Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Soroti Kebakaran Hutan di Gane Barat Utara GPM GARUT Kecam Pemkab Halmahera Selatan agar Tidak Tinggal Diam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LABUHA – Linidaily.id.l, Kebakaran hutan (Karhutla) yang terjadi di kecamatan, Gane barat Utara, Halmahera Selatan (Halsel) sudah meluas ke beberapa desa.

Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, jika api terus meluas, tanaman yang telah mereka rawat selama bertahun tahun akan ikut terbakar walaupun sudah ada upaya pencegahan yang di lakukan agar api tidak terus meluas.

Namun usaha tersebut belum maksimal karena keterbatasan air dan peralatan yang kurang memadai dengan berbagai upaya yang terus lakukan.

Sampai saat ini pemerintah kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) belum menunjukan tanda serius, adanya langkah langkah dan upaya melakukan tindakan mitigasi dan kesiapan pemerintah daerah ketika terjadi bencana/musibah seperti saat ini terjadi Karhutla.

Sebab, kebakaran hutan bukan lagi menjadi isu regional tapi sudah merupakan isu nasional yang harus di sikapi dengan serius.

Menurutnya, pemerintah daerah sehurusnya sudah memiliki kesiapan dan persiapan dan mengarahkan sumber daya yang ada jika bencana/ musibah itu terjadi.

Namun nyatanya, pemerintah tidak siap dengan semua itu, ketika terjadi kebakaran hutan (karhutlah) masyarakat yang menghadapinya sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah daerah.

Masalah ini kemudian membuat Gerakan pelajar mahasiswa gane barat Utara (GPM GARUT) tidak puas dengan sikap Pemda Halsel yang seakan akan menganggap Gane Barat Utara bukan lagi bagian dari Wilayah administrasif Halmahera Selatan.

GPM GARUT menilai sikap Pemda Halsel, yang lambat respon dan biasa saja melihat musibah yang di hadapi masyarakat Gane barat Utara, ini bukan soal kritikan kami kepada pemerintah yang di pimpin bupati tapi justru mengingatkan bahwa ada kewajiban yang harus di jalankan pemerintah ketika masyarakat Halmahera Selatan mumbutuhkan terkhususnya masyarakat Gane barat Utara.

Untuk itu, Gerakan pelajar mahasiswa gane barat utara(GPM GARUT) mendesak serta mengultimatum kepada pemerintah kabupaten Halmahera Selatan agar supaya segera mengambil tindakan kongkrit dalam upaya menangani kebakaran hutan (Karhutla) bersama masyarakat karena sudah menjadi ancaman serius bagi lingkungan, serta berdampak pada kehidupan masyarakat Gane barat Utara itu sendiri.

Menurut Wadek PTKP Gerakan Pelajar Mahasiswa Gane Barat Utara, M.Khadafi, dalam ilmu antropologi kebencanaan, kondisi yang terjadi di Gane Barat Utara dapat dipahami sebagai situasi emergency atau keadaan darurat, yaitu kondisi mendesak, tidak terduga, dan berbahaya yang mengancam kesehatan, keselamatan jiwa, harta benda, serta kelestarian lingkungan dan membutuhkan tindakan segera.

Menurutnya, situasi ini menunjukkan bahwa kebakaran hutan bukan sekadar persoalan alam, melainkan juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan pemerintah dalam menanganinya.

Secara geografis dan administratif, Gane Barat Utara merupakan salah satu wilayah kecamatan yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Wilayah ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat, terutama dalam sektor pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, keberadaan hutan dan lahan pertanian memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat setempat.

Jika dilihat dari aspek ekonomi, sebagian besar masyarakat Gane Barat Utara memiliki ketergantungan mereka pada hasil hasil pertanian dan perkebunan serta Komoditas seperti cengkih, pala, kelapa, dan berbagai jenis tanaman pertanian lainnya juga menjadi sumber pendapatan yang sangat penting bagi masyarakat. Dari hasil pertanian inilah masyarakat berupaya memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, membiayai pendidikan anak-anak, serta memenuhi berbagai kebutuhan keluarga. Pertanian bukan hanya sekedar menjadi sumber penghasilan, tetapi juga merupakan bagian dari harapan masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik. Namun, harapan tersebut kini terancam akibat kebakaran hutan yang melanda wilayah tersebut.

Api yang terus meluas di kawasan hutan dan di lahan – lahan pertanian warga, berpotensi menghanguskan tanaman produktif yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Kondisi ini tentu menimbulkan kehawatiran bagi para petani karena kerugian yang ditimbulkan dapat berdampak pada kehidupan ekonomi mereka dalam jangka panjang. Jika kebakaran ini terus meluas dan tidak segera ditangani dengan serius, masyarakat akan menghadapi ancaman kehilangan sumber pendapatan yang selama ini menjadi tumpuan kehidupan mereka ikut hangus terbakar.

Dalam perspektif Antropologi, kebakaran hutan juga dapat dipahami sebagai persoalan yang berkaitan erat dengan hubungan antara manusia, lingkungan, dan keberlangsungan kehidupan sosial. Ketika lingkungan mengalami kerusakan, masyarakat yang bergantung langsung pada sumber daya alam menjadi kelompok yang paling rentan merasakan dampaknya. Oleh sebab itu, penanganan kebakaran hutan di Gane Barat Utara harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab dalam melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.

