Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diskusi Sastra Dalam Wajah Kultur Masyarakat Maluku Utara. Foto: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .
Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri.
Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .
Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri.
Novel itu lalu dibedah dan didiskusikan pada Sabtu, 24 Juni 2026 di Asrama Haji dengan tema , Sastra Dalam Wajah Kultur Masyarakat Maluku Utara.
Dua Narasumber dihadirkan. Sosiolog Herman Oesman dan Rafli Marwan.
Herman Oesman membahas Fenomena Sastra Maluku Utara dengan perspektif Sosiologi Sastra. Mengutip Penulis Perancis yang menulis Sosiologi Sastra menjelaskan sastra tidak dapat dipahami hanya melalui teks semata. Sastra harus dilihat sebagai fakta sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Herman Oesman yang baru saja menulis dua Novel Sosiologi; Rempah Terakhir dan Pulau Terluka mengulas lebih dalam terkait sosiologi sastra. Bahkan memberikan masukan kalau penulis novel harus kritis memberikan kritik bagi pemerintah karena masyarakat kehilangan lahan dan juga ruang hidup.
Menurut Herman menulis novel tidak segampang itu, karena banyak proses yang harus dihadapi salah satunya anggaran untuk riset dan mengambil data lapangan. Setelah itu menerbitkan buku. Untuk itu seorang penulis harus memperkaya dengan banyak sumber bacaan.
” Untuk menjadi seorang penulis yang handal maka harus memperbanyak membaca buku, begitu juga sebaliknya.” ungkapnya
Sementara Rafli Marwan, membahas karakteristik Sastra di Maluku Utara di mana banyak penulis memiliki karakteristik sastra berbeda. Ada yang menulis Puisi, Cerita Rakyat, Cerpen , dan juga novel itu sendiri.
Banyak peserta diskusi mengapresiasi kehadiran Novel Orang Orang Sederhana ini karena memperkaya referensi tentang sudut sudut dan desa desa terpencil di Maluku Utara, juga menambah khasanah kesustraan Maluku Utara.
Novel ini juga menjadi motivasi dan pembuka jalan bagi penulis penulis muda lebih mengeksplorasi cerita tentang Maluku Utara dari sudut pandang manapun.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar