Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Kasus Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif: Menanti Taring KPK

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus dugaan perjalanan dinas (perjadin) fiktif di lingkungan DPRD Kota Ternate kini memasuki babak baru. Laporan yang diajukan Tim Hukum Nurjaya Hi. Ibrahim ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 11 Mei 2026 menjadi titik penentu: apakah kasus ini akan benar-benar diusut atau justru berakhir menjadi tumpukan berkas yang berdebu di meja birokrasi penegak hukum.

Kasus yang menyita perhatian publik Kota Ternate dan masyarakat Maluku Utara itu mulai mengguncang kepercayaan terhadap lembaga legislatif daerah. Dugaan penyalahgunaan anggaran perjalanan dinas dinilai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyentuh langsung soal integritas wakil rakyat dalam mengelola uang publik.

Juru Bicara Tim Hukum Nurjaya, Mubarak Abdurrahman, mengatakan laporan tersebut telah diterima resmi oleh KPK RI. Menurutnya, penerimaan laporan itu menjadi sinyal awal adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan dan praktik mark up anggaran perjalanan dinas di tubuh DPRD Kota Ternate.

“Dengan diterimanya laporan atau informasi pengaduan masyarakat oleh KPK RI, menurut kami ini memberikan sinyal bahwa terdapat dugaan penyalahgunaan kewenangan dan atau mark up yang berindikasi kuat pada tindak pidana korupsi di tubuh DPRD Kota Ternate,” ujar Mubarak.

Ia menyebut, tidak menutup kemungkinan KPK segera memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, termasuk Nurjaya Hi. Ibrahim sebagai saksi pelapor. Karena itu, pihaknya meminta semua pihak yang nantinya dipanggil agar bersikap kooperatif terhadap proses hukum.
“Pintu masuk di KPK RI telah terbuka. Selanjutnya proses hukum ini menjadi domain KPK,” katanya.

Selain melaporkan dugaan korupsi ke KPK, Tim Hukum Nurjaya juga mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Langkah itu menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap potensi tekanan maupun intimidasi selama proses hukum berlangsung.

Menurut Mubarak, Nurjaya sebagai pelapor berada dalam posisi rentan sehingga membutuhkan perlindungan negara.

“Klien kami adalah seorang perempuan yang menurut kami sangat rentan, sehingga penting mendapatkan perlindungan dari LPSK,” ujarnya.

Langkah Nurjaya menyeret dugaan penyimpangan anggaran DPRD Kota Ternate ke KPK RI sekaligus membuka kembali luka lama tentang rapuhnya akuntabilitas lembaga legislatif daerah. Dugaan yang sebelumnya hanya menjadi percakapan publik kini resmi masuk ke lembaga antirasuah untuk diuji secara hukum.
Sorotan tajam publik kini mengarah pada pengelolaan anggaran perjalanan dinas yang dianggap tidak sejalan dengan prinsip transparansi, efisiensi, dan kepentingan masyarakat. Di tengah tuntutan publik terhadap kinerja wakil rakyat, justru muncul dugaan praktik yang berpotensi menjauh dari semangat pelayanan dan lebih dekat pada pemborosan anggaran negara.

Publik pun mulai mempertanyakan, untuk siapa sebenarnya perjalanan dinas itu dilakukan, dan apa dampak konkret yang dihasilkan bagi masyarakat. Sebab ketika anggaran terus dikuras, sementara manfaatnya tidak dirasakan rakyat, maka yang tersisa hanyalah kecurigaan terhadap lemahnya integritas pengelolaan keuangan daerah.

Dugaan yang mencuat bahkan mengarah pada kemungkinan adanya pola berulang dalam penggunaan anggaran, mulai dari ketidaksesuaian laporan hingga potensi pembengkakan biaya perjalanan dinas. Jika terbukti benar, maka persoalan ini bukan lagi sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi serius kegagalan tata kelola pemerintahan.

Kini DPRD Kota Ternate berada dalam sorotan paling keras. Lembaga yang semestinya menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif justru sedang diuji dari sisi integritas internalnya sendiri. Publik tidak lagi membutuhkan klarifikasi normatif, tetapi pembuktian nyata apakah uang rakyat benar-benar dikelola secara bersih atau justru disalahgunakan secara sistematis.

