Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

60 Hari Menanti Keadilan: Pembunuhan Ali Daud Belum Terpecahkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Genap sudah 60 hari atau dua bulan berlalu sejak ditemukannya jasad Ali Daud (63 tahun), mantan Kepala Desa Bobane Jaya sekaligus tokoh agama yang sangat disegani masyarakat.

Namun hingga hari ini, aparat keamanan belum juga mampu mengungkap siapa pelaku serta apa motif di balik pembunuhan keji tersebut.

Lambatnya penanganan dan ketiadaan kejelasan informasi ini membuat kekecewaan masyarakat memuncak, hingga warga dengan tegas mengancam akan menutup akses jalan utama dan menghentikan seluruh kegiatan pembangunan jika tuntutan keadilan mereka terus diabaikan.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, 2 April 2026. Saat itu, warga menemukan jenazah Ali Daud tergeletak di kawasan perkebunan yang menjadi batas wilayah antara Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat.

Korban ditemukan dalam kondisi penuh luka akibat senjata tajam, membuktikan bahwa ia adalah korban pembunuhan, bukan meninggal secara wajar. Penemuan seketika itu juga memicu kemarahan besar warga Banemo dan Bobane Jaya, yang kemudian meledak menjadi bentrokan massal antara dua kelompok warga dari desa yang bertetangga namun telah lama bersengketa soal batas wilayah.

Akibat bentrokan yang terjadi sehari setelah penemuan jenazah, satu nyawa lagi melayang, puluhan rumah dibakar dan dirusak, serta menimbulkan kerugian materi yang tak sedikit. Aparat keamanan saat itu terpaksa mengerahkan lebih dari 250 personel gabungan TNI dan Polri untuk memisahkan kedua kelompok serta memulihkan ketertiban.

Pihak kepolisian kala itu menegaskan peristiwa ini murni tindak pidana pembunuhan dan bukan merupakan konflik antar-umat beragama atau berdasar unsur SARA, serta berjanji akan segera menuntaskan kasus ini demi rasa aman masyarakat.

Namun janji tersebut kini terbukti hanya manis di awal. Sudah dua bulan waktu berlalu, namun belum ada nama tersangka yang dipublikasikan. Belum ada satu pun penangkapan yang dilakukan, dan belum ada kejelasan hasil penyelidikan yang disampaikan kepada publik.

Situasi ini semakin diperparah dengan keluhan warga yang menilai aparat sangat lambat merespons, jarang turun langsung ke lokasi kejadian, serta justru mempersulit proses hukum.

Warga dipaksa menempuh perjalanan jauh hingga ke Kantor Kepolisian Daerah di Sofifi untuk dimintai keterangan—jarak yang sangat jauh, memakan biaya besar, dan menyulitkan kehidupan warga desa.

“Sudah 60 hari kami menunggu, tapi tak ada hasil. Warga berkebun saja takut, rasa aman hilang, pelaku tak juga ditangkap. Apakah keadilan harus dibeli dengan biaya mahal ke Sofifi? Atau memang kasus ini sengaja dibiarkan gelap dan digantung begitu saja?” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kesal dan kecewa.

Warga menilai, lambannya penanganan ini seolah menjadi bukti nyata ketidakberdayaan atau ketidaksungguhan aparat di lapangan. Masalah sengketa batas wilayah yang sudah lama menjadi luka menganga antara Desa Sibenpopo dan Banemo, kini bertambah parah dengan luka baru yang lebih dalam akibat kematian Ali Daud.

Menghadapi situasi yang semakin memanas, warga menyampaikan tiga tuntutan utama yang harus segera dipenuhi: Pertama, segera menangkap dan mengadili pelaku pembunuhan agar keadilan terpenuhi. Kedua, menjamin keamanan penuh bagi warga saat beraktivitas di kebun maupun ladang agar rasa aman kembali pulih. Ketiga, memproses perkara ini di tingkat wilayah atau Polres setempat tanpa harus membebani warga dengan perjalanan jauh ke ibu kota provinsi.

