Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Anwar Hafid: Gubernur Yang Tak Butuh Buzzer

  • account_circle Syarifuddin Usman
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kalau akhir-akhir ini media sosial ramai membicarakan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, itu bukan karena bayaran atau rekayasa citra. Itu murni suara rakyat yang merasa diperhatikan — reaksi alami ketika seorang pemimpin benar-benar bekerja memenuhi hak dasar masyarakat, bukan sibuk menyusun narasi palsu. Berbeda jauh dengan banyak pemimpin yang lebih dikenal karena kemampuan membangun citra lewat tim buzzer, Anwar Hafid justru membuktikan: hasil nyata adalah kampanye paling ampuh.

Ada tiga hal utama yang membuat publik se-Indonesia menaruh hormat sekaligus iri melihat apa yang dilakukan di Sulawesi Tengah, semuanya telah tercatat dan didokumentasikan secara resmi:

Pertama, di bidang pendidikan, melalui Program “Berani Cerdas”, pemerintah menanggung penuh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) mulai dari jenjang Diploma, Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3) dan profesi dokter spesialis. Tahun 2026 dialokasikan anggaran sebesar Rp351 miliar, menyusul Rp84,93 miliar pada tahun pertama yang telah memberi manfaat bagi 23.568 mahasiswa. Bukan sekadar janji manis di kampanye, ini komitmen nyata yang memastikan anak-anak daerah bisa meraih ilmu tanpa terbebani biaya yang kian mahal — tercatat resmi di laporan ANTARA dan situs Pemprov Sulawesi Tengah.

Kedua, di bidang kesehatan, melalui Program “Berani Sehat”, pelayanan disederhanakan hingga masyarakat cukup membawa KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah. Hingga April 2026, program ini telah dimanfaatkan oleh 164.627 warga. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Anwar Hafid pada Maret 2025: “Siapa pun yang sakit, tidak punya jaminan, atau BPJS-nya mati, cukup tunjukkan KTP, langsung dilayani di rumah sakit” . Hal sederhana ini terdengar sepele, namun bagi rakyat kecil yang selama ini berbelit-belit dengan syarat administrasi, ini adalah bentuk penghormatan atas hak hidup setiap warga negara.

Ketiga, di sektor sumber daya alam dan lingkungan, ia berani tegas mencabut izin usaha pertambangan yang merugikan pemukiman warga. Pada 10 Juni 2025, Gubernur Anwar Hafid secara resmi mencabut dan menutup permanen dua izin pertambangan galian C milik PT Bumi Alpamandiri dan PT Tambang Watu Kalora yang beroperasi di Kelurahan Tipo, Kota Palu dan sekitarnya, karena terbukti merusak lingkungan dan mengancam keselamatan pemukiman warga . “Lebih baik kehilangan tambang daripada kehilangan nyawa rakyat” — tegasnya. Banyak pemimpin diam ketika kekuasaan dan modal besar menginjak tanah rakyat, tapi Anwar Hafid berani berdiri di sisi masyarakat yang lemah.

Pemimpin Sejati vs Pemimpin Imitatif

Inilah perbedaan mendasar antara pemimpin yang bekerja nyata dengan yang hanya pandai meniru tampilan luar — yang kita sebut pemimpin imitatif.

Pemimpin imitatif lebih banyak menghabiskan anggaran untuk membayar buzzer, menyebar narasi yang dibangun secara rekayasa, dan memanipulasi persepsi publik. Mereka sibuk meniru gaya kepemimpinan populer, membuat konten yang dipoles rapi, namun lupa pada esensi pelayanan. Di luar layar, hak dasar rakyat masih terabaikan, biaya pendidikan semakin mahal, akses kesehatan sulit, dan alam dirusak tanpa peduli. Citra mereka dibangun secara buatan, rapuh, dan akan runtuh begitu berhenti membayar pujian.

Sebaliknya, Anwar Hafid mewakili tipe pemimpin yang memahami: hak dasar rakyat adalah kewajiban negara, bukan hadiah belas kasihan. Pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari kerusakan lingkungan adalah hak setiap warga yang harus dipenuhi, bukan prestasi yang harus dipuja-puja berlebihan. Ia tidak perlu membayar orang untuk memuji — rakyat yang merasakan manfaatnya akan menjadi penyebar kabar paling jujur dan paling kuat.

