Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

60 Hari Menanti Keadilan: Pembunuhan Ali Daud Belum Terpecahkan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Linidaily.id – Genap sudah 60 hari atau dua bulan berlalu sejak ditemukannya jasad Ali Daud (63 tahun), mantan Kepala Desa Bobane Jaya sekaligus tokoh agama yang sangat disegani masyarakat.

Namun hingga hari ini, aparat keamanan belum juga mampu mengungkap siapa pelaku serta apa motif di balik pembunuhan keji tersebut.

Lambatnya penanganan dan ketiadaan kejelasan informasi ini membuat kekecewaan masyarakat memuncak, hingga warga dengan tegas mengancam akan menutup akses jalan utama dan menghentikan seluruh kegiatan pembangunan jika tuntutan keadilan mereka terus diabaikan.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, 2 April 2026. Saat itu, warga menemukan jenazah Ali Daud tergeletak di kawasan perkebunan yang menjadi batas wilayah antara Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat.

Korban ditemukan dalam kondisi penuh luka akibat senjata tajam, membuktikan bahwa ia adalah korban pembunuhan, bukan meninggal secara wajar. Penemuan seketika itu juga memicu kemarahan besar warga Banemo dan Bobane Jaya, yang kemudian meledak menjadi bentrokan massal antara dua kelompok warga dari desa yang bertetangga namun telah lama bersengketa soal batas wilayah.

Akibat bentrokan yang terjadi sehari setelah penemuan jenazah, satu nyawa lagi melayang, puluhan rumah dibakar dan dirusak, serta menimbulkan kerugian materi yang tak sedikit. Aparat keamanan saat itu terpaksa mengerahkan lebih dari 250 personel gabungan TNI dan Polri untuk memisahkan kedua kelompok serta memulihkan ketertiban.

Pihak kepolisian kala itu menegaskan peristiwa ini murni tindak pidana pembunuhan dan bukan merupakan konflik antar-umat beragama atau berdasar unsur SARA, serta berjanji akan segera menuntaskan kasus ini demi rasa aman masyarakat.

Namun janji tersebut kini terbukti hanya manis di awal. Sudah dua bulan waktu berlalu, namun belum ada nama tersangka yang dipublikasikan. Belum ada satu pun penangkapan yang dilakukan, dan belum ada kejelasan hasil penyelidikan yang disampaikan kepada publik.

Situasi ini semakin diperparah dengan keluhan warga yang menilai aparat sangat lambat merespons, jarang turun langsung ke lokasi kejadian, serta justru mempersulit proses hukum.

Warga dipaksa menempuh perjalanan jauh hingga ke Kantor Kepolisian Daerah di Sofifi untuk dimintai keterangan—jarak yang sangat jauh, memakan biaya besar, dan menyulitkan kehidupan warga desa.

“Sudah 60 hari kami menunggu, tapi tak ada hasil. Warga berkebun saja takut, rasa aman hilang, pelaku tak juga ditangkap. Apakah keadilan harus dibeli dengan biaya mahal ke Sofifi? Atau memang kasus ini sengaja dibiarkan gelap dan digantung begitu saja?” ujar salah satu perwakilan warga dengan nada kesal dan kecewa.

Warga menilai, lambannya penanganan ini seolah menjadi bukti nyata ketidakberdayaan atau ketidaksungguhan aparat di lapangan. Masalah sengketa batas wilayah yang sudah lama menjadi luka menganga antara Desa Sibenpopo dan Banemo, kini bertambah parah dengan luka baru yang lebih dalam akibat kematian Ali Daud.

Menghadapi situasi yang semakin memanas, warga menyampaikan tiga tuntutan utama yang harus segera dipenuhi: Pertama, segera menangkap dan mengadili pelaku pembunuhan agar keadilan terpenuhi. Kedua, menjamin keamanan penuh bagi warga saat beraktivitas di kebun maupun ladang agar rasa aman kembali pulih. Ketiga, memproses perkara ini di tingkat wilayah atau Polres setempat tanpa harus membebani warga dengan perjalanan jauh ke ibu kota provinsi.

Warga menegaskan, jika tuntutan ini tidak segera dipenuhi dan kasus terus digantung tanpa kejelasan, mereka tidak akan tinggal diam. Langkah tegas telah disiapkan: menutup akses jalan utama yang menghubungkan wilayah ini ke daerah lain serta menghentikan seluruh kegiatan pemerintahan dan pembangunan yang berlangsung di wilayah Halmahera Tengah. Bagi mereka, tanpa keadilan, pembangunan pun tak memiliki arti apa pun.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai progres penyelidikan setelah dua bulan berlalu. Masyarakat pun kini hanya bisa menunggu dengan rasa waspada, penuh ketidakpastian, dan rasa keadilan yang perlahan terkikis. Keadilan bagi Ali Daud dan ketenangan bagi masyarakat Patani Barat, kini menjadi ujian berat bagi kinerja aparat keamanan di Maluku Utara.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Kapasitas Kader, Ketum Cabang HMI Ternate Lantik Pengurus Lembaga Profesi

    Perkuat Kapasitas Kader, Ketum Cabang HMI Ternate Lantik Pengurus Lembaga Profesi

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, Linidaily.id – Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate dan jajaran pengurus lembaga profesi resmi dilantik Ketua Umum HMI Cabang Ternate. Acara pelantikan akbar ini berlangsung di Gedung Sekretariat KAHMI Kota Ternate pada Jumat (12/6/2026) malam. Mengusung tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Perjuangan HMI Melalui Penguatan Lembaga Profesi”, kegiatan ini bertujuan untuk mengonsolidasi […]

  • Messi, Talent Scouting, dan Partai Politik

    Messi, Talent Scouting, dan Partai Politik

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • 0Komentar

    Banyak wacana yang berkembang jika Lionel Messi mencalonkan diri sebagai Presiden Argentina maka pasti terpilih, penulis termasuk yang percaya wacana atau tesis ini. Mengapa ? karena dalam politik popularitas dan populisme melampaui segalanya. Disclaimer, penulis bukanlah pendukung Argentina, secara pribadi, juga bukan fans Lionel Messi. Terlepas dari kontroversi di laga Mesir VS Argentina pada 7 […]

  • Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    Tambang dan Ancaman HIV/AIDS di Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • 0Komentar

    Di Balik Gemerlap Industri Nikel, Ada Ancaman Sosial yang Mengintai Provinsi Maluku Utara dalam satu dekade terakhir menjelma menjadi salah satu pusat industri tambang nikel terbesar di Indonesia. Kehadiran kawasan industri seperti IWIP di Kabupaten Halmahera Tengah hingga aktivitas pertambangan di Halmahera Timur membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik geliat investasi […]

  • Peringati HUT ke-31, Telkomsel Resmi Hadirkan 31 Titik Jaringan 5G di Maluku Utara

    Peringati HUT ke-31, Telkomsel Resmi Hadirkan 31 Titik Jaringan 5G di Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, Telkomsel memberikan kejutan istimewa sekaligus bukti nyata komitmen pengembangan layanan bagi masyarakat Maluku Utara. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pengaktifan resmi sebanyak 31 lokasi pemancar jaringan 5G yang tersebar di wilayah provinsi ini, sebagai upaya memperkuat infrastruktur digital di kawasan timur Indonesia. Manager Mobile Consumer Cabang […]

  • Sambut Milad ke-62 : HMI Cabang Ternate Gelar Donor Darah Bersama PMI Maluku Utara.

    Sambut Milad ke-62 : HMI Cabang Ternate Gelar Donor Darah Bersama PMI Maluku Utara.

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar

    TERNATE- Linidaily.id HIMPUNAN Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku Utara menggelar aksi donor darah pada Kamis, 6 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Milad ke-62 HMI Cabang Ternate. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat KAHMI Provinsi Maluku Utara ini diikuti oleh kader HMI, alumni, serta masyarakat […]

  • Wali Kota Tidore Tegas: Tidak Akan Biarkan PPPK dan Pegawai Paruh Waktu Dirumahkan

    Wali Kota Tidore Tegas: Tidak Akan Biarkan PPPK dan Pegawai Paruh Waktu Dirumahkan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • 0Komentar

    TIDORE, Linidaily.id Di tengah tekanan berat kondisi keuangan daerah akibat pemangkasan dana transfer pusat, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen secara tegas menyatakan akan membela dan menjamin keberlanjutan kerja seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta pegawai paruh waktu di lingkungan pemerintah daerah. Ia menegaskan menolak keras langkah merumahkan atau memutus hubungan kerja mereka […]

expand_less