Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Aksi Buruh Weda Bay Menguat, Tolak PHK Massal dan Tuntut Transparansi Perusahaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tekanan terhadap rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) di kawasan industri Weda Bay terus meningkat. Ratusan pekerja yang tergabung dalam PUK SPKEP SPSI Weda Bay Project turun ke jalan dan menggelar aksi di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Halmahera Tengah, Selasa (21/7/2026), sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan tenaga kerja lokal.

Aksi tersebut dipicu oleh kekhawatiran atas gelombang PHK yang mulai terjadi dan berpotensi meluas. Para pekerja menilai kebijakan tersebut tidak adil, terutama karena mereka selama ini menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas industri di kawasan Weda Bay.

Dalam orasinya, massa aksi mendesak Pemerintah Pusat agar segera mengambil langkah konkret untuk merespons situasi yang mereka anggap sudah mendesak. Mereka menilai kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan tanpa intervensi kebijakan.

“Kami meminta Pemerintah Pusat jangan tinggal diam. Situasi di Weda Bay sudah darurat. PHK massal ini sangat tidak adil bagi tenaga kerja Indonesia yang telah berkontribusi besar di kawasan ini,” ungkap massa aksi.

Selain itu, para pekerja juga meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati Halmahera Tengah dan Disnaker, untuk segera memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja. Forum dialog tersebut dinilai penting untuk mencari jalan keluar yang tidak merugikan pekerja.

Serikat pekerja menekankan bahwa perusahaan seharusnya mengedepankan langkah mitigasi sebelum mengambil keputusan pengurangan tenaga kerja. Mereka juga menilai PHK tidak seharusnya dilakukan secara sepihak, terlebih di tengah belum adanya kepastian terkait kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Dorongan juga diarahkan kepada pemerintah daerah agar berperan aktif dalam menunda kebijakan pengurangan tenaga kerja. Hal ini mengingat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan evaluasi terhadap pengajuan RKAB, sehingga kondisi tersebut belum layak dijadikan dasar untuk PHK.

“Sangat tidak masuk akal jika pekerja langsung dikorbankan, padahal Kementerian ESDM masih mengevaluasi kuota RKAB. Manajemen harusnya melakukan mitigasi atau opsi penyelamatan lain, bukan langsung main pecat,” tegas salah seorang massa aksi.

Dalam dokumen sikap yang diserahkan kepada Disnaker, serikat pekerja juga menyoroti dugaan praktik yang dianggap bermasalah di tingkat perusahaan. Mereka menyebut adanya indikasi ketidakadilan, kurangnya keterbukaan, serta perlakuan diskriminatif terhadap tenaga kerja Indonesia.

“Ada ketidakadilan dan diskriminasi yang nyata di lapangan. Kami menuntut transparansi dari manajemen. Melalui aksi ini, kami mendesak Disnaker untuk memaksa pihak perusahaan menghentikan PHK massal sekarang juga,” pungkasnya.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Para pekerja berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata agar persoalan ketenagakerjaan di Weda Bay tidak berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Ternate, Linidaily.id. Rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang disampaikan Gubernur Sherly Tjoanda ke DPRD Provinsi memicu gelombang penolakan tajam dari masyarakat sipil. Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menegaskan akan melayangkan gugatan hukum jika usulan tersebut tetap disetujui, dengan alasan kebijakan ini berisiko membebani keuangan daerah dan […]

  • Atasi Kelangkaan Pertalite, Pemkot Ternate Efektifkan Kembali Satgas BBM untuk Awasi Distribusi

    Atasi Kelangkaan Pertalite, Pemkot Ternate Efektifkan Kembali Satgas BBM untuk Awasi Distribusi

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, LiniDaily.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berencana mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak (BBM) guna mengatasi keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga Pertalite di tingkat pengecer. Langkah ini diambil sebagai respons atas terbatasnya kuota BBM subsidi yang berdampak pada stabilitas pasokan di wilayah setempat. Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menegaskan […]

  • Perkuat Kapasitas Kader, Ketum Cabang HMI Ternate Lantik Pengurus Lembaga Profesi

    Perkuat Kapasitas Kader, Ketum Cabang HMI Ternate Lantik Pengurus Lembaga Profesi

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id – Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate dan jajaran pengurus lembaga profesi resmi dilantik Ketua Umum HMI Cabang Ternate. Acara pelantikan akbar ini berlangsung di Gedung Sekretariat KAHMI Kota Ternate pada Jumat (12/6/2026) malam. Mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Perjuangan HMI Melalui Penguatan Lembaga Profesi”, kegiatan ini bertujuan untuk mengonsolidasi […]

  • Pimpred Media Lokal di Malut Diduga Perkosa Mahasiswi, KOPRI Mengawal Sampai Tuntas

    Pimpred Media Lokal di Malut Diduga Perkosa Mahasiswi, KOPRI Mengawal Sampai Tuntas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    Seorang mahasiswa yang juga menjabat sebagai pimpinan redaksi media lokal di Maluku Utara diduga telah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi. Kasus ini kini mendapat sorotan serius dari Korps Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PKC PMII) Maluku Utara. KOPRI menegaskan akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas, sekaligus memastikan korban memperoleh keadilan dan […]

  • BK DPRD Ternate Nyatakan Tuduhan Nurjaya terhadap Anggota Komisi III Tak Terbukti

    BK DPRD Ternate Nyatakan Tuduhan Nurjaya terhadap Anggota Komisi III Tak Terbukti

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar

    Badan Kehormatan DPRD Kota Ternate menyatakan anggota DPRD Nurjaya Hi Ibrahim melanggar kode etik setelah dinilai berulang kali menyampaikan tuduhan terhadap anggota Komisi III tanpa dukungan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Putusan tersebut dibacakan Ketua BK DPRD Kota Ternate, Mochtar Bian, di Ruang Sidang BK Lantai II Kantor DPRD Ternate, Jumat (7/8/2026). Pembacaan keputusan dihadiri Wakil […]

  • IAIN Ternate dan ICMI Maluku Utara Perkuat Kolaborasi untuk Revitalisasi Budaya Literasi

    IAIN Ternate dan ICMI Maluku Utara Perkuat Kolaborasi untuk Revitalisasi Budaya Literasi

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Maluku Utara memperkuat kolaborasi dalam menghidupkan kembali budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor IAIN Ternate dan Ketua ICMI Korwil Maluku Utara di Auditorium FEBI IAIN Ternate, Rabu (12/8/2026). Penandatanganan […]

expand_less