Globalisasi: Arah Kemajuan kehancuran?
- account_circle M. Rizki Abd Haji
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di era kemajuan teknologi dan informasi saat ini sangat membantu serta mempermudahkan manusia dalam banyak hal. tentunya tidak bisa dipungkiri, segala aktivitas manusia, baik yang berhubungan dengan dunia pekerjaan, pendidikan, kesehatan, serta ekonomi, juga merupakan bagian dari hasil kemajuan teknologi itu sendiri.
Tidak berhenti di sini saja, dengan pesatnya kemajuan teknologi hari ini memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor, dari pertanian, peternakan, perikanan hingga pertambangan dan sektor-sektor lainnya yang sangat membantu dalam meningkatkan produktifitas.
Dengan demikian, di dalam kehidupan manusia tidak bisa kita lepas-pisahkan dengan teknologi.
Globalisasi telah membawa dunia pada suatu perubahan di mana jarak suda tidak lagi menjadi batas Informasi dapat diperolah dari satu tempat ke tempat lain hanya dalam waktu yang singkat. Manusia dapat berkomunikasi dengan siapa pun dan dimana pun tanpa harus berada dalam suatu ruang yang sama. Pengetahuan dapat diakses dengan mudah, aktivitas ekonomi dapat dilakukan secara digital, dan berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia dan dalam waktu yang cukup lama kini dapat dilakukan dengan waktu singkat dengan mengunakan bantuan teknologi.
Namun, di balik kemajuan teknologi hari ini masih menyisakan dampak terhadap generasi muda saat ini dan generasi mendatang jika pengelolaan dengan menggunakan teknologi tidak berbasis pada keberlanjutan. Jika kemajuan teknologi tanpa didasari dengan etika maka kemajuan itu akan menjadi tidak berarti. Sebab, teknologi pada dasarnya hanyalah alat. Arah dan dampak dari pengunaan teknologi sangat bergantung kepada manusia itu sendiri yang menggunakannya.
Kemajuan teknologi memang memberikan banyak manfaat di satu sisi dan juga melahirkan dampak sosial disisi lain. Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi sarana penyebaran ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi ruang berkembangnya informasi yang isinya provokatif, sampai pada manipulasi informasi, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk tindakan kejahatan digital.
Media sosial yang seharusnya menjadi ruang komunikasi dan pertukaran gagasan terkadang justru berubah menjadi ruang pertarungan opini hingga perdebatan (polemik) tanpa dasar yang berkepanjangan.
Begitu pula dalam sektor ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam. Teknologi mampu meningkatkan produktivitas pertanian, peternakan, perikanan, hingga pertambangan. Akan tetapi, jika teknologi hanya digunakan untuk mengejar keuntungan sesaat tanpa mempertimbangkan keberlanjutan, maka kemajuan tersebut dapat meninggalkan kerusakan yang harus ditanggung oleh generasi yang akan datang. Laut yang dieksploitasi secara berlebihan, hutan yang terus mengalami kerusakan, serta sumber daya alam yang dikeruk tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan merupakan contoh yang hari ini telah terjadi bahwa teknologi tanpa etika dapat berubah dari solusi menjadi ancaman.
Pendidikan harus menjadi fondasi utama, yang bukan hanya melahirkan manusia yang mampu dalam menggunakan teknologi saja, akan tetapi pendidikan juga harus mampu melahirkan manusia-manusia yang kritis, kreatif serta inovatif, dan didasari dengan beretika. Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan generasi yang mahir mengoperasikan teknologi saat ini tetapi tidak mampu memahami konsekuensi dari penggunaannya. Generasi muda harus dibentuk menjadi manusia yang mampu berpikir kritis, memilah informasi,dan kepekaan pada persoalan sosial, serta memiliki tanggung jawab moril terhadap setiap kemajuan yang dihasilkan.
Sebab, kemajuan teknologi yang telah menjadi kebanggaan manusia saat ini justru menjadi tidak berarti jika tidak didasari dengan kemampuan untuk mengendalikannya. Maka sama halnya teknologi hadir bukan sebagai solusi, tetapi sebagai malapetaka. Kemajuan teknologi informasi yang tidak mampu dikendalikan justru dapat menciptakan ketergantungan. Manusia yang seharusnya mengendalikan teknologi justru manusia dikendalikan oleh teknologi itu sendiri.
Generasi muda saat ini dituntut bukan hanya sebatas menggunakan atau menikmati hasil-hasil dari kemajuan teknologi saat ini, akan tetapi kita sebagai generasi muda yang seharusnya turut memberikan kontribusi yang nyata dalam menentukan arah kemajuan teknologi di masa depan serta mengedepankan dan didasari dengan etika dalam penggunaan teknologi dan informasi tersebut.
Generasi muda tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi. Kita harus mampu menjadi pencipta, pengkritik, sekaligus pengarah perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar dan kepentingan, Teknologi harus mampu membantu masyarakat memperoleh pendidikan yang layak, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, memperkuat pelayanan kesehatan, menjaga lingkungan, serta mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
Perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin deras memberikan dampak serta pengaruh yang begitu kuat terhadap pola kehidupan manusia saat ini, mulai dari gaya serta kebutuhan hidup yang sangat kompleks. Globalisasi telah mengubah cara manusia berpikir, berkomunikasi, bekerja, bahkan menentukan kebutuhan dan keinginannya. Apa yang terjadi dengan kita hari ini dapat dengan mudah di ketahui masyarakat di tempat lain.
Karena itu, kita tidak boleh menjadi manusia yang menolak teknologi dan globalisasi saat ini Menolak kemajuan bukanlah solusi. Yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa kemajuan tersebut tetap berada dalam kendali manusia dan diarahkan untuk kepentingan bersama . Kita harus mampu mengambil manfaat dari globalisasi tanpa kehilangan identitas, nilai moral, kepekaan sosial, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Maka penggunaan teknologi harus dengan bijak dan mengedepankan etika. Sebab, kemajuan yang tidak didasari dengan etika, itu berarti kita sedang menuju pintu gerbang kehancuran dan malapetaka yang berkedok kemajuan.
Pada akhirnya, pertanyaan mengenai globalisasi dan teknologi bukan hanya tentang apakah keduanya merupakan kemajuan atau malapetaka. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah: siapa yang mengendalikan kemajuan saat ini ? Jika teknologi digunakan dengan pengetahuan, etika, dan bertanggung jawab, serta berprinsip pada keberlanjutan, maka globalisasi dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Namun, jika teknologi hanya digunakan untuk kepentingan ekonomi, kekuasaan, dan kesenangan maka kemajuan tersebut justru dapat menjadi malapetaka.
Oleh karena itu, tugas generasi hari ini bukan sekadar menikmati kemajuan, tetapi memastikan bahwa kemajuan tersebut tidak menghancurkan masa depan. Teknologi harus menjadi alat untuk memanusiakan manusia, bukan sebaliknya. Globalisasi harus menjadi jembatan untuk membangun peradaban, bukan pintu masuk menuju hilangnya nilai-nilai kemanusiaan. Karena sejatinya, kemajuan yang kehilangan etika bukanlah kemajuan, melainkan kehancuran yang sedang menunggu waktunya.
- Penulis: M. Rizki Abd Haji

Saat ini belum ada komentar