Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Operasional Wawali Ternate; Cuma Persoalan Komunikasi?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TERNATE – Linidaily.id Isu penyalahgunaan keuangan daerah kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Kota Ternate. Kali ini sorotan tertuju pada anggaran operasional jabatan Wakil Walikota Ternate yang diduga dikuasai dan digunakan oleh oknum pejabat lain di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pemegang kewenangan, Nasri Abubakar.

Persoalan ini bermula setelah adanya laporan internal yang diterima langsung oleh Wakil Walikota Nasri Abubakar, yang kemudian memicu kecurigaan terkait alokasi dan realisasi anggaran yang seharusnya menjadi hak operasional jabatannya. Untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut, Nasri Abubakar turun langsung melakukan pengecekan data dan dokumen ke Bagian Keuangan Setda Kota Ternate pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Hasil penelusuran di lapangan justru memperkuat dugaan yang ada. Tercatat anggaran operasional tersebut diduga telah dimanfaatkan oleh seorang oknum pejabat Setda yang berinisial AFJ, tanpa adanya persetujuan tertulis maupun pemberitahuan kepada Wakil Walikota. Hal ini dibenarkan oleh seorang pegawai Setda yang enggan menyebutkan identitasnya, saat dikonfirmasi pada Kamis (6/8/2026).

“Hasil pengecekan itulah yang kemudian mengungkap dugaan bahwa anggaran operasional Wakil Wali Kota digunakan oleh oknum pejabat Setda berinisial AFJ tanpa sepengetahuan maupun persetujuan Wakil Wali Kota,” kata sumber tersebut.

Rincian anggaran yang diduga disalahgunakan pun cukup beragam dan mencakup hak-hak resmi jabatan. Mulai dari biaya perjalanan dinas dalam maupun luar daerah, anggaran bahan bakar minyak kendaraan dinas, pengadaan pakaian dinas, hingga anggaran pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check up yang memang menjadi hak jabatan Wakil Walikota.

Salah satu hal yang paling menonjol dan dipertanyakan Nasri Abubakar adalah soal pengadaan pakaian dinas. Selama ia menjabat, pakaian dinas yang ia gunakan diketahui berasal dari biaya pribadi, padahal dalam daftar anggaran pos tersebut telah dialokasikan. Artinya, anggaran itu ada dan tercatat, namun tidak sampai digunakan oleh pihak yang berhak.

Pertanyaan serius juga ditujukan pada realisasi anggaran perjalanan dinas yang tercatat terserap, padahal tidak pernah digunakan oleh Wakil Walikota. Tak kalah mencolok adalah nasib anggaran pengadaan mobil dinas Tahun Anggaran 2025. Awalnya dana tersebut direncanakan dialihkan untuk kebutuhan mendesak masyarakat, yaitu pengadaan mobil pemadam kebakaran dan kendaraan pengangkut sampah. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum terlihat realisasinya.

Dalam pertemuan di Bagian Keuangan, Nasri Abubakar menegaskan sikapnya: ia sama sekali tidak keberatan jika sisa atau alokasi anggaran yang tidak terpakai dialihkan untuk kepentingan publik. Yang menjadi masalah utama adalah jika pengalihan maupun penggunaan dilakukan sepihak oleh oknum tertentu tanpa sepengetahuan dan prosedur yang sah.

“Beliau tidak pernah mempersoalkan apabila anggaran itu dialihkan untuk masyarakat. Yang dipertanyakan adalah jika anggaran tersebut diduga digunakan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan beliau,” tegas sumber tersebut menyampaikan pesan Nasri.

Kejadian ini pun memunculkan keraguan mendalam di kalangan pegawai maupun masyarakat luas terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di lingkungan Pemkot Ternate. Jika anggaran yang melekat pada jabatan Wakil Walikota saja dapat digunakan pihak lain tanpa izin, maka bagaimana dengan pengelolaan anggaran yang lebih besar?

Agus Fian Jambak (AFJ) yang disebut sebut dalam dugaan penyalahgunaan anggaran operasional Wawali turut memberikan klarifikasi.

Menurutnya, pengisian BBM kendaraan dinas Wakil Wali Kota dengan nomor polisi 02 memang dilakukan hanya untuk perawatan kendaraan.

Mobil tersebut diserahkan kepada oleh driver Wakil Walikota sekitar awal Juli karena Wakil Walikota lebih sering menggunakan kendaraan pribadi dalam melaksanakan tugas dinas, mengutip sejumlah media pada Kamis, 6 Agustus 2026.

AFJ mengakui ini hanya persoalan komunikasi sehingga belum sempat dilaporkan karena dia sedang mengikuti proses asessment.

AFJ berjanji, bersama Kabag Keuangan akan menghadap langsung Wakil Wali Kota Ternate untuk memberikan penjelasan setelah Wakil Walikota kembali ke Ternate, sehingga masalah ini tidak menimbulkan kesalahpahaman dan polemik.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor DPRD Provinsi Maluku Utara, Foto: Istimewa

    Pengamat Hukum; Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Jangan Cuma Janji

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pengamat Hukum yang juga Dosen Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Abdul Aziz Hakim mengingatkan Janji Kejati dalam mengumumkan para tersangka dugaan korupsi tnjangan DPRD jangan Cuma janji. Karena menurutnya, sampai sekarang janji tersebut tidak berwujud. “Menurut saya, sebagaimana pernyataan pihak Kejati Malut bahwa dalam kasus ini bukti-buktinya sudah cukup, walaupun masih menunggu hasil BPK. Jika […]

  • Di Bawah Bayang-Bayang “Zona Merah”: KPK Beri Ultimatum 3 Bulan, Pemkot Ternate Dipaksa Benahi Lubang Hitam Anggaran dan PBJ

    Di Bawah Bayang-Bayang “Zona Merah”: KPK Beri Ultimatum 3 Bulan, Pemkot Ternate Dipaksa Benahi Lubang Hitam Anggaran dan PBJ

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Status Kota Ternate sebagai daerah yang berada dalam kategori “rentan korupsi” bukan lagi sekadar peringatan dini, melainkan alarm darurat yang menuntut aksi nyata. Setelah hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2025 menempatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate di zona merah. Lembaga antirasuah tersebut turun langsung memberikan ultimatum tegas: lakukan […]

  • Mahasiswa Unkhair Raih Juara 3 KMI Expo XVII 2026 Lewat Inovasi Briket Aromaterapi Limbah Bonggol Pisang

    Mahasiswa Unkhair Raih Juara 3 KMI Expo XVII 2026 Lewat Inovasi Briket Aromaterapi Limbah Bonggol Pisang

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • 0Komentar

    PURWOKERTO, Linidaily.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate dalam ajang KMI Expo XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, 29 September–1 Oktober 2026. Tim mahasiswa Unkhair yang mengembangkan Usaha Banabriq (Briket Aromaterapi dari Limbah Pisang) berhasil meraih Juara 3 Usaha Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan Tahap Awal, […]

  • Yang Tertinggal dari Workshop Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    Yang Tertinggal dari Workshop Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • 0Komentar

    Pada 14 Februari 2026, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Cabang Maluku Utara menyelenggarakan sebuah workshop bertajuk “Nasionalisme, Potensi Lokal dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Forum intelektual ini menghadirkan dua narasumber yang relevan secara kelembagaan dan akademik: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Utara yang memaparkan materi bertajuk Strategi Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Provinsi Maluku Utara, […]

  • Ternate Mengering di Bawah Bayang-Bayang El Niño: Jangan Tunggu Krisis Air

    Ternate Mengering di Bawah Bayang-Bayang El Niño: Jangan Tunggu Krisis Air

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • 0Komentar

    Hampir sebulan tanpa hujan, siang yang terasa menyengat, dan angin kencang yang bertiup berjam-jam mulai menjadi pengalaman sehari-hari warga Ternate. Situasi ini tidak layak dibaca sebagai panas musiman biasa. Pada pertengahan Agustus 2026, Indonesia memang sedang menghadapi El Niño yang kuat. BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 pada Dasarian I Agustus […]

  • Silmy Karim & Jaringan Korupsi Imigrasi: “Setiap Klik Ada Harganya”

    Silmy Karim & Jaringan Korupsi Imigrasi: “Setiap Klik Ada Harganya”

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id Nasional – Nama Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim, kini menjadi sorotan utama publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik korupsi, pemerasan, dan pencucian uang yang berlangsung secara sistemik, terstruktur, dan masif di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Modus operandi yang digulirkan tidak lagi sekadar pungutan liar biasa, melainkan sebuah “industri” pengerukan uang negara yang […]

expand_less