Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Warga Maba Boikot PT FHT, Praktisi Hukum Soroti Partisipasi Publik dalam AMDAL

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Praktisi hukum Maluku Utara, Muhammad Tabrani Mutalib, meminta Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, dan pihak terkait melakukan pengawasan lebih serius terhadap aktivitas PT Feni Halmahera Timur (FHT) di Kabupaten Halmahera Timur. Desakan itu muncul setelah warga di kawasan lingkar tambang Buli melakukan aksi boikot terhadap sejumlah titik kegiatan perusahaan.

Menurut Tabrani, jika masyarakat di sekitar kawasan industri memang tidak dilibatkan secara memadai atau tidak memperoleh informasi yang cukup dalam proses pembahasan AMDAL, maka hal tersebut patut menjadi perhatian serius. Ia menegaskan, AMDAL tidak boleh berhenti pada pemenuhan syarat administratif, tetapi harus benar-benar menjadi instrumen untuk memastikan masyarakat terdampak mengetahui, bertanya, dan menyampaikan keberatan.

“Jika benar masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri tidak dilibatkan atau tidak mendapat informasi yang cukup dalam proses pembahasan AMDAL, maka hal itu harus menjadi perhatian serius. AMDAL bukan sekadar syarat administrasi untuk mendapatkan izin, tetapi bertujuan memastikan masyarakat yang berpotensi terdampak diberi kesempatan mengetahui, bertanya, dan menyampaikan keberatannya,” ujar Tabrani.

Ia menilai pemerintah daerah dan Kementerian Lingkungan Hidup wajib turun tangan memastikan seluruh kewajiban lingkungan dipenuhi. Jika ditemukan pelanggaran, kata dia, maka tindakan hukum harus dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tabrani juga mengingatkan bahwa secara hukum, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh informasi dan ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan hidup. Karena itu, konsultasi publik tidak boleh hanya bersifat formalitas, melainkan harus benar-benar melibatkan warga yang akan merasakan dampaknya.

Ia menambahkan, protes masyarakat atas dugaan pencemaran sungai di Teluk Buli sebelumnya semestinya dijadikan bahan evaluasi oleh perusahaan. Menurut dia, perusahaan yang ingin menjaga keberlanjutan operasionalnya perlu membangun kepercayaan publik dengan sikap terbuka.

“Cara terbaik membangun kepercayaan masyarakat adalah dengan bersikap terbuka, menjelaskan hasil pengelolaan lingkungannya, dan membuka ruang dialog dengan warga,” katanya.

Tabrani juga mendorong masyarakat agar terus menyampaikan tuntutan kepada instansi berwenang seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kementerian Lingkungan Hidup agar setiap dugaan pelanggaran diperiksa berdasarkan fakta dan bukti.

“Aktivitas perusahaan memang penting untuk membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui dampaknya setelah kegiatan usaha berjalan,” tegasnya.

Sebelumnya, aktivitas PT Feni Halmahera Timur (FHT) di Halmahera Timur diboikot Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Maba (G-PPKM) yang tergabung dalam sejumlah karang taruna di Kecamatan Maba. Aksi berlangsung di Pos Wato-wato pada Rabu (27/9) dan menjadi bentuk protes atas proses AMDAL yang dinilai belum tuntas karena tidak disusul sosialisasi di desa-desa terdampak.

Massa aksi terdiri atas Karang Taruna Buli Karya, Wayafli, Teluk Buli, Sailal, Buli, Gaetoli, Baburino, dan Pekaulang. Mereka menilai konsultasi AMDAL yang digelar di Ternate tidak diikuti langkah lanjutan di wilayah yang terdampak langsung, sementara aktivitas perusahaan tetap berjalan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKSD UMMU Edukasi Siswa SMPN 13 Tidore Kepulauan tentang Bahaya Narkoba

    KKSD UMMU Edukasi Siswa SMPN 13 Tidore Kepulauan tentang Bahaya Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id TIDORE KEPULAUAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Sosial dan Dakwah (KKSD) Kelompok 4 Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Bahaya Narkoba dan Pentingnya Pendidikan” di SMP Negeri 13 Tidore Kepulauan (TIKEP), Desa Bale, pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang laboratorium komputer sekolah dan diikuti secara antusias oleh siswa-siswi kelas […]

  • Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi

    Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana; Nanik Sudaryati Deyang Ganti Posisi

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). “Pada hari ini Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam. Dadan tak sendiri, Prabowo […]

  • Material Diduga Limbah Cemari Pesisir Obi Utara, Warga Laporkan Kematian Ikan

    Material Diduga Limbah Cemari Pesisir Obi Utara, Warga Laporkan Kematian Ikan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • 0Komentar

    Kemunculan material berwarna kecokelatan di sepanjang pesisir Pulau Obi Utara, Halmahera Selatan, memicu kekhawatiran masyarakat. Material yang menyebar di garis pantai hingga perairan dangkal itu diduga sebagai limbah dan dinilai telah mengganggu aktivitas warga pesisir. Warga setempat menilai material tersebut tidak menyerupai lumut alami, baik dari segi warna maupun bentuk. Selain itu, keberadaannya disebut semakin […]

  • Di Balik Mega Proyek Nikel PT Feni Haltim: Krisis Lingkungan dan Jeritan Warga Teluk Buli

    Di Balik Mega Proyek Nikel PT Feni Haltim: Krisis Lingkungan dan Jeritan Warga Teluk Buli

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Kehadiran industri nikel di Kabupaten Halmahera Timur yang digadang-gadang menjadi motor hilirisasi nasional kini menuai kritik keras dari masyarakat sipil. PT Feni Halmahera Timur (FHT), perusahaan patungan antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan investor asing asal Hong Kong, menjadi sorotan akibat berbagai dugaan kerusakan lingkungan yang dinilai semakin mengancam kehidupan warga di […]

  • Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Di Balik Gemerlap Industri Nikel, Ada Ancaman Sosial yang Mengintai Provinsi Maluku Utara dalam satu dekade terakhir menjelma menjadi salah satu pusat industri tambang nikel terbesar di Indonesia. Kehadiran kawasan industri seperti IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah hingga aktivitas pertambangan di Halmahera Timur membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik geliat investasi […]

  • Pemimpin Berdandan Gunakan APBD, Rakyat Bisa Apa

    Pemimpin Berdandan Gunakan APBD, Rakyat Bisa Apa

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JANGAN sampai kita merasa beruntung, karena memiliki pemimpin yang tepat. Ternyata, pilihan kita tidaklah tepat. Inilah yang dirasakan saat ini di Maluku Utara. Karena itu, tulisan pendek ini akan mencoba untuk mengulik fenomena yang terjadi di Maluku Utara (Malut), yang belum lama ini mendapat banyak sorotan dari media berkaitan dengan alokasi anggaran tata rias untuk […]

expand_less