Bupati Halut dan Morotai Pimpin Golkar Secara Aklamasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOBELO / DARAME — Linidaily.id, Dua Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di wilayah Maluku Utara berlangsung beriringan dan menghasilkan kemiripan, di mana kedua Bupati terpilih secara aklamasi memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut di daerah masing-masing.
Halmahera Utara: Piet Hein Babua Terpilih Aklamasi
Musda VI DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara digelar di Hotel Marahai Park, Tobelo Tengah, pada Selasa (13/10/2026). Dr. Piet Hein Babua, M.Si. yang juga menjabat sebagai Bupati Halmahera Utara, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD II Golkar Halut periode 2025–2030.
Kemenangan aklamasi ini terjadi setelah dua bakal calon lainnya, yakni Frans Manery dan Maria Silvi Deyabora Tongo Tongo, secara resmi mengundurkan diri dari pencalonan dan menyatakan dukungan penuh kepada Piet Hein Babua.
Ketua Pimpinan Sidang Musda VI, Arifin Djafar, dalam sidang penetapannya menyatakan penyerahan panji kebesaran Golkar kepada Piet adalah representasi aspirasi seluruh peserta Musda.
Dalam pernyataannya, Piet Hein Babua menyampaikan akan segera merampungkan struktur kepengurusan dalam 1–2 minggu ke depan dan menargetkan penambahan perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Struktur kepengurusan dipastikan rampung dalam waktu dekat. Target utama adalah mempertahankan sekaligus memperkuat posisi Golkar di Halmahera Utara,” ujar Piet.
Pulau Morotai: Rusli Sibua Pimpin Golkar
Sementara itu, Musda V DPD II Partai Golkar Kabupaten Pulau Morotai berlangsung di Auditorium DPRD Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, pada Senin–Selasa (13–14/10/2026). Drs. Rusli Sibua, M.Si., Bupati Pulau Morotai, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Golkar Morotai periode 2025–2030.
Proses aklamasi terjadi karena tiga bakal calon lainnya — Fahri Hairuddin, Mahmud Kiat, dan Darwis Sibua — mengundurkan diri sebelum proses penetapan berlangsung.
Pimpinan Sidang Musda, Arifin Djafar, mengesahkan penetapan tersebut secara resmi pada pukul 13.30 WIT, Rabu (14/10/2026). Rusli Sibua mengungkapkan ikatan historisnya dengan Golkar sejak era 1980–1990an dan siap memperkuat konsolidasi partai di Pulau Morotai.
“Golkar bukan sekadar wadah politik, melainkan ruang pengabdian dan perjuangan aspirasi rakyat,” ujar Rusli dalam sambutannya.
Dua Musda yang berlangsung hampir bersamaan ini menunjukkan pola yang serupa: calon incumbent kekuasaan daerah dipilih secara aklamasi setelah pesaing-pesaingnya menarik diri.
Langkah ini dinilai akan memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah dan kepemimpinan partai, namun di sisi lain juga menjadi catatan penting bagaimana proses demokrasi internal partai berjalan di tingkat daerah.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar