Kolam Air Mancur di Landmark Ternate Ditimbun Sementara: Alasan Keamanan dan Persiapan JKPI
- account_circle Redaksi
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kawasan Landmark Ternate. Foto: Wikipedia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TERNATE -LiniDaily.id. Pemerintah Kota Ternate mulai menimbun kolam air mancur yang berada di kawasan Landmark. Langkah ini diambil mengingat fasilitas tersebut sudah lama tidak berfungsi.
Sekretaris Daerah Kota Ternate menyampaikan bahwa penimbunan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum atas arahan Wali Kota. Keputusan ini diambil saat meninjau lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia pada Agustus mendatang.
“Air mancurnya sudah lama tidak beroperasi, sehingga diputuskan untuk ditimbun terlebih dahulu,” ujarnya pada Rabu, 17 Juni 2026.
Selain tidak berfungsi, penutupan kolam juga bertujuan mengantisipasi risiko keselamatan warga, terutama anak-anak yang sering bermain di kawasan tersebut. Pihaknya juga khawatir ada rembesan air di bagian bawah kolam yang dapat membahayakan pengunjung jika tidak segera ditangani.
“Kami ingin mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, terutama pada anak-anak yang sering bermain di sana,” tegasnya.
Dengan ditutupnya kolam, area tersebut dinilai menjadi lebih luas dan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pendukung kegiatan JKPI. Pemerintah juga menegaskan bahwa penimbunan ini bersifat sementara. Rencana desain dan fungsi kawasan ke depan akan dibahas lebih lanjut oleh instansi terkait.
“Untuk saat ini ditutup terlebih dahulu. Penataan dan kegunaannya nanti akan dikaji kembali,” pungkasnya.
Berbagai tanggapan pun muncul dari masyarakat melalui media sosial. Sebagian menyayangkan langkah tersebut dan mengusulkan pemanfaatan lain agar kolam tetap berfungsi. Ada yang menyarankan mengisinya dengan ikan agar bisa menjadi daya tarik wisata, tempat pengunjung memberi makan ikan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Usulan lain mengajukan agar diubah menjadi kolam renang anak dengan tarif terjangkau, sehingga kawasan tetap ramai dan bermanfaat bagi warga.
Sementara itu, sebagian lainnya menilai masalah utama sebenarnya hanya soal perawatan. Menurut pandangan ini, fasilitas cukup diperbaiki dan dipelihara saja tanpa harus ditutup atau diubah fungsinya. Ada pula yang mengusulkan agar kawasan dijadikan tempat usaha agar lebih berguna daripada dibiarkan tidak terawat.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar