Wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad: Pemuda GMIH Harus Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi.Ahmad menghadiri kegiatan Kemah Raya dan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) IV Pemuda GMIH Tahun 2026. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOBELO – Linidaily.id Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi.Ahmad, menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan Kemah Raya dan Rapat Kerja Tahunan (RAKERTA) IV Pemuda GMIH Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Lakukanlah untuk Kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31) ini berlangsung di Desa Tagalaya, Pulau Tagalaya, Kecamatan Tobelo, Rabu (1/7/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Kasman menegaskan bahwa Indonesia kini sedang memasuki fase krusial pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Kondisi ini menuntut pemuda gereja untuk tampil sebagai generasi yang tangguh: adaptif terhadap perubahan, berkarakter kuat, produktif, dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman dengan solusi nyata.
“Perubahan besar harus dimulai dari pembaruan cara berpikir. Pemuda tidak boleh lagi merasa cukup hanya aktif di lingkungan internal gereja, melainkan harus berani tampil sebagai motor penggerak perubahan sosial yang hadir dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya restrukturisasi pola pikir secara menyeluruh: dari yang dulunya pasif menjadi progresif, dari eksklusif menjadi inklusif, dari budaya konsumtif beralih ke budaya produktif, serta meninggalkan mentalitas ketergantungan menuju kemandirian seutuhnya. Transformasi ini, kata dia, adalah modal mutlak agar pemuda mampu bersaing di kancah nasional maupun global.

Lebih lanjut, Dr. Kasman mendorong Pemuda GMIH untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui penguasaan literasi digital, kewirausahaan, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pemanfaatan teknologi secara bijaksana. “Pemuda harus berani menjadi pencipta inovasi dan pembuka lapangan pekerjaan, bukan sekadar menjadi pengguna teknologi atau pencari kerja,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan saja tidak cukup tanpa fondasi karakter yang kokoh. Nilai-nilai kekristenan seperti integritas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kepedulian, dan semangat melayani harus terus dijaga dan diamalkan sebagai kekuatan moral di tengah arus globalisasi.
Selain itu, peran gereja sangatlah strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara ilmu pengetahuan, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan pendidikan. Oleh karena itu, pemuda gereja diharapkan menjadi agen transformasi yang membawa nilai kasih, keadilan, dan perdamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara pun berharap, melalui kegiatan ini lahir generasi muda yang dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan daerah, sekaligus berkontribusi aktif mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, berdaya saing, adil, dan bermartabat pada tahun 2045 nanti.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar