan lapangan usaha, bukan hanya sebagai pencari pekerjaan.
Dengan raihan Juara 3 Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahap Awal serta Juara Harapan III Kirab Budaya, tim Banabriq telah memberikan catatan positif bagi Universitas Khairun dalam KMI Expo XVII Tahun 2026.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa Unkhair untuk terus mengembangkan Banabriq, baik dari sisi kualitas produk, inovasi teknologi, model bisnis, maupun perluasan pasar, sehingga gagasan yang lahir dari kompetisi dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar