Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Banyak Proyek Mangkrak; Masyarakat Tagih Janji Bupati Taliabu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Harapan besar masyarakat Pulau Taliabu terhadap sosok pemimpin muda, cerdas, dan berpendidikan tinggi yang diwakili Bupati Salsabila Mus atau akrab disapa Sasha, kini perlahan runtuh berubah menjadi kekecewaan mendalam.

Sosok yang sebelumnya dielu-elukan, bahkan disebut-sebut sebagai lulusan pendidikan luar negeri, kini kian dipertanyakan kualitas kepemimpinannya setelah resmi memimpin daerah ini berpasangan dengan Wakil Bupati La Ode Yasir.

Saat masa kampanye lalu, Sasha tampil penuh keyakinan dan menyuarakan narasi perubahan yang menggiurkan.

Ia bahkan sempat berjanji tegas akan menetap di Desa Gela, Kecamatan Taliabu Utara, agar bisa hidup dekat dengan rakyat, memahami langsung persoalan dari akar rumput, serta memastikan pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Namun nyatanya, janji manis itu kini seolah menguap begitu saja.

Realitasnya, yang terjadi ibarat jauh panggang dari api. Saat ini justru banyak warga menilai Bupati lebih sering menghabiskan waktunya di Jakarta ketimbang berada di daerah untuk memimpin dan bekerja. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar; apakah Bupati serius membawa perubahan?

Masyarakat terpaksa menelan pil pahit; harapan yang tinggi perlahan berubah menjadi ketidakpercayaan, sementara arah pembangunan daerah belum terlihat jelas dan berbagai persoalan mendasar masih menggantung tak terselesaikan.

JALAN RUSAK & JEMBATAN TAK TUNTAS

Kondisi infrastruktur yang buruk menjadi bukti paling nyata dan keluhan utama warga. Salah satu yang paling disorot adalah akses jalan pegunungan menuju Desa Kawalo. Hingga kini, jalan tersebut belum juga tuntas diperbaiki, padahal kondisi jalan yang rusak dan berbahaya itu pernah memakan korban kecelakaan. Lambatnya penanganan pemerintah daerah dinilai membiarkan keselamatan pengguna jalan terancam setiap hari.

Belum jauh dari situ, nasib Pembangunan Jembatan Fangahu pun tak kalah memprihatinkan. Proyek strategis ini hingga saat ini pengerjaannya masih setengah hati, baru diselesaikan pada sebagian kecil badan jalan, dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian yang pasti. Warga pun cemas, bertanya-tanya: apakah proyek penting ini bakal kembali terancam mangkrak seperti proyek-proyek sebelumnya?

Ironisnya, di tengah tumpukan pekerjaan rumah yang belum selesai itu, pemerintah daerah justru dinilai lebih sibuk menggelar kegiatan seremonial dan acara simbolis yang gencar dipublikasikan di media sosial.

Sementara itu, janji-janji kampanye yang dulu disampaikan dengan lantang dan penuh semangat, kini masih menjadi harapan kosong yang menunggu realisasi.

Situasi ini makin dipertegas dengan informasi yang beredar di masyarakat, bahwa sejumlah kemajuan dan pembangunan strategis di wilayah Taliabu Selatan—termasuk upaya penyalaan jaringan listrik—justru lebih banyak diperjuangkan melalui komunikasi dan kerja keras salah satu anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Daerah Pemilihan V bersama pihak terkait.

Fakta ini membuat warga mulai menilai sendiri, siapa sosok yang benar-benar turun tangan bekerja dan berjuang demi kepentingan daerah, dan siapa yang hanya sibuk tampil di depan kamera.

Muncul pertanyaan dalam masyarakat: siapa sebenarnya yang menjadi kiblat dan penentu arah kebijakan pemerintahan sang Bupati Sasha? Sebab, pemimpin muda ini dinilai masih terlihat bingung, linglung, dan belum memiliki visi serta arah pembangunan yang jelas.

Padahal, usia muda dan latar pendidikan tinggi di luar negeri seharusnya menjadi modal besar untuk melahirkan kepemimpinan yang progresif, berani, dan berpihak sepenuhnya kepada rakyat, bukan malah membuat warga terus menunggu tanpa kepastian.

EMPAT PROYEK MENJADI MONUMEN KEGAGALAN (?)

Bukan hanya masalah jalan dan jembatan, warisan proyek terbengkalai dari masa pemerintahan sebelumnya pun kini menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Bupati Sasha. Empat proyek besar yang letaknya di pusat Kota Bobong menjadi saksi bisu kegagalan pengelolaan pembangunan, yaitu: Gedung Ruang Tunggu, Gedung TK, Gedung SKDP, hingga Kompleks Perumahan Guru.

