PUKAT Maluku Utara Ikuti Onboarding Fase 2 Program Blue Ventures Indonesia di Bali: Memperkuat Konservasi Perikanan Berbasis Masyarakat
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

PUKAT (Pusat Kolaborasi Riset) Maluku Utara mengikuti kegiatan Onboarding Fase 2 Program Blue Ventures Indonesia di Hotel Movenpick Jimbaran, Bali. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jimbaran, Bali – Juni 2026. Sebanyak empat perwakilan PUKAT (Pusat Kolaborasi Riset) Maluku Utara mengikuti kegiatan Onboarding Fase 2 Program Blue Ventures Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 8 hingga 11 Juni 2026, di Hotel Movenpick Jimbaran, Bali. Tim PUKAT dipimpin langsung oleh Dr. Muhammad Assagaf selaku Direktur Proyek, bersama tiga anggota tim lainnya.
Kegiatan ini mengumpulkan perwakilan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai mitra yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan dari tiga wilayah, yakni Maluku Utara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan memperkuat kapasitas para pelaksana/mitra program di lapangan dalam mendorong konservasi perikanan berbasis masyarakat.
Selama empat hari penuh, peserta mengikuti serangkaian sesi intensif yang dirancang secara komprehensif. Hari pertama dibuka dengan penguatan pemahaman ekosistem melalui sesi Baku Pancing dan permainan interaktif tentang konektivitas ekosistem laut, dilanjutkan dengan pengenalan rencana kelola perikanan serta pelatihan pemetaan dan penggunaan GPS. Materi ini memberikan landasan konseptual yang kuat bagi para peserta dalam memahami dinamika sumber daya pesisir.
Pada hari kedua, peserta mendalami praktik pengolahan data spasial menggunakan QGIS, sistem data BV, serta penggunaan formulir Community Profiling dan Household Survey. Sesi ini sangat relevan mengingat kebutuhan mendesak akan data perikanan yang akurat dan berbasis komunitas di wilayah pesisir Maluku Utara, yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan data terstruktur.
Hari ketiga difokuskan pada validasi data survei rumah tangga, pengumpulan data komoditas seperti gurita, ikan karang, lobster, kepiting, dan udang, serta praktik pendataan perikanan melalui sesi roleplay lapangan menggunakan formulir Landings Monitoring dan Landings Profiling. Adapun hari keempat diisi dengan penyusunan rencana kerja multi-tahun, workplan clinic, serta asesmen kapasitas teknis dan organisasi melalui OCAT Assessment.
Dr. Muhammad Assagaf menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis yang besar bagi keberlanjutan program konservasi pesisir dan laut di Maluku Utara. “Kapasitas teknis yang kami bangun di sini, mulai dari pemetaan, pengolahan data spasial, hingga pendataan perikanan berbasis komunitas, adalah fondasi yang menentukan efektivitas kerja kami di lapangan kedepan,” ujarnya.
Ke depan, penguatan kapasitas yang diperoleh melalui onboarding ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sumber daya perikanan LMMA yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berbasis data di wilayah Morotai dan sekitarnya dalam menjaga ekosistem laut Maluku Utara untuk generasi yang akan dating (MAS).
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar