Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

LKBHMI Cabang Ternate Tindak Lanjut Melalui Dialog Publik “Orang Malut Bicara Maluku Utara”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 48
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE, Linidaily.id Caffe Rotasi, Kelurahan Kalumata, pada Jumat malam (3/7/2026) pukul 20.30 WIT, puluhan orang berkumpul bukan untuk menikmati secangkir kopi semata. Mereka datang membawa keresahan yang sama: bagaimana masa depan Maluku Utara harus dibangun di tengah melimpahnya kekayaan alam yang belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyatnya.

Keresahan itu kemudian dipertemukan dalam sebuah dialog publik bertajuk “Orang Malut Bicara Maluku Utara”, yang diselenggarakan oleh Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam (LKBHMI) Cabang Ternate. Forum tersebut menghadirkan unsur Kepolisian Daerah Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, akademisi Universitas Khairun Ternate, serta para ketua organisasi Cipayung sebagai panelis yang memberikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan daerah.

Bagi Pengurus LKBHMI Cabang Ternate, dialog ini tidak dimaksudkan sebagai forum seremonial yang berakhir pada dokumentasi dan tepuk tangan. Lebih dari itu, forum ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya komitmen bersama agar setiap persoalan strategis di Maluku Utara memperoleh perhatian serius dan ditindaklanjuti secara nyata oleh para pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, pengurus LKBHMI menyoroti paradoks pembangunan di Maluku Utara. Di satu sisi, daerah ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, terutama ditopang oleh sektor pertambangan dan investasi. Namun di sisi lain, manfaat dari pertumbuhan tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat. Ketimpangan pembangunan masih terlihat pada sektor-sektor fundamental seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang belum merata di berbagai wilayah.

Menurut pengurus LKBHMI Cabang Ternate, indikator pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak berhenti pada angka statistik. Keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, fasilitas kesehatan yang layak, infrastruktur yang memadai, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Ketika manfaat pembangunan belum mampu menjangkau kebutuhan dasar rakyat, maka pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mencerminkan keadilan sosial.

Selain mengangkat isu pembangunan, dialog tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen terhadap penegakan hukum. Pada penghujung acara, Pengurus LKBHMI Cabang Ternate secara resmi menyerahkan laporan hasil kajian mengenai dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di kawasan hutan Halmahera kepada perwakilan Kepolisian Daerah Maluku Utara dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Laporan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat sipil dalam mendorong proses penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Pengurus LKBHMI berharap laporan itu dapat segera ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku sehingga peristiwa pidana tersebut memperoleh kepastian hukum sesuai dengan prinsip-prinsip negara hukum, yakni menjunjung tinggi keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Tidak berhenti pada penyampaian rekomendasi kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, Pengurus LKBHMI Cabang Ternate juga mengajak seluruh ketua organisasi Cipayung yang hadir sebagai panelis untuk tetap menjaga semangat kolektif dalam mengawal setiap dinamika yang terjadi di Maluku Utara. Menurut mereka, gagasan kritis yang lahir dari ruang-ruang diskusi harus terus diterjemahkan menjadi gerakan intelektual, advokasi kebijakan, serta pengawasan publik yang berkelanjutan.

“Lewat dialog ini, kami berharap lahir kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil. Sebab, persoalan Maluku Utara tidak akan selesai hanya dengan kritik, tetapi membutuhkan keberanian untuk terus mengawal setiap rekomendasi hingga benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata,” ujar pengurus LKBHMI Cabang Ternate.

Dialog publik “Orang Malut Bicara Maluku Utara” akhirnya meninggalkan satu pesan penting: bahwa masa depan Maluku Utara tidak boleh hanya ditentukan oleh besarnya investasi atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Masa depan daerah ini harus dibangun melalui keberanian mendengar suara masyarakat, keberpihakan terhadap keadilan sosial, serta komitmen bersama untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Maluku Utara. Sebab, ketika ruang dialog mampu melahirkan tindakan, saat itulah harapan mulai menemukan jalannya.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    Dialog Publik: Perempuan dan Krisis Ekologis Kepulauan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • 0Komentar

    Krisis ekologis di wilayah kepulauan kini tidak lagi sekadar dipahami sebagai isu kerusakan lingkungan, melainkan telah menjadi tantangan serius yang berdampak langsung pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Di tengah situasi ini, perspektif perempuan dinilai sangat penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif serta berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu […]

  • Banyak Proyek Mangkrak; Masyarakat Tagih Janji Bupati Taliabu

    Banyak Proyek Mangkrak; Masyarakat Tagih Janji Bupati Taliabu

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id – Harapan besar masyarakat Pulau Taliabu terhadap sosok pemimpin muda, cerdas, dan berpendidikan tinggi yang diwakili Bupati Salsabila Mus atau akrab disapa Sasha, kini perlahan runtuh berubah menjadi kekecewaan mendalam. Sosok yang sebelumnya dielu-elukan, bahkan disebut-sebut sebagai lulusan pendidikan luar negeri, kini kian dipertanyakan kualitas kepemimpinannya setelah resmi memimpin daerah ini berpasangan dengan Wakil […]

  • Warga Maba Boikot PT FHT, Praktisi Hukum Soroti Partisipasi Publik dalam AMDAL

    Warga Maba Boikot PT FHT, Praktisi Hukum Soroti Partisipasi Publik dalam AMDAL

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • 0Komentar

    Praktisi hukum Maluku Utara, Muhammad Tabrani Mutalib, meminta Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah, dan pihak terkait melakukan pengawasan lebih serius terhadap aktivitas PT Feni Halmahera Timur (FHT) di Kabupaten Halmahera Timur. Desakan itu muncul setelah warga di kawasan lingkar tambang Buli melakukan aksi boikot terhadap sejumlah titik kegiatan perusahaan. Menurut Tabrani, jika masyarakat di sekitar […]

  • Pengamat Hukum UMMU Soroti Polda Maluku Utara dalam Penyelesaian Perkara Melalui Restorative Justice

    Pengamat Hukum UMMU Soroti Polda Maluku Utara dalam Penyelesaian Perkara Melalui Restorative Justice

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • 0Komentar

    Komitmen Polda Maluku Utara menghadirkan penegakan hukum yang humanis, berkeadilan, dan mengedepankan penyelesaian perkara melalui pendekatan Restorative Justice (RJ) guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat, Jumat, (29/5) mendapat sorotan dari Dr. Azis Halim, SH, MH, Pengamat Hukum dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Menurut Azis, pemberlakuan RJ, dalam kasus pidana tidal […]

  • Belajar dari NTB: Saat Nelayan, Pengawas Laut, dan Modal Bersatu dalam Satu Kelembagaan Koperasi Multi Pihak Wishfood

    Belajar dari NTB: Saat Nelayan, Pengawas Laut, dan Modal Bersatu dalam Satu Kelembagaan Koperasi Multi Pihak Wishfood

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • 0Komentar

    TERNATE, linidaily.id Program konservasi laut yang didanai lembaga donor kerap menghadapi masalah klasik: begitu proyek berakhir, kelompok dampingan ikut mati suri. Persoalan itulah yang coba dijawab oleh Koperasi Pemasaran Multi Pihak Wishfood Indonesia Sejahtera (KMP-WIS), sebuah model kelembagaan baru hasil kolaborasi dua lembaga yaitu, Coastal Environmental and Fisheries (CEF) dan Bentang yang lahir di Mataram, […]

  • Nobar Pesta Babi : Yang Membubarkan dan Yang Membolehkan

    Nobar Pesta Babi : Yang Membubarkan dan Yang Membolehkan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    Film dokumenter Pesta Babi karya Dandy Laksono menjadi polemik dan menjadi perhatian Masyarakat luas. Acara nonton bareng (Nobar)nya banyak dibubarkan. Apakah karena Isi Film memuat kehidupan adat Papua yang terampas? Ataukah ada alasan lain sehingga dibubarkan? Film documenter hasil keroyokan Watchdoc, Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, LBH Papua Merauke dan Ekspedisi Indonesia Baru […]

expand_less