Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

60 Hari Menanti Keadilan: Pembunuhan Ali Daud Belum Terpecahkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Genap sudah 60 hari atau dua bulan berlalu sejak ditemukannya jasad Ali Daud (63 tahun), mantan Kepala Desa Bobane Jaya sekaligus tokoh agama yang sangat disegani masyarakat.

Namun hingga hari ini, aparat keamanan belum juga mampu mengungkap siapa pelaku serta apa motif di balik pembunuhan keji tersebut.

Lambatnya penanganan dan ketiadaan kejelasan informasi ini membuat kekecewaan masyarakat memuncak, hingga warga dengan tegas mengancam akan menutup akses jalan utama dan menghentikan seluruh kegiatan pembangunan jika tuntutan keadilan mereka terus diabaikan.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, 2 April 2026. Saat itu, warga menemukan jenazah Ali Daud tergeletak di kawasan perkebunan yang menjadi batas wilayah antara Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat.

Korban ditemukan dalam kondisi penuh luka akibat senjata tajam, membuktikan bahwa ia adalah korban pembunuhan, bukan meninggal secara wajar. Penemuan seketika itu juga memicu kemarahan besar warga Banemo dan Bobane Jaya, yang kemudian meledak menjadi bentrokan massal antara dua kelompok warga dari desa yang bertetangga namun telah lama bersengketa soal batas wilayah.

Akibat bentrokan yang terjadi sehari setelah penemuan jenazah, satu nyawa lagi melayang, puluhan rumah dibakar dan dirusak, serta menimbulkan kerugian materi yang tak sedikit. Aparat keamanan saat itu terpaksa mengerahkan lebih dari 250 personel gabungan TNI dan Polri untuk memisahkan kedua kelompok serta memulihkan ketertiban.

Pihak kepolisian kala itu menegaskan peristiwa ini murni tindak pidana pembunuhan dan bukan merupakan konflik antar-umat beragama atau berdasar unsur SARA, serta berjanji akan segera menuntaskan kasus ini demi rasa aman masyarakat.

Namun janji tersebut kini terbukti hanya manis di awal. Sudah dua bulan waktu berlalu, namun belum ada nama tersangka yang dipublikasikan. Belum ada satu pun penangkapan yang dilakukan, dan belum ada kejelasan hasil penyelidikan yang disampaikan kepada publik.

Situasi ini semakin diperparah dengan keluhan warga yang menilai aparat sangat lambat merespons, jarang turun langsung ke lokasi kejadian, serta justru mempersulit proses hukum.

Warga dipaksa menempuh perjalanan jauh hingga ke Kantor Kepolisian Daerah di Sofifi untuk dimintai keterangan—jarak yang sangat jauh, memakan biaya besar, dan menyulitkan kehidupan warga desa.

“Sudah 60 hari kami menunggu, tapi tak ada hasil. Warga berkebun saja takut, rasa aman hilang, pelaku tak juga ditangkap. Apakah keadilan harus dibeli dengan biaya mahal ke Sofifi? Atau memang kasus ini sengaja dibiarkan gelap dan digantung begitu saja?” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kesal dan kecewa.

Warga menilai, lambannya penanganan ini seolah menjadi bukti nyata ketidakberdayaan atau ketidaksungguhan aparat di lapangan. Masalah sengketa batas wilayah yang sudah lama menjadi luka menganga antara Desa Sibenpopo dan Banemo, kini bertambah parah dengan luka baru yang lebih dalam akibat kematian Ali Daud.

Menghadapi situasi yang semakin memanas, warga menyampaikan tiga tuntutan utama yang harus segera dipenuhi: Pertama, segera menangkap dan mengadili pelaku pembunuhan agar keadilan terpenuhi. Kedua, menjamin keamanan penuh bagi warga saat beraktivitas di kebun maupun ladang agar rasa aman kembali pulih. Ketiga, memproses perkara ini di tingkat wilayah atau Polres setempat tanpa harus membebani warga dengan perjalanan jauh ke ibu kota provinsi.

Warga menegaskan, jika tuntutan ini tidak segera dipenuhi dan kasus terus digantung tanpa kejelasan, mereka tidak akan tinggal diam. Langkah tegas telah disiapkan: menutup akses jalan utama yang menghubungkan wilayah ini ke daerah lain serta menghentikan seluruh kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang berlangsung di wilayah Halmahera Tengah. Bagi mereka, tanpa keadilan, pembangunan pun tak memiliki arti apa pun.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai progres penyelidikan setelah dua bulan berlalu. Masyarakat pun kini hanya bisa menunggu dengan rasa waspada, penuh ketidakpastian, dan rasa keadilan yang perlahan terkikis. Keadilan bagi Ali Daud dan ketenangan bagi masyarakat Patani Barat, kini menjadi ujian berat bagi kinerja aparat keamanan di Maluku Utara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sengkarut MBG: Antara Urgensi Gizi Rakyat dan Tantangan Tata Kelola

    Sengkarut MBG: Antara Urgensi Gizi Rakyat dan Tantangan Tata Kelola

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dimaknai melalui dua kata kunci: make sense atau masuk akal. Urgensi program ini dibangun di atas fondasi regulasi yang kuat dan kebutuhan riil rakyat akan pemenuhan gizi. Namun, sebagai sebuah kebijakan baru yang bersifat kolosal, MBG tentu menghadapi kompleksitas implementasi. Potensi penyimpangan harus disempitkan melalui revitalisasi aspek operasional, penguatan […]

  • Menjaga Marwah Kampus: Mengapa Kebijakan “Satu Kampus Satu Dapur” Harus Dikaji Ulang

    Menjaga Marwah Kampus: Mengapa Kebijakan “Satu Kampus Satu Dapur” Harus Dikaji Ulang

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    Kehebohan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru ketika ranah akademik ikut terseret ke dalam arus kebijakan logistik nasional. Pemicu utama kegaduhan ini bermula saat pemerintah menetapkan secara resmi sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta di Indonesia untuk mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dalam lingkungan kampus. Langkah birokrasi universitas yang […]

  • AKSI BLOKADE JALAN WARGA BANEMO MELAWAN

    AKSI BLOKADE JALAN WARGA BANEMO MELAWAN

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    Ratusan Warga Banemo melakukan unjuk rasa dan aksi blokade akses jalan Trans Halmahera ruas Jalur Desa Remdi, Rabu, 20 Mei 2026. Aksi blokade ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas Warga Banemo Melawan, kepada pemerintah dan kepolisian, menyusul ditemukannya ranjau di perkebunan serta kasus pembunuhan Ustadz Ali Abas yang hingga kini belum ada titik terang. Tensi aksi […]

  • Soal LGBT: UMY Mempertegas Identitas Keislaman

    Soal LGBT: UMY Mempertegas Identitas Keislaman

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA Linidaily.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menjadi sorotan publik setelah menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan yang dikategorikan sebagai perilaku LGBT. Sanksi yang ditetapkan bisa berujung pada pemberhentian sebagai mahasiswa secara tidak hormat. Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Disiplin dan Etika Mahasiswa UMY yang menekankan pemeliharaan nilai-nilai Islam, […]

  • Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    Status Nurlaela Syarif Tentang PJU Cepat di Respon

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    Tidak menunggu waktu yang lama, tulisan Nurlaela Syarif di akun yang mempertanyakan Duit PJU Warga mendapat respon dari Pemerintah kota, terutama Dinas Perhubungan Kota Ternate. Informasi ini ditulis Nurlaela di status medsos FB nya; Jalan di Ngade So Terang. Lampu Jalan Sebelah Mana Lagi yang Masih Gelap? Nurlaela bersyukur Pemerintah Kota merespon keluhannya “​Alhamdulillah, laporan […]

  • Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’ untuk Bahlil Lahadalia, Golkar: Lucu, Menghibur, dan Bentuk Apresiasi

    Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’ untuk Bahlil Lahadalia, Golkar: Lucu, Menghibur, dan Bentuk Apresiasi

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id– Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan dengan viralnya sebuah lagu unik yang berisi rangkaian pujian khusus untuk Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Lagu yang menyita perhatian warganet di Instagram hingga TikTok itu diberi judul ‘My Little Bolu Ketan’. Lagu tersebut memiliki lirik yang cukup menggelitik […]

expand_less