Warga menegaskan, jika tuntutan ini tidak segera dipenuhi dan kasus terus digantung tanpa kejelasan, mereka tidak akan tinggal diam. Langkah tegas telah disiapkan: menutup akses jalan utama yang menghubungkan wilayah ini ke daerah lain serta menghentikan seluruh kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang berlangsung di wilayah Halmahera Tengah. Bagi mereka, tanpa keadilan, pembangunan pun tak memiliki arti apa pun.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai progres penyelidikan setelah dua bulan berlalu. Masyarakat pun kini hanya bisa menunggu dengan rasa waspada, penuh ketidakpastian, dan rasa keadilan yang perlahan terkikis. Keadilan bagi Ali Daud dan ketenangan bagi masyarakat Patani Barat, kini menjadi ujian berat bagi kinerja aparat keamanan di Maluku Utara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    Erupsi Anak Krakatau, Banyak  Bandara Ditutup Sementara

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA — Linidaily.id Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada pelayanan penerbangan di wilayah sekitar. Pada Minggu (6/9/2026), empat bandara utama ditutup sementara sebagai langkah pencegahan demi menjaga keselamatan penerbangan dari potensi gangguan abu vulkanik di ruang udara. Keempat bandara yang terdampak adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Radin Inten II, Bandara Halim Perdanakusuma, […]

  • KEGAGALAN BIROKRASI DAN PENGKHIANATAN AMANAH PEMBANGUNAN

    KEGAGALAN BIROKRASI DAN PENGKHIANATAN AMANAH PEMBANGUNAN

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kabupaten Halmahera Barat yang semula digadang-gadang sebagai solusi utama atas keterbatasan fasilitas kesehatan, kini justru menjadi cermin buram wajah tata kelola pemerintahan daerah. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 42,9 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, proyek ini sejatinya membawa harapan besar bagi masyarakat yang selama ini hidup terisolasi […]

  • Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Maluku Utara: Solusi Pembangunan atau Jebakan Fiskal?

    Usulan Pinjaman Rp1 Triliun Maluku Utara: Solusi Pembangunan atau Jebakan Fiskal?

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    SOFIFI, LiniDaily.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara secara resmi mengajukan usulan pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dana ini rencananya akan digunakan untuk membiayai percepatan pembangunan infrastruktur strategis periode 2026–2029. Namun, pengajuan ini memicu perdebatan publik karena dilakukan di tengah beban utang sebelumnya yang belum lunas dan tertahannya Dana […]

  • Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri. Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari […]

  • Putusan PT ASM Berubah, Operasional Tambang di Pulau Gebe Dipertanyakan

    Putusan PT ASM Berubah, Operasional Tambang di Pulau Gebe Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Status kepemilikan saham PT Anugrah Sukses Mining (ASM) kembali menjadi sorotan setelah Pengadilan Tinggi Surabaya membatalkan keputusan korporasi yang mengubah susunan pemegang saham perusahaan tersebut. Melalui Putusan Nomor 523/PDT/2025/PT SBY, majelis hakim menyatakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT ASM yang digelar pada 4 Desember 2023 tidak sah dan tidak memiliki kekuatan […]

  • Sigaro Festival Buku Maluku Utara 2026

    Sigaro Festival Buku Maluku Utara 2026

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • 0Komentar

    Sigaro dalam Bahasa lokal Maluku Utara terutama Ternate bermakna ajakan, baku pangge, Sigaro Malaha artinya saling mengajak pada kebaikan. Pertama kali saya melihat Agenda Festival Buku Maluku Utara 2026 yang akan di laksanakan pada bulan Agustus 2026, disampaikan lewat pemberitahuan beberapa kolega di Whatsapp Group dengan mengisi formulir pendataan buku dan penulis di Maluku Utara, […]

expand_less