Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Di Mana Gubernur saat Hutan Maluku Utara Membara?

  • account_circle Yusril J. Todoku
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan perbatasan Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, hingga Halmahera Selatan bukan sekadar bencana alam biasa. Ini adalah jeritan ekologis sekaligus potret kelam penderitaan masyarakat Maluku Utara yang harus menghirup asap pekat dan menyaksikan ruang hidup mereka perlahan musnah dilahap api.

Namun, di tengah situasi kritis yang merenggut ketenangan warga ini, sebuah pertanyaan mendasar dan menohok mengemuka di tengah publik: Di manakah Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara?

Sangat tragis ketika masyarakat di beberapa wilayah Halmahera berjuang secara mandiri dan terbatas melawan kobaran api, pemerintah daerah justru terkesan absen. Kehadiran negara yang seharusnya menjadi benteng terdepan dalam penanganan bencana terasa hampa. Langkah cepat, terpadu, dan tanggap darurat untuk meredam kebakaran tak kunjung terlihat digerakkan secara masif oleh pucuk pimpinan Maluku Utara.

Tragedi Ekologis dan Kepemimpinan yang Pasif

Hutan Halmahera bukan sekadar hamparan pepohonan; ia adalah jantung kehidupan, penyangga ekosistem, serta sumber penghidupan bagi ribuan kepala keluarga. Ketika kebakaran meluas melintasi empat kabupaten sekaligus, dampak meluasnya tidak hanya merusak keanekaragaman hayati, tetapi juga mengancam kesehatan serta perekonomian warga lokal.

HMI Cabang Ternate menilai, sikap pasif dan minimnya tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menangani krisis ini adalah bentuk pengabaian terhadap keselamatan rakyat. Kepemimpinan daerah seharusnya diuji saat krisis datang, bukan justru menghilang atau melemparkan tanggung jawab ketika rakyat paling membutuhkan kehadiran figur pemimpin.

Desakan dan Sikap HMI Cabang Ternate

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, HMI Cabang Ternate secara tegas menuntut:

Kejelasan Kehadiran dan Tindakan Pemprov: Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara harus segera turun ke lokasi, memimpin langsung koordinasi penanganan kebakaran, serta membuka transparansi mengenai langkah konkret yang telah dan akan dilakukan.

Pengerahan Sumber Daya Maksimal: Segera koordinasikan penanganan darurat bersama BNPB, TNI/Polri, dan pemerintah kabupaten terkait untuk menerjunkan armada serta teknologi pemadam kebakaran yang memadai ke titik-titik api.

Evaluasi dan Investigasi Penyebab Kebakaran: Pemerintah daerah tidak boleh hanya diam. Harus ada investigasi mendalam mengenai penyebab kebakaran di kawasan Halmahera ini—apakah murni faktor iklim atau ada keterlibatan kelalaian aktivitas industri dan alih fungsi lahan.

Keselamatan dan ruang hidup masyarakat Maluku Utara bukanlah komoditas yang bisa diabaikan. HMI Cabang Ternate akan terus mengawal krisis ekologis ini dan menuntut pertanggungjawaban moral serta konkrit dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara demi keadilan bagi masyarakat terdampak.

  • Penulis: Yusril J. Todoku

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjelang HUT RI ke-81: Ekonomi Tumbuh di Ujung Desa Damuli Kecamatan Patani Timur

    Menjelang HUT RI ke-81: Ekonomi Tumbuh di Ujung Desa Damuli Kecamatan Patani Timur

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • 0Komentar

    Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-81, suasana kemerdekaan tidak hanya terasa di pusat-pusat kota, tetapi juga tumbuh dari pelosok desa. Di ujung Desa Damuli, Kecamatan Patani Timur, semangat kemerdekaan dapat dilihat dari aktivitas masyarakat yang terus berusaha menghidupkan roda ekonomi dengan kemampuan dan sumber daya yang mereka miliki. Di tengah keterbatasan akses […]

  • Wagub Buka Festival Buku

    Wagub Buka Festival Buku

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, linidaily.id – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi membuka “Dan adanya Yayasan Rumah Buku diharapkan menjadi gerakan dalam literasi dan pembukuan di Provinsi Maluku Utara. Di yayasan ini nantinya kita mendorong dan memfasilitasi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan sudah memiliki naskah, tetapi belum diterbitkan,” pungkasnya.Jumat 11 September 2026. Festival Buku atau […]

  • Penutupan BookFest, ICMI Berikan Penghargaan Lifetime Achievement Awards

    Penutupan BookFest, ICMI Berikan Penghargaan Lifetime Achievement Awards

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, linidaily.id – Rangkaian Festival Buku Maluku Utara (BookFest) 2026 resmi ditutup oleh Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, berlangsung di Benteng Oranje Ternate, Sabtu 12 September 2026. BookFest Maluku Utara 2026 telah berlangsung pada 11-12 September 2026. Dalam agenda penutupan, ICMI Maluku Utara memberikan penghargaan Lifetime Achievement Awards kepada dua tokoh yang […]

  • Pencabutan Status 3T Pulau Taliabu: Prestasi Administratif atau Tantangan Baru?

    Pencabutan Status 3T Pulau Taliabu: Prestasi Administratif atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Pencabutan status daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terhadap Kabupaten Pulau Taliabu tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Bagi pemerintah, keputusan tersebut dapat dimaknai sebagai bukti bahwa pembangunan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan sehingga daerah ini dinilai tidak lagi memenuhi kriteria sebagai daerah tertinggal. Namun, pertanyaan yang patut diajukan adalah: apakah perubahan status tersebut benar-benar […]

  • Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

    Menyelamatkan Ternate dari Sesaknya Sampah

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pagi di Ternate selalu punya cara membuat orang jatuh cinta: laut yang biru, Gamalama yang berdiri gagah, aroma ikan bakar, dan percakapan hangat di pasar. Tetapi di balik keindahan itu, ada persoalan yang pelan-pelan menumpuk, berbau, dan mengancam masa depan kota pulau ini: sampah. Ternate bukan kota dengan daratan luas yang bisa terus-menerus “menyembunyikan” sampah […]

  • Secangkir Kopi yang Menghidupkan Gagasan

    Secangkir Kopi yang Menghidupkan Gagasan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    (Catatan Hari Kopi Internasional — 1 Oktober 2026) 1 Oktober kemarin, banyak yang lupa atau bahkan ada yang tidak tahu dunia merayakan secangkir zat gelap yang lebih setia daripada banyak janji politik : Hari Kopi Internasiona Tanaman kopi (Coffea) berasal dari dataran tinggi Ethiopia, terutama kawasan Kaffa yang diyakini sebagai tempat tumbuh liarnya. Legenda populer […]

expand_less