Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Novel Orang-Orang Sederhana; Kesaksian Seorang Petugas Medis

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .
Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri.

Sebagai seorang tenaga medis, Sadli memulainya dari desa desa terpencil di Halmahera Timur dan Selanjutnya dipindahtugaskan ke Halmahera Barat .
Banyak yang dia saksikan terutama soal eksploitasi lahan oleh perusahaan tambang. Bagaimana ruang hidup mereka “di rampas” oleh dan atas nama pemerintah dan ironisnya dipekerjakan di lahan mereka sendiri.

Novel itu lalu dibedah dan didiskusikan pada Sabtu, 24 Juni 2026 di Asrama Haji dengan tema , Sastra Dalam Wajah Kultur Masyarakat Maluku Utara.
Dua Narasumber dihadirkan. Sosiolog Herman Oesman dan Rafli Marwan.
Herman Oesman membahas Fenomena Sastra Maluku Utara dengan perspektif Sosiologi Sastra. Mengutip Penulis Perancis yang menulis Sosiologi Sastra menjelaskan sastra tidak dapat dipahami hanya melalui teks semata. Sastra harus dilihat sebagai fakta sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Herman Oesman yang baru saja menulis dua Novel Sosiologi; Rempah Terakhir dan Pulau Terluka mengulas lebih dalam terkait sosiologi sastra. Bahkan memberikan masukan kalau penulis novel harus kritis memberikan kritik bagi pemerintah karena masyarakat kehilangan lahan dan juga ruang hidup.

Menurut Herman menulis novel tidak segampang itu, karena banyak proses yang harus dihadapi salah satunya anggaran untuk riset dan mengambil data lapangan. Setelah itu menerbitkan buku. Untuk itu seorang penulis harus memperkaya dengan banyak sumber bacaan.
” Untuk menjadi seorang penulis yang handal maka harus memperbanyak membaca buku, begitu juga sebaliknya.” ungkapnya

Sementara Rafli Marwan, membahas karakteristik Sastra di Maluku Utara di mana banyak penulis memiliki karakteristik sastra berbeda. Ada yang menulis Puisi, Cerita Rakyat, Cerpen , dan juga novel itu sendiri.

Banyak peserta diskusi mengapresiasi kehadiran Novel Orang Orang Sederhana ini karena memperkaya referensi tentang sudut sudut dan desa desa terpencil di Maluku Utara, juga menambah khasanah kesustraan Maluku Utara.

Novel ini juga menjadi motivasi dan pembuka jalan bagi penulis penulis muda lebih mengeksplorasi cerita tentang Maluku Utara dari sudut pandang manapun.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jual Beli IUP ; LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

    Jual Beli IUP ; LKBHMI Cabang Ternate Desak Aparat Usut Dugaan Korupsi hingga Tuntas

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • 0Komentar

    Linidaily.id– Dugaan praktik jual beli Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Halmahera Timur kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang disebut melibatkan sejumlah pejabat daerah tersebut dinilai tidak sekadar persoalan administrasi perizinan, melainkan berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Direktur Bidang Kajian dan Riset Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum HMI (LKBHMI) […]

  • Dari Galela ke Filipina, Komaruddin Nursi Kasman Bawa Sejarah Maluku Utara ke Panggung Internasional

    Dari Galela ke Filipina, Komaruddin Nursi Kasman Bawa Sejarah Maluku Utara ke Panggung Internasional

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • 0Komentar

    FILIPINA — Sejarah lokal Maluku Utara kembali mendapat ruang di forum akademik internasional. Kali ini, perhatian tertuju pada Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim, mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tampil dalam National Conference on Local History and Heritage di Filipina. Mahasiswa berusia 19 tahun yang akrab disapa Komar […]

  • Pencabutan Status 3T Pulau Taliabu: Prestasi Administratif atau Tantangan Baru?

    Pencabutan Status 3T Pulau Taliabu: Prestasi Administratif atau Tantangan Baru?

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    Pencabutan status daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terhadap Kabupaten Pulau Taliabu tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Bagi pemerintah, keputusan tersebut dapat dimaknai sebagai bukti bahwa pembangunan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan sehingga daerah ini dinilai tidak lagi memenuhi kriteria sebagai daerah tertinggal. Namun, pertanyaan yang patut diajukan adalah: apakah perubahan status tersebut benar-benar […]

  • Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Nadiem Anwar Makarim, Foto : jsmobile.org

    18 Tahun untuk Eks Mendikbudristek

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • 0Komentar

    Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Kamis 13 Mei 2026. Melansir dari sejumlah media online, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pidana 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. “(meminta majelis hakim) Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena […]

  • Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    Skor Integritas ‘Merah’, KPK Beri Ultimatum 3 Bulan untuk Pemprov & DPRD Malut

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • 0Komentar

    TERNATE Linidaily.id – Suasana tegang menyelimuti Kediaman Dinas Wakil Gubernur Maluku Utara, Kamis (11/6). Selama sembilan jam, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIT, rapat koordinasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara berlangsung tertutup rapat. Personel Satpol PP berjaga ketat di pintu masuk, melarang akses bagi staf eselon III-IV maupun wartawan. […]

  • BERJUMPA IBU DI PENANG YANG RAMAI

    BERJUMPA IBU DI PENANG YANG RAMAI

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • 0Komentar

    Pagi ini aku memilih meja nomor 4 di _Tanjong Ria Coffee_, Lokasinya selemparan batu dari _Hotel Loop_; di Lebuh Leith, George Town. Mejaku letaknya di sisi kanan pintu masuk jika dilihat dari arah kasir. Tidak ada alasan khusus memilih meja ini. Dari sana aku bisa melihat orang keluar-masuk, meja pemesanan di depan, deretan kursi rotan, […]

expand_less