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Dr. Agus Mawanda, M.Si, menegaskan bahwa dugaan penyalahgunaan perjalanan dinas harus dibongkar karena menyangkut penggunaan uang publik.

Menurutnya, penyelenggara negara maupun anggota legislatif harus mengedepankan etikabilitas dan tanggung jawab moral dalam pemerintahan.
“Mereka harus sadar bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran akan selalu mendapat sorotan publik. Apalagi ini menyangkut marwah lembaga legislatif,” ujarnya.

Pada akhirnya, bola kini berada di tangan KPK. Publik Maluku Utara menunggu bukan sekadar proses administratif, melainkan keberanian lembaga antirasuah untuk membuka tabir dugaan korupsi yang telah lama menjadi perbincangan publik.
Sebab, di tengah krisis kepercayaan terhadap lembaga politik, penegakan hukum yang tegas menjadi satu-satunya jalan untuk membuktikan bahwa hukum masih berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LPP Tipikor Soroti Aktivitas PT STS di Kawasan Hutan Haltim, Desak Penindakan ke Tingkat Pusatj

    LPP Tipikor Soroti Aktivitas PT STS di Kawasan Hutan Haltim, Desak Penindakan ke Tingkat Pusatj

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • 0Komentar

    Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Maluku Utara terkait aktivitas pertambangan di Halmahera Timur kembali memunculkan sorotan atas kepatuhan perusahaan terhadap aturan kehutanan dan lingkungan. Salah satu yang kini disorot adalah aktivitas PT Sambaki Tambang Sentosa (STS) yang disebut berlangsung di luar izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil […]

  • Gelombang Panas Melanda Eropa, Fenomena Serupa Bisa Terjadi di Indonesia?

    Gelombang Panas Melanda Eropa, Fenomena Serupa Bisa Terjadi di Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAKARTA – Linidaily.id Belakangan ini benua Eropa sedang diguncang gelombang panas ekstrem yang dianggap sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah. Suhu udara melonjak tajam hingga memecahkan rekor di berbagai negara, dan dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak 1.300 orang. Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pun menegaskan, gelombang panas kini kian kerap terjadi setiap […]

  • Dua Perempuan Hilang Beruntun dalam Kurun Waktu Satu Minggu

    Dua Perempuan Hilang Beruntun dalam Kurun Waktu Satu Minggu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    LINIDAILY.ID – Suasana waspada dan keprihatinan kini menyelimuti masyarakat Kabupaten Halmahera Utara, khususnya wilayah Kota Tobelo. Pasalnya, dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, dua laporan kehilangan warga perempuan masuk ke meja kepolisian, menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan ketertiban umum di daerah tersebut. Polres Halmahera Utara mencatat dua laporan resmi orang hilang dengan identitas dan […]

  • Dialog Terbuka FPPPMU Sorot Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur Maluku Utara

    Dialog Terbuka FPPPMU Sorot Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • 0Komentar

    TERNATE – Linidaily.id Forum Pejuang Pemekaran Provinsi Maluku Utara (FPPPMU) menggelar Dialog Terbuka dengan tema krusial yang menyentuh aspek tata kelola pemerintahan dan keadilan ekonomi daerah: “Dugaan Monopoli Proyek Daerah oleh Kerabat Gubernur: Antara Konflik Kepentingan, Transparansi dan Keadilan Publik”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 20.00 WIT hingga selesai, bertempat […]

  • SCRIBERE

    SCRIBERE

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • 0Komentar

    Catatan untuk Pelaksanaan Cendekia Basic Writing II ICMI Ada kata dalam bahasa Latin yang sederhana tetapi memiliki daya gugah yang luar biasa, scribere. Artinya menulis. Kata ini mungkin terdengar tua, bahkan asing bagi sebagian orang. Tetapi gagasan yang dikandungnya justru sangat relevan dengan kehidupan kita hari ini. Di tengah masyarakat yang semakin ramai berbicara, semakin […]

  • Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • 0Komentar

    Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri. Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari […]

expand_less