Atas dasar tersebut, Gerakan pelajaran mahasiswa Gane Barat Utara (GPM GARUT) mengecam keras Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, agar tidak tinggal diam dalam melihat persoalan kebakaran hutan yang saat ini yang dialami masyarakat Gane Barat Utara.

Bidang PTKP Gerakan pelajar mahasiswa gane barat Utara, M. Kadafi M Halil menegaskan, Pemerintah daerah harusnya segera mengambil langkah nyata melalui pengerahan instansi terkait, agar melakukan upaya pemadaman api, penanganan wilayah terdampak, serta pemberian bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerugian. Jangan sampai masyarakat dibiarkan menghadapi bencana ini sendirian tanpa kehadiran dan dukungan pemerintah.

Pemerintah daerah harusnya hadir ketika masyarakat berada dalam situasi darurat. Kebakaran hutan di Gane Barat Utara bukan persoalan yang dapat dianggap remeh karena ini menyangkut keselamatan lingkungan, keberlangsungan ekonomi, dan masa depan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan diharapkan segera menunjukkan sikap yang serius dengan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas pernyataan dan berakhir dengan kenyataan pahit.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Messi, Talent Scouting, dan Partai Politik

    Messi, Talent Scouting, dan Partai Politik

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • 0Komentar

    Banyak wacana yang berkembang jika Lionel Messi mencalonkan diri sebagai Presiden Argentina maka pasti terpilih, penulis termasuk yang percaya wacana atau tesis ini. Mengapa ? karena dalam politik popularitas dan populisme melampaui segalanya. Disclaimer, penulis bukanlah pendukung Argentina, secara pribadi, juga bukan fans Lionel Messi. Terlepas dari kontroversi di laga Mesir VS Argentina pada 7 […]

  • Narasi Transparansi yang Problematik

    Narasi Transparansi yang Problematik

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini ada beberapa persoalan yang kemudian telah menjelma dan dapat divonis menjadi penyakit dalam tubuh induk lembaga kemahasiswaan Universitas Khairun, sebut saja Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Khairun (BEM UNKHAIR), yang telah menjadi rahasia umum, baik dalam rentetan kegagalan mereka dan manajemen tata kelola organisasi yang begitu memprihatinkan. Tidak hanya itu, bahkan pihak Rektorat Universitas […]

  • Spensa Expo Tumbuhkan Kreativitas Siswa

    Spensa Expo Tumbuhkan Kreativitas Siswa

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Cara Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 untuk mendorong kreativitas siswa bisa di tiru oleh SMP lain. Membuat Expo. Rabu, 17 Juni 2026 SPENSA EXPO 2026 resmi di helat. Kegiatan akan berlangsung selama dua hari. Rabu dan Kamis berlangsung di Sekolah.Menurut Kepala Sekolah, Hj. Endang Hermanto, kegiatan Expo ini dimaksudkan untuk menumbuhkan […]

  • 60 Tahun IAIN Ternate: Satu Hari dengan Empat Kegiatan

    60 Tahun IAIN Ternate: Satu Hari dengan Empat Kegiatan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • 0Komentar

    Ternate, linidaily.id Senin, 31 Agustus 2026. Pembukaan rangkaian kegiatan Perayaan Dies Natalis IAIN Ternate yang ke-60 telah dilakukan pada hari Senin 27 Juli 2026 lalu, dan telah dilakukan berbagai kegiatan. Senin kemarin, 31 Agustus 2026, Institut ini menggelar empat kegiatan dalam satu hari yaitu “Edukasi Kebanksentralan” dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, “Kuliah […]

  • Aksi AMPP–Togammoloka di Ternate Tolak Pinjaman Daerah Rp1 Triliun

    Aksi AMPP–Togammoloka di Ternate Tolak Pinjaman Daerah Rp1 Triliun

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • 0Komentar

    Gelombang penolakan terhadap rencana pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencuat melalui aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Masyarakat Pengawas Pemerintahan (AMPP)–Togammoloka di Kota Ternate, Rabu (22/7/2026). Sejumlah titik menjadi lokasi aksi, dengan konsentrasi massa terpusat di depan Hotel Bela, kawasan Jati. Ketua Umum AMPP–Togammoloka, M. Iram Galela, menjelaskan bahwa aksi tersebut […]

  • KDEKS Maluku Utara Lakukan  Kajian Pembangunan Ekonomi Syariah ke Lima Kabupaten/Kota

    KDEKS Maluku Utara Lakukan Kajian Pembangunan Ekonomi Syariah ke Lima Kabupaten/Kota

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Maluku melakukan Kajian Pembangunan Ekonomi Syariah sekaligus penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Syariah Provinsi Maluku Utara. Setelah sebelumnya dimulai di tiga daerah, kegiatan pengumpulan data dan pemetaan potensi kini telah mencakup lima wilayah, yaitu Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Tengah, Kota Ternate, Kabupaten Halmahera […]

expand_less