IAIN Ternate dan ICMI Maluku Utara Perkuat Kolaborasi untuk Revitalisasi Budaya Literasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
- visibility 81
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama usai penandatanganan MoU antar IAIN Ternate dan ICMI Korwil Maluku Utara. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TERNATE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Maluku Utara memperkuat kolaborasi dalam menghidupkan kembali budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor IAIN Ternate dan Ketua ICMI Korwil Maluku Utara di Auditorium FEBI IAIN Ternate, Rabu (12/8/2026).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah strategis kedua pihak dalam memperkuat kemitraan, khususnya untuk merevitalisasi atmosfer literasi akademik sekaligus mendorong peningkatan kapasitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah bereputasi.
Kerja sama tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ICMI Korwil Maluku Utara melalui Cendekia Basic Writing (CBW) II yang mengusung tema “Mentransformasi Tradisi Lisan ke Tulisan”.
Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., menyampaikan apresiasi atas inisiatif ICMI menjadikan IAIN Ternate sebagai mitra dalam menghidupkan dan merevitalisasi budaya literasi di lingkungan kampus.“Saya menyambut baik apa yang dilakukan ICMI hari ini. Diakui tradisi tulis-menulis di kampus sangat minim, bahkan nyaris tenggelam. Gayung bersambut dengan kerja sama ini terkait dengan akselerasi guru besar. Ini diharapkan akan memudahkan para dosen mencapai puncak jabatan fungsional guru besar,” ujar Adnan.
Menurut Adnan, penguatan budaya menulis menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan karier akademik dosen. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap potensi akademik dosen sebagai dasar proyeksi kebutuhan dan potensi guru besar IAIN Ternate pada masa mendatang.
“Bahkan saya dibantu tim kepegawaian sudah membuat proyeksi potensi akademik, berapa banyak guru besar yang akan dimiliki beberapa tahun ke depan. Semoga kerja sama ini menjadi tombol pemicu semangat dosen berliterasi. Syarat Scopus menciutkan nyali dosen dan menganggapnya sebagai momok,” imbuhnya.
ICMI Dorong Publikasi BereputasiSementara itu, Ketua ICMI Korwil Maluku Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, M.Pd., yang juga Wakil Bupati Halmahera Utara, secara resmi membuka kegiatan CBW II.
Kasman menegaskan komitmen ICMI untuk memfasilitasi penguatan kapasitas penulisan akademik, khususnya artikel jurnal bereputasi global. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas akademisi yang mampu mencapai jenjang jabatan fungsional guru besar di Maluku Utara.
Ia menempatkan gerakan literasi akademik tersebut dalam perspektif nilai keislaman melalui fondasi teologis Iqra, yang tidak hanya dimaknai sebagai perintah membaca, tetapi juga sebagai dorongan untuk meneliti, mengembangkan pengetahuan, dan memproduksi karya tulis.
“Sinergi ini dihadirkan secara khusus untuk mereset reputasi publikasi internasional (Scopus) yang selama ini menjadi benang kusut ketakutan para dosen menuju jenjang keilmuan tertinggi,” kata Kasman.Menurutnya, peningkatan kemampuan menulis akademik perlu dilakukan secara sistematis agar publikasi internasional tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sulit dan menakutkan bagi para dosen.
Dorong Transformasi IAIN Ternate Menjadi UINDalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN Ternate juga menggalang dukungan ICMI terhadap ikhtiar transformasi kelembagaan IAIN Ternate menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
Transformasi tersebut saat ini tengah berproses dan telah mendapat respons positif dari Kementerian Agama Republik Indonesia. IAIN Ternate juga disebut menjadi salah satu institusi yang diprioritaskan dalam pengembangan perguruan tinggi keagamaan di kawasan Indonesia Timur.
Kolaborasi antara IAIN Ternate dan ICMI Korwil Maluku Utara diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem literasi akademik yang berkelanjutan.
Melalui penguatan tradisi membaca, meneliti, dan menulis, kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas publikasi ilmiah sekaligus mempercepat lahirnya lebih banyak guru besar di Maluku Utara.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar