Protes Penangkapan Warga Banemo Memanas, Terjadi Bentrokan dengan Brimob
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 221
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bentrok warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah dengan pasukan Brimob Polda Maluku Utara. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HALMAHERA TENGAH —Linidaily.id , Aksi warga Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, yang memprotes penangkapan lima warganya, berujung pada bentrokan dengan pasukan Brimob Polda Maluku Utara pada Kamis (24/9/2026) pagi.
Penangkapan kelima warga dilakukan tim Reserse Mobile (Resmob) dini hari tadi, terkait dugaan keterlibatan dalam peristiwa pembakaran rumah di Desa Sibenpopo serta kasus kematian salah satu warga di desa tersebut yang terjadi pada April 2026 silam.
Menurut salah satu warga yang enggan disebut namanya, aparat datang membawa mereka paksa saat masih berada di tempat tidur, sekitar pukul 03.00 WIT.
“Mereka diambil saat masih tidur, dibawa paksa tanpa pemberitahuan yang jelas,” ujar sumber tersebut.
Berita penangkapan itu memicu gelombang protes warga yang turun ke jalan mengajukan keberatan atas pelaksanaan penegakan hukum yang dinilai sepihak. Suasana memanas ketika massa berhadapan langsung dengan ratusan personel Brimob yang diterjunkan ke lokasi, hingga terjadinya saling dorong dan serang antara warga dan aparat.
Di permukaan protes itu, terselip tuntutan warga agar kasus kematian warga Banemo bernama Ali (65 tahun) turut diusut secara tuntas. Warga menilai penanganan kematian Ali yang juga terkait konflik April lalu belum mendapatkan kejelasan, sementara pihak lain justru lebih cepat ditindak. Ketimpangan dalam penanganan kedua perkara ini dianggap sebagai pemicu utama ketegangan yang meledak hari ini.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Hadi Poerwanto, membenarkan adanya kerusuhan warga pagi tadi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIT. Ia memastikan situasi kini telah kembali tenang.
“Benar terjadi aksi protes terkait penegakan hukum di Desa Banemo. Sekarang sudah reda dan kondusif,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kronologi rinci bentrokan, korban dari kedua belah pihak, serta perkembangan pemeriksaan terhadap lima warga yang diamankan. Ketegangan antara Banemo dan Sibenpopo yang berakar sejak April lalu menjadi perhatian bersama; transparansi penegakan hukum dan dialog antara aparat serta masyarakat menjadi kunci agar konflik tidak meletus kembali.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar