Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

FPPPMU Tolak Keras Pinjaman Daerah Rp1 Triliun Gubernur Maluku Utara: Berpotensi Ulangi Tragedi Fiskal Morotai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ternate, Linidaily.id. Rencana pengajuan pinjaman daerah senilai Rp1 triliun oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang disampaikan Gubernur Sherly Tjoanda ke DPRD Provinsi memicu gelombang penolakan tajam dari masyarakat sipil. Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menegaskan akan melayangkan gugatan hukum jika usulan tersebut tetap disetujui, dengan alasan kebijakan ini berisiko membebani keuangan daerah dan mengulangi kegagalan parah yang pernah terjadi di Pulau Morotai.

Ketua Umum FPPPMU, Arsad Sadik Sangaji, menyatakan bahwa penolakan ini bukan sikap sembarangan, melainkan cerminan kekhawatiran luas berbagai elemen masyarakat di Maluku Utara. Menurutnya, pinjaman berskala besar tersebut tidak dirancang dengan jaminan keberlanjutan fiskal yang jelas, sehingga hanya akan menjadi beban utang yang diwariskan ke generasi mendatang.

“Usulan pinjaman yang diajukan Gubernur ke DPRD telah memicu penolakan luas dari seluruh lapisan masyarakat dan kelompok strategis daerah. Kami melihat pola yang sangat berbahaya yang pernah merugikan Kabupaten Pulau Morotai kini hendak diulang di tingkat provinsi,” ujar Arsad.

Pelajaran Kelam Kondisi Fiskal Morotai

Arsad mengingatkan dampak jangka panjang dari kebijakan pinjaman daerah yang pernah dilaksanakan mantan Bupati Morotai, Benny Laos. Meskipun secara fisik terlihat pembangunan gedung, jalan, dan fasilitas umum, dampak ekonomi bagi masyarakat justru tidak terasa. Tekanan cicilan utang membuat kemampuan fiskal daerah lumpuh hingga bertahun-tahun setelahnya.

“Pulau Morotai hingga hari ini masih menanggung akibat berat dari kebijakan pinjaman masa lalu. Pembangunan fisik memang terlihat, namun pertumbuhan ekonomi daerah justru melambat dan terhenti. Masalah keuangan berat itu tidak selesai saat itu saja, melainkan terus diwariskan ke pemerintahan berikutnya dan dirasakan warga sampai sekarang,” jelasnya.

FPPPMU menilai alasan percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi yang dikemukakan pemerintah provinsi hanyalah alasan belaka. Jika pola pengelolaannya sama seperti kasus Morotai, dampak buruknya akan langsung menimpa pegawai negeri dan masyarakat luas.

“Kondisi yang terjadi di Morotai berulang kembali: bukan kemajuan ekonomi yang diraih, melainkan pemotongan gaji serta penundaan pembayaran Tunjangan Tambahan Pegawai (TTP) dengan dalih hukuman administratif, hanya agar pemerintah bisa menutupi pembayaran kepada kontraktor yang bekerja dalam sistem monopoli proyek,” kritik Arsad.

Dugaan Pembagian Proyek untuk Lingkaran Dekat

Lebih jauh, FPPPMU menuduh rencana pinjaman ini disusun dengan tujuan tersembunyi. Menurut pihaknya, fokus penggunaan dana yang hanya dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan bukan semata-mata demi kepentingan umum, melainkan sarana pembagian proyek infrastruktur kepada kelompok usaha yang memiliki hubungan khusus dengan pimpinan daerah.

“Bagi kami, pinjaman Rp1 triliun ini tidak lebih dari upaya mengalokasikan proyek-proyek jalan dan jembatan kepada kontraktor yang berafiliasi, bahkan merupakan keluarga dekat Gubernur. Ini bukan pembangunan merata, melainkan penguasaan sumber daya daerah oleh segelintir pihak,” tegas Arsad.

Ancaman Gugatan Hukum dan Seruan Bersatu

Menghadapi situasi tersebut, FPPPMU mengambil sikap tegas: menolak sepenuhnya rencana pinjaman daerah tersebut dan bersiap menempuh jalur hukum jika DPRD tetap menyetujuinya.

“Kami menyatakan penolakan mutlak dan akan segera mengajukan gugatan ke pengadilan jika usulan ini disahkan. Ini bukan penentangan terhadap pembangunan, melainkan upaya menyelamatkan masa depan keuangan dan kesejahteraan warga Maluku Utara,” tambahnya.

Arsad juga mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga profesi, dan tokoh adat serta agama untuk bersatu menjaga kepentingan daerah.

“Mari kita bersatu menyelamatkan tanah Kie Raha yang kita cintai ini dari kebijakan yang akan merusak fondasi pembangunan jangka panjang dan merugikan rakyat banyak,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate Gelar Dialog Publik tentang Ekologi Kampung di Desa Payo

    Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Ternate Gelar Dialog Publik tentang Ekologi Kampung di Desa Payo

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • 0Komentar

    HALBAR – linidaily.id, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggelar dialog publik bersama pemuda dan masyarakat Desa Payo, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan yang mengangkat tema “Ekologi Kampung: Menjaga Keseimbangan Alam dalam Kehidupan Sehari-hari” tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian mahasiswa selama melaksanakan […]

  • Kolaborasi Warga, Pemerintah Desa dan PT. BMI Atasi Karhutla Desa Todoli

    Kolaborasi Warga, Pemerintah Desa dan PT. BMI Atasi Karhutla Desa Todoli

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • 0Komentar

    Taliabu – Linidaily.id, Kebakaran Hutan dan Lahan yang melanda Desa Todoli kurang lebih hampir sebulan, terus meluas hingga saat ini. Berdasarkan pantauan dan Wawancara sejumlah pihak, upaya pemadaman kebakaran terus dilakukan disejumlah titik. Antara lain, Air pala, Air Hudo, Dusun Sagu, Tambona serta dekat pemukiman warga Desa Todoli. Upaya pemadaman kebakaran yang dilakukan warga dilakukan […]

  • Silmy Karim & Jaringan Korupsi Imigrasi: “Setiap Klik Ada Harganya”

    Silmy Karim & Jaringan Korupsi Imigrasi: “Setiap Klik Ada Harganya”

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id Nasional – Nama Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim, kini menjadi sorotan utama publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik korupsi, pemerasan, dan pencucian uang yang berlangsung secara sistemik, terstruktur, dan masif di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Modus operandi yang digulirkan tidak lagi sekadar pungutan liar biasa, melainkan sebuah “industri” pengerukan uang negara yang […]

  • Direktur LKBHMI Ternate Tanggapi Temuan BPK atas PT JAS; Harus Jadi Pintu Masuk Penegakan Hukum Lingkungan

    Direktur LKBHMI Ternate Tanggapi Temuan BPK atas PT JAS; Harus Jadi Pintu Masuk Penegakan Hukum Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Nomor 30/LHP/DJPKN-VI.TER/PPD.03/12/2025, menjadi salah satu dokumen negara yang paling penting dalam menguji keseriusan penegakan hukum lingkungan di sektor pertambangan, khususnya di Provinsi Maluku Utara. Dokumen tersebut mengungkap bahwa PT Jaya Abadi Semesta (PT JAS) yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur belum […]

  • Kadis DPMD Halsel Kecewa  Tak Satupun BUMDes yang Sukses

    Kadis DPMD Halsel Kecewa Tak Satupun BUMDes yang Sukses

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    LABUHA – Linidaily.id, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) saat ini dijabat oleh M. Zaky Wahab secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penguatan BUM Desa di Kabupaten Halmahera Selatan. Kadis yang dilantik oleh Bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba pada 13 Januari 2026 itu pun menyayangkan tak ada satupun BUMDES yang […]

  • Perkuat Kapasitas Kader, Ketum Cabang HMI Ternate Lantik Pengurus Lembaga Profesi

    Perkuat Kapasitas Kader, Ketum Cabang HMI Ternate Lantik Pengurus Lembaga Profesi

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id – Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate dan jajaran pengurus lembaga profesi resmi dilantik Ketua Umum HMI Cabang Ternate. Acara pelantikan akbar ini berlangsung di Gedung Sekretariat KAHMI Kota Ternate pada Jumat (12/6/2026) malam. Mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Perjuangan HMI Melalui Penguatan Lembaga Profesi”, kegiatan ini bertujuan untuk mengonsolidasi […]

expand_less