Kita berharap terobosan di Sulawesi Tengah ini bukan sekadar kebetulan di satu daerah, melainkan menjadi standar baru bagi seluruh pemimpin di Indonesia. Berhentilah membayar buzzer untuk menyembunyikan ketiadaan karya. Mulailah bekerja sehingga rakyat sendiri yang akan memuji. Karena pada akhirnya, karya nyata tidak bisa ditiru, dan kebenaran tidak perlu dibayar untuk disebarkan.

  • Penulis: Syarifuddin Usman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Kota Baru Jadi Sumber Pungutan Ilegal, Nama Pegawai Disperindag dan Satpol-PP Diselidiki

    Pasar Kota Baru Jadi Sumber Pungutan Ilegal, Nama Pegawai Disperindag dan Satpol-PP Diselidiki

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Ternate kini telah mencatat identitas sejumlah pegawai Pemerintah Kota Ternate yang terseret dalam dugaan pelanggaran pemanfaatan lahan milik daerah di Pasar Kota Baru, Kecamatan Ternate Selatan. Kasus ini bermula dari laporan dugaan praktik pungutan liar terkait pengelolaan lapak di pasar tersebut. Berdasarkan informasi […]

  • Waspadai Pemimpin Bertopeng

    Waspadai Pemimpin Bertopeng

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    KEPEMIMPINAN publik kerap kali tampil dengan wajah ganda. Di depan panggung publik terlihat santun, moralis, humanis, dan seolah pro rakyat (populis). Tapi, di balik layar ia angkuh, arogan, diskriminatif, dan sadisnya membunuh harapan-harapan rakyatnya sendiri. Bengis, nir kepekaan sosial. Sukar dipungkiri bahwa pemimpin memiliki ‘’wajah’’ ganda. Artinya, rakyat sebagai pemberi mandat kekuasaan harus mengerti hal […]

  • HIV/AIDS di Maluku Utara; Ancaman Diam yang Terus Meluas

    HIV/AIDS di Maluku Utara; Ancaman Diam yang Terus Meluas

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar

    Provinsi Maluku Utara yang sedang berbenah dengan masuknya investasi raksasa dan pembangunan infrastruktur, ternyata menyimpan satu masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan: penyebaran HIV/AIDS yang terus meningkat dari tahun ke tahun, menyebar ke hampir seluruh kabupaten/kota tanpa terkecuali. Data yang dikumpulkan dari berbagai Dinas Kesehatan daerah menunjukkan tren kenaikan yang nyata — bukan hanya di […]

  • Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA — Linidaily.id Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada pelayanan penerbangan di wilayah sekitar. Pada Minggu (6/9/2026), empat bandara utama ditutup sementara sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan penerbangan dari potensi gangguan abu vulkanik di ruang udara. Keempat bandara yang terdampak adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, […]

  • Kapolres Ternate: Jangan Merokok Saat Berkendara

    Kapolres Ternate: Jangan Merokok Saat Berkendara

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Linidaily.id, Kepala Kepolisian Resor Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengendara di wilayahnya untuk menghentikan kebiasaan merokok saat menyetir kendaraan bermotor. Pesan ini disampaikan pada Minggu (4/10/2026) guna menekankan aspek keselamatan sekaligus bahaya yang kerap diabaikan. Menurut Kapolres, aktivitas menyalakan, memegang, hingga membuang sisa rokok dapat mengurangi […]

  • Nurlaela Syarif Pertanyakan Duit PJU Warga Ternate

    Nurlaela Syarif Pertanyakan Duit PJU Warga Ternate

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, Nurlaela Syarif Pertanyakan duit Penerangan Jalan Umum (PJU) ke Pemerintah Kota Ternate. Pertanyaan itu ditulis melalui status akun FB nya; Kemana Larinya Duit PJU Warga Ternate? Rakyat Bayar Tiap Bulan, Jalanan tetap Gelap Gulita. Anggota Dewan Kota Ternate yang dikenal kritis ini juga menulis, Setiap kali kita […]

expand_less