Keempat bangunan tersebut hingga hari ini masih terbengkalai, belum terselesaikan, dan sama sekali belum bisa difungsikan sesuai peruntukannya. Sebagian bangunan hanya menjadi “pajangan” tanpa kepastian kelanjutan, sementara anggaran negara yang telah digelontorkan untuk pembangunannya seolah lenyap tak berbekas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tajam dari masyarakat: ke mana tanggung jawab pemerintah terhadap uang rakyat? Mengapa proyek yang menyangkut pendidikan, pelayanan publik, dan kesejahteraan tenaga pendidik dibiarkan mati begitu saja?

Kini sorotan dan harapan publik tertuju penuh kepada Bupati Salsabila yang merupakan anak Ahmad Hidayat Mus. Masyarakat menanti langkah berani dan keberanian politik dari pemimpin baru ini untuk membongkar akar permasalahan, menelusuri penyebab kemacetan, serta menuntaskan proyek-proyek yang sudah terlalu lama menjadi beban daerah.

Masyarakat Taliabu memperingatkan, jika masalah empat bangunan ini kembali dibiarkan begitu saja tanpa solusi, maka luka pembangunan di Taliabu akan terus berlanjut dan menjadi warisan buruk yang diulang dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.

Pertanyaan masyarakat kini sederhana namun sangat tajam: apakah pemerintahan saat ini memiliki nyali untuk membereskan kekacauan pembangunan ini? Atau justru memilih diam, menutup mata, dan membiarkan bangunan-bangunan itu terus berdiri tegak sebagai monumen kegagalan dan bukti kelalaian pengelolaan negara?

Masyarakat Pulau Taliabu dengan tegas menyatakan: kami tak lagi butuh janji manis dan seremoni kosong. Yang dibutuhkan rakyat saat ini hanyalah satu: tindakan nyata, transparansi anggaran, dan keberanian untuk menuntaskan apa yang sudah menjadi hak rakyat sejak lama.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yang Tertinggal dari Workshop Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    Yang Tertinggal dari Workshop Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pada 14 Februari 2026, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Maluku Utara menyelenggarakan sebuah workshop bertajuk “Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Forum intelektual ini menghadirkan dua narasumber yang relevan secara kelembagaan dan akademik: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Utara yang memaparkan materi bertajuk Strategi Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Provinsi Maluku Utara, […]

  • Dialog Terbuka FPPPMU Sorot Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur Maluku Utara

    Dialog Terbuka FPPPMU Sorot Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menggelar Dialog Terbuka dengan tema krusial yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan dan keadilan ekonomi daerah: “Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur: Antara Konflik Kepentingan, Transparansi dan Keadilan Publik”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 20.00 WIT hingga selesai, bertempat […]

  • Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Menjadi Persiter, Pindah Markas ke Ternate

    Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Menjadi Persiter, Pindah Markas ke Ternate

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id – Klub sepak bola Adhyaksa FC resmi mengumumkan perubahan nama serta perpindahan markas utama (home base) menyusul rencana keikutsertaannya pada musim kompetisi 2026–2027. Keputusan ini disampaikan secara resmi melalui surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Berdasarkan surat bernomor 25/K6P/VI/2026 yang dikeluarkan PT Komposisi Enam Penjaga selaku badan […]

  • Trash Hero Chapter Ternate Hadiri Pentas Seni SD Alkhairaat 05 Falajawa 2, Bawa Pesan Peduli Lingkungan

    Trash Hero Chapter Ternate Hadiri Pentas Seni SD Alkhairaat 05 Falajawa 2, Bawa Pesan Peduli Lingkungan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • 0Komentar

    Ternate, 20 Juni 2026 — Suasana pagi di Asrama Haji terasa semarak saat SD Alkhairaat 05 Falajawa 2 menggelar acara Pentas Seni pada Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Trash Hero Chapter Ternate hadir sebagai pihak yang diundang, menambah warna pada pelaksanaan acara yang diikuti sekitar 150 anak dari kelas 1 sampai 5, orang […]

  • Peringati HUT ke-31, Telkomsel Resmi Hadirkan 31 Titik Jaringan 5G di Maluku Utara

    Peringati HUT ke-31, Telkomsel Resmi Hadirkan 31 Titik Jaringan 5G di Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Telkomsel memberikan kejutan istimewa sekaligus bukti nyata komitmen pengembangan layanan bagi masyarakat Maluku Utara. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengaktifan resmi sebanyak 31 lokasi pemancar jaringan 5G yang tersebar di wilayah provinsi ini, sebagai upaya memperkuat infrastruktur digital di kawasan timur Indonesia. Manager Mobile Consumer Cabang […]

  • Ketua FPPPMU Minta Karo BPBJ Malut Tidak Monopoli Proyek, Tekankan Prinsip Transparansi dan Keadilan

    Ketua FPPPMU Minta Karo BPBJ Malut Tidak Monopoli Proyek, Tekankan Prinsip Transparansi dan Keadilan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Ketua Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU), Arsad S. Sangaji, meminta Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Maluku Utara, Hairil Hi. Hukum, ST, agar memastikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berjalan secara transparan, adil, dan tidak memberikan ruang bagi praktik monopoli proyek. Menurut […]